
| |
KKR Pemuda Riau Dihadiri 17.500 Peserta, Panitia Siapkan Lokasi Lebih Besar Tahun Depan
Minggu, 25 Oktober 2026 | 11:11:00 |
|---|
| |
Sampe Simarmata Hilang Pasca-Bentrokan di PT ADEI, Keluarga Menanti Hasil Tes DNA Jenazah Misterius
Jumat, 23 Oktober 2026 | 17:18:27 |
|---|
| |
Digelar Awal November, Rektor UIR Dukung Penuh Seminar dan UKW JMSI Riau
Jumat, 16 Oktober 2026 | 20:52:49 |
|---|
| |
Speedboat Rombongan Pernikahan Kecelakaan di Terusan Kempas, Pengemudi Tewas
Senin, 26 Oktober 2026 | 10:47:42 |
|---|
| |
Polsek Kateman Bongkar Peredaran Sabu Nyaris 2 Kg, Tiga Pria Dicokok
Senin, 26 Oktober 2026 | 10:40:17 |
|---|
| |
9 Bulan Laporan Dugaan KDRT Anggota DPR Mengendap di MKD, Kuasa Hukum Korban Desak Kepastian
Selasa, 27 Oktober 2026 | 20:55:15 |
|---|
PEKANBARU – Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Provinsi Riau bersama PT Agrinas Palma Nusantara menggelar seminar bertajuk “Pengelolaan Sawit Berkelanjutan di Provinsi Riau” pada Kamis (25/6/2026) siang di Gedung Kaharuddin Nasution, Makodam XIX/Tuanku Tambusai, sempena peringatan HUT ke-6 JMSI dan pelantikan pengurus JMSI Riau Periode 2025-2030.
Seminar menghadirkan dua narasumber, yakni Dr. Mulono Apriyanto dari Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO) dan Dt Ahmad Khairuddin dari Lembaga Kerapatan Adat Tambusai dengan Moderator Satria Utama Batubara, Sekretaris Bidang Jurnalisme Berkualitas JMSI.
Dalam seminar yang diikuti ratusan mahasiswa dan akademisi dari sejumlah perguruan tinggi di Riau serta perwakilan LAM Riau, narasumber Dr Mulono Apriyanto menegaskan pentingnya pengelolaan perkebunan sawit yang baik untuk meningkatkan produktivitas.
Menurutnya, kelapa sawit akan memberikan hasil optimal apabila dikelola dan dirawat sesuai standar budidaya yang benar.
Sementara itu, Dt. Ahmad Khairuddin menyoroti persoalan tata kelola dan perizinan perkebunan yang dinilai masih menyisakan berbagai persoalan.
Ia mengungkapkan masih terdapat perusahaan perkebunan yang telah beroperasi selama puluhan tahun namun menghadapi persoalan administrasi perizinan, termasuk yang berada di wilayah Kabupaten Rokan Hulu dan bersinggungan dengan kawasan Hutan Adat Tambusai.
Menurut Ahmad, pemerintah saat ini memiliki peluang besar untuk melakukan penataan ulang pengelolaan kawasan hutan dan perkebunan demi memberikan kepastian hukum sekaligus melindungi hak-hak masyarakat adat.
“Wilayah yang masuk dalam kawasan adat harus dikembalikan kepada masyarakat adat sesuai ketentuan yang berlaku. Penataan ini penting untuk menjaga hak generasi mendatang,” ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh pihak mendukung upaya pemerintah dalam menertibkan penguasaan lahan yang tidak memiliki kelengkapan administrasi agar pengelolaan sumber daya alam berjalan lebih tertib dan berkeadilan.
Seminar berlangsung interaktif dengan partisipasi aktif mahasiswa dari Fakultas Pertanian dan Kehutanan Universitas Lancang Kuning, Fakultas Pertanian Universitas Islam Riau, serta Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Riau.
Dalam sesi diskusi, sejumlah mahasiswa menyoroti kontribusi perusahaan perkebunan terhadap peningkatan ekonomi masyarakat sekitar.
Mereka menilai masih diperlukan pengawasan terhadap pelaksanaan kewajiban perusahaan, termasuk penyediaan kebun masyarakat sebagaimana diatur dalam regulasi perkebunan.
Melalui seminar tersebut, JMSI mendorong terciptanya pengelolaan industri sawit yang berkelanjutan, berorientasi pada kepastian hukum, serta memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat dan lingkungan di Provinsi Riau.
