
| |
Merasa Dicemarkan, Suami ASN Setwan Pekanbaru Adukan Tiga Media Online dan Akun TikTok ke Polda Riau
Senin, 5 Oktober 2026 | 21:23:46 |
|---|
| |
Zulmaeta Buka Suara soal Dugaan Penipuan di Polda Riau, Ungkap Transaksi Saham dan Tanah Rp9,6 Miliar
Senin, 5 Oktober 2026 | 21:20:03 |
|---|
| |
Dugaan KKN di Balik Rekomendasi Pembatalan 643 SHM di Siak Dilaporkan ke KPK
Senin, 28 September 2026 | 17:03:09 |
|---|
| |
Puluhan Wartawan Sudah Daftar, JMSI Riau Segera Gelar UKW Muda, Madya dan Utama
Senin, 28 September 2026 | 19:17:03 |
|---|
| |
Vonis Banding PT Riau: Hukuman Gubernur Nonaktif Abdul Wahid Bertambah Jadi 4 Tahun
Senin, 5 Oktober 2026 | 21:16:08 |
|---|
| |
Periksa 8 Kebun dan PKS di Kuansing, Gakkum Temukan Beragam Dugaan Pelanggaran Lingkungan
Minggu, 4 Oktober 2026 | 19:26:06 |
|---|
BENGKALIS - Sampe Simarmata, warga yang dilaporkan hilang setelah rangkaian kericuhan di kawasan perkebunan PT ADEI Plantation, Kabupaten Bengkalis, Riau, hingga kini belum diketahui keberadaannya. Keluarga semakin diliputi kecemasan setelah ditemukan jenazah laki-laki tanpa identitas di area perkebunan tersebut, disusul penemuan pakaian yang diduga milik Sampe di sekitar lokasi.
Hingga kini, identitas jenazah tersebut masih harus dipastikan melalui pemeriksaan DNA. Keluarga berharap proses identifikasi dapat segera diselesaikan agar memperoleh kepastian mengenai nasib Sampe.
Berdasarkan keterangan keluarga, rangkaian peristiwa bermula pada 3 Oktober 2026. Saat itu, sejumlah petugas keamanan PT STRUM disebut mendatangi kawasan sekitar rumah Sampe menggunakan mobil double kabin berwarna putih.
Kedatangan mereka diduga diwarnai aksi membawa senjata tajam dan teriakan yang memicu keributan. Sampe, yang saat itu sedang tidur, terbangun dan berusaha melerai situasi.
Setelah kejadian tersebut, Sampe mendatangi Polsek Pinggir untuk melaporkan dugaan perbuatan membawa senjata tajam. Menurut keterangan keluarga, laporan itu sempat belum diterima karena polisi akan melakukan pengecekan tempat kejadian perkara (TKP).
Setelah menunggu, laporan tersebut akhirnya diterima dengan nomor LP/40/X/2026/SPKT/RIAU/BKS/SEK-PGR.
Dua hari kemudian, polisi mendatangi rumah Sampe untuk melakukan olah TKP.
Di tengah situasi yang memanas pascabentrokan antara warga dan petugas keamanan mitra kerja PT ADEI, Sampe disebut pergi ke arah perkebunan perusahaan tersebut pada 5 Oktober 2026. Saat itu, kawasan perkebunan diketahui dijaga petugas keamanan.
Sejak saat itu, kabar mengenai keberadaan Sampe terputus. Keluarga kemudian melaporkan kehilangan orang ke Polsek Pinggir dengan nomor B/08/X/2026/SPKT/RIAU/BKS/SEK-PGR.
Jenazah Misterius dan Penemuan Pakaian
Kekhawatiran keluarga semakin besar setelah ditemukan jenazah laki-laki di area perkebunan PT ADEI. Jenazah tersebut dilaporkan dalam kondisi mengenaskan, tanpa mengenakan pakaian, dan sulit dikenali.
Untuk memastikan identitas jenazah, pihak keluarga bersama kepolisian menempuh pemeriksaan DNA. Anak dari adik kandung Sampe dilaporkan berangkat ke Pekanbaru pada Kamis (8/10/2026) untuk menjalani pengambilan sampel DNA.
Pada hari yang sama, keluarga kembali dikejutkan dengan penemuan pakaian yang diduga milik Sampe. Berdasarkan informasi warga yang diterima, pakaian tersebut ditemukan oleh pekerja perusahaan di lokasi yang berjarak puluhan meter dari tempat penemuan jenazah sebelumnya.
M. Simarmata, kakak kandung Sampe, mengaku mengenali pakaian tersebut sebagai milik adiknya. Penemuan itu semakin memperkuat kekhawatiran keluarga, meski belum dapat memastikan bahwa jenazah yang ditemukan merupakan Sampe.
“Kami masih berdoa, semoga bukan beliau. Namun, ditemukannya pakaian ini membuat kami semakin cemas. Kami takut apa yang kami khawatirkan ternyata benar,” ujar M. Simarmata, pada (8/10/2026) lalu.