Kegiatan ini juga didukung oleh PT Pertamina Hulu Rokan, BRK Syariah, PT EMP, APRIL/PT RAPP, PT Elnusa Petrofin, PT Pulau Sambu, PTPN IV Regional III, Pemkab Pelalawan, Pemkab Kuansing, Pemko Pekanbaru, Pemprov Riau dan Kodam XIX/Tuanku Tambusai. (rls)
| |
AMPLANG, KULINER KHAS INHIL - PESONA WISATA KULINER
Kamis, 2 Maret 2023 | 21:37:48 |
|---|
| |
Wisata Edukasi di Perpustakaan Soeman HS
Senin, 7 November 2022 | 22:26:22 |
|---|
| |
Mal Pelayanan Publik Kota Pekanbaru
Senin, 7 November 2022 | 22:24:20 |
|---|
| ☰ | |
×
|
|---|
PEKANBARU – Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Provinsi Riau bersama PT Agrinas Palma Nusantara menggelar seminar bertajuk “Pengelolaan Sawit Berkelanjutan di Provinsi Riau” pada Kamis (25/6/2026) siang di Gedung Kaharuddin Nasution, Makodam XIX/Tuanku Tambusai, sempena peringatan HUT ke-6 JMSI dan pelantikan pengurus JMSI Riau Periode 2025-2030.
Seminar menghadirkan dua narasumber, yakni Dr. Mulono Apriyanto dari Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO) dan Dt Ahmad Khairuddin dari Lembaga Kerapatan Adat Tambusai dengan Moderator Satria Utama Batubara, Sekretaris Bidang Jurnalisme Berkualitas JMSI.
Dalam seminar yang diikuti ratusan mahasiswa dan akademisi dari sejumlah perguruan tinggi di Riau serta perwakilan LAM Riau, narasumber Dr Mulono Apriyanto menegaskan pentingnya pengelolaan perkebunan sawit yang baik untuk meningkatkan produktivitas.
Menurutnya, kelapa sawit akan memberikan hasil optimal apabila dikelola dan dirawat sesuai standar budidaya yang benar.
Sementara itu, Dt. Ahmad Khairuddin menyoroti persoalan tata kelola dan perizinan perkebunan yang dinilai masih menyisakan berbagai persoalan.
Ia mengungkapkan masih terdapat perusahaan perkebunan yang telah beroperasi selama puluhan tahun namun menghadapi persoalan administrasi perizinan, termasuk yang berada di wilayah Kabupaten Rokan Hulu dan bersinggungan dengan kawasan Hutan Adat Tambusai.
Menurut Ahmad, pemerintah saat ini memiliki peluang besar untuk melakukan penataan ulang pengelolaan kawasan hutan dan perkebunan demi memberikan kepastian hukum sekaligus melindungi hak-hak masyarakat adat.
“Wilayah yang masuk dalam kawasan adat harus dikembalikan kepada masyarakat adat sesuai ketentuan yang berlaku. Penataan ini penting untuk menjaga hak generasi mendatang,” ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh pihak mendukung upaya pemerintah dalam menertibkan penguasaan lahan yang tidak memiliki kelengkapan administrasi agar pengelolaan sumber daya alam berjalan lebih tertib dan berkeadilan.
Seminar berlangsung interaktif dengan partisipasi aktif mahasiswa dari Fakultas Pertanian dan Kehutanan Universitas Lancang Kuning, Fakultas Pertanian Universitas Islam Riau, serta Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Riau.
Dalam sesi diskusi, sejumlah mahasiswa menyoroti kontribusi perusahaan perkebunan terhadap peningkatan ekonomi masyarakat sekitar.
Mereka menilai masih diperlukan pengawasan terhadap pelaksanaan kewajiban perusahaan, termasuk penyediaan kebun masyarakat sebagaimana diatur dalam regulasi perkebunan.
Melalui seminar tersebut, JMSI mendorong terciptanya pengelolaan industri sawit yang berkelanjutan, berorientasi pada kepastian hukum, serta memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat dan lingkungan di Provinsi Riau.
Kegiatan ini juga didukung oleh PT Pertamina Hulu Rokan, BRK Syariah, PT EMP, APRIL/PT RAPP, PT Elnusa Petrofin, PT Pulau Sambu, PTPN IV Regional III, Pemkab Pelalawan, Pemkab Kuansing, Pemko Pekanbaru, Pemprov Riau dan Kodam XIX/Tuanku Tambusai. (rls)
| |
Presiden Jadi Sasaran Dugaan Penyadapan, GREAT...
Rabu, 4 November 2026 | 18:12:54
|
|---|
| |
9 Bulan Laporan Dugaan KDRT Anggota DPR Mengendap...
Selasa, 27 Oktober 2026 | 20:55:15
|
|---|
| |
Speedboat Rombongan Pernikahan Kecelakaan di...
Senin, 26 Oktober 2026 | 10:47:42
|
|---|
| |
Polsek Kateman Bongkar Peredaran Sabu Nyaris 2...
Senin, 26 Oktober 2026 | 10:40:17
|
|---|
| Presiden Jadi Sasaran Dugaan Penyadapan, GREAT Institute Desak Audit Keamanan Istana
Rabu, 4 November 2026 | 18:12:54
|
|
|---|
| 9 Bulan Laporan Dugaan KDRT Anggota DPR Mengendap di MKD, Kuasa Hukum Korban Desak Kepastian
Selasa, 27 Oktober 2026 | 20:55:15
|
|
|---|
| Speedboat Rombongan Pernikahan Kecelakaan di Terusan Kempas, Pengemudi Tewas
Senin, 26 Oktober 2026 | 10:47:42
|
|
|---|
| Polsek Kateman Bongkar Peredaran Sabu Nyaris 2 Kg, Tiga Pria Dicokok
Senin, 26 Oktober 2026 | 10:40:17
|
|
|---|
| KKR Pemuda Riau Dihadiri 17.500 Peserta, Panitia Siapkan Lokasi Lebih Besar Tahun Depan
Minggu, 25 Oktober 2026 | 11:11:00
|
|
|---|
| Presiden Jadi Sasaran Dugaan Penyadapan, GREAT Institute Desak Audit Keamanan Istana
Rabu, 4 November 2026 | 18:12:54
|
|
|---|
| 9 Bulan Laporan Dugaan KDRT Anggota DPR Mengendap di MKD, Kuasa Hukum Korban Desak Kepastian
Selasa, 27 Oktober 2026 | 20:55:15
|
|
|---|
| Speedboat Rombongan Pernikahan Kecelakaan di Terusan Kempas, Pengemudi Tewas
Senin, 26 Oktober 2026 | 10:47:42
|
|
|---|
| Polsek Kateman Bongkar Peredaran Sabu Nyaris 2 Kg, Tiga Pria Dicokok
Senin, 26 Oktober 2026 | 10:40:17
|
|
|---|
| Presiden Jadi Sasaran Dugaan Penyadapan, GREAT Institute Desak Audit Keamanan Istana
Rabu, 4 November 2026 | 18:12:54
|
|---|
| Sampe Simarmata Hilang Pasca-Bentrokan di PT ADEI, Keluarga Menanti Hasil Tes DNA Jenazah Misterius
Jumat, 23 Oktober 2026 | 17:18:27
|
|
|---|
| Digelar Awal November, Rektor UIR Dukung Penuh Seminar dan UKW JMSI Riau
Jumat, 16 Oktober 2026 | 20:52:49
|
|
|---|
| JMSI Riau Resmi Berkantor di Jalan Sumatera, Dheni Kurnia: Kita Pulang Kampung
Kamis, 8 Oktober 2026 | 20:36:01
|
|
|---|
| Merasa Dicemarkan, Suami ASN Setwan Pekanbaru Adukan Tiga Media Online dan Akun TikTok ke Polda Riau
Senin, 5 Oktober 2026 | 21:23:46
|
|
|---|
| Zulmaeta Buka Suara soal Dugaan Penipuan di Polda Riau, Ungkap Transaksi Saham dan Tanah Rp9,6 Miliar
Senin, 5 Oktober 2026 | 21:20:03
|
|
|---|
Wisata Edukasi di Perpustakaan Soeman HS |
Mal Pelayanan Publik Kota Pekanbaru |
|---|---|
Investasi Kawasan Industri Tenayan Pekanbaru
| Protokol Isolasi Mandiri |
| Vonis Banding PT Riau: Hukuman Gubernur Nonaktif Abdul Wahid Bertambah Jadi 4 Tahun
Senin, 5 Oktober 2026 | 21:16:08
|
|
|---|
| Lima Daerah Pesisir Kompak Beri Dukungan, "Bola" Pemekaran Kini di Tangan Gubernur dan DPRD Riau
Minggu, 4 Oktober 2026 | 19:31:36
|
|
|---|
| Periksa 8 Kebun dan PKS di Kuansing, Gakkum Temukan Beragam Dugaan Pelanggaran Lingkungan
Minggu, 4 Oktober 2026 | 19:26:06
|
|
|---|
| Video Bupati Siak Viral, Wapres Gibran Langsung Terjunkan Tim Khusus ke Wilayah 3T
Minggu, 4 Oktober 2026 | 19:21:21
|
|
|---|
| Puluhan Wartawan Sudah Daftar, JMSI Riau Segera Gelar UKW Muda, Madya dan Utama
Senin, 28 September 2026 | 19:17:03
|
|
|---|