Keluarga berharap pemeriksaan DNA dapat segera diselesaikan secara transparan. Kepastian identitas jenazah dinilai penting untuk menjawab tanda tanya mengenai hilangnya Sampe setelah rangkaian kericuhan di kawasan perkebunan tersebut.
Kuasa Hukum Minta Kapolda Riau Beri Atensi
Sementara itu, kuasa hukum keluarga, Suardi, menyatakan telah menyurati Polres Bengkalis untuk meminta penjelasan mengenai perkembangan penanganan perkara tersebut. Ia menilai proses penanganan kasus perlu mendapat perhatian serius agar keluarga memperoleh kepastian hukum.
Selain itu, Suardi juga menyurati RSUD Mandau untuk meminta rekam medis jenazah yang diduga berkaitan dengan hilangnya Sampe Simarmata.
Suardi meminta Kapolda Riau memberikan perhatian khusus terhadap perkara tersebut, terutama terkait percepatan pemeriksaan DNA dan kejelasan proses penyelidikan.
Dalam waktu dekat, pihaknya berencana menyurati Kapolri untuk meminta agar perkara tersebut ditindaklanjuti melalui gelar perkara khusus di Mabes Polri. Pihak kuasa hukum juga mempertimbangkan membawa persoalan ini ke Komisi III DPR RI.
Menurut Suardi, keluarga menginginkan agar seluruh rangkaian peristiwa diungkap secara terang, termasuk kepastian identitas jenazah dan penyebab kematian apabila hasil pemeriksaan DNA nantinya memastikan bahwa jenazah tersebut merupakan Sampe Simarmata.
Jika identitas tersebut terkonfirmasi, pihak keluarga menyatakan akan menempuh jalur hukum untuk mencari kebenaran dan keadilan.
“Kebenaran harus terungkap. Siapa pun yang bersalah harus bertanggung jawab. Jika ini benar klien saya, kami tidak akan diam saja,” tegas Suardi, Jumat (23/10/2026) siang.
Hingga berita ini disusun, identitas jenazah masih menunggu kepastian hasil pemeriksaan DNA. Keluarga berharap aparat penegak hukum menangani perkara ini secara profesional, transparan, dan menyeluruh agar keberadaan Sampe Simarmata serta rangkaian peristiwa yang melatarbelakangi hilangnya dirinya dapat terungkap. (rco)
| |
AMPLANG, KULINER KHAS INHIL - PESONA WISATA KULINER
Kamis, 2 Maret 2023 | 21:37:48 |
|---|
| |
Wisata Edukasi di Perpustakaan Soeman HS
Senin, 7 November 2022 | 22:26:22 |
|---|
| |
Mal Pelayanan Publik Kota Pekanbaru
Senin, 7 November 2022 | 22:24:20 |
|---|
| ☰ | |
×
|
|---|
BENGKALIS - Sampe Simarmata, warga yang dilaporkan hilang setelah rangkaian kericuhan di kawasan perkebunan PT ADEI Plantation, Kabupaten Bengkalis, Riau, hingga kini belum diketahui keberadaannya. Keluarga semakin diliputi kecemasan setelah ditemukan jenazah laki-laki tanpa identitas di area perkebunan tersebut, disusul penemuan pakaian yang diduga milik Sampe di sekitar lokasi.
Hingga kini, identitas jenazah tersebut masih harus dipastikan melalui pemeriksaan DNA. Keluarga berharap proses identifikasi dapat segera diselesaikan agar memperoleh kepastian mengenai nasib Sampe.
Berdasarkan keterangan keluarga, rangkaian peristiwa bermula pada 3 Oktober 2026. Saat itu, sejumlah petugas keamanan PT STRUM disebut mendatangi kawasan sekitar rumah Sampe menggunakan mobil double kabin berwarna putih.
Kedatangan mereka diduga diwarnai aksi membawa senjata tajam dan teriakan yang memicu keributan. Sampe, yang saat itu sedang tidur, terbangun dan berusaha melerai situasi.
Setelah kejadian tersebut, Sampe mendatangi Polsek Pinggir untuk melaporkan dugaan perbuatan membawa senjata tajam. Menurut keterangan keluarga, laporan itu sempat belum diterima karena polisi akan melakukan pengecekan tempat kejadian perkara (TKP).
Setelah menunggu, laporan tersebut akhirnya diterima dengan nomor LP/40/X/2026/SPKT/RIAU/BKS/SEK-PGR.
Dua hari kemudian, polisi mendatangi rumah Sampe untuk melakukan olah TKP.
Di tengah situasi yang memanas pascabentrokan antara warga dan petugas keamanan mitra kerja PT ADEI, Sampe disebut pergi ke arah perkebunan perusahaan tersebut pada 5 Oktober 2026. Saat itu, kawasan perkebunan diketahui dijaga petugas keamanan.
Sejak saat itu, kabar mengenai keberadaan Sampe terputus. Keluarga kemudian melaporkan kehilangan orang ke Polsek Pinggir dengan nomor B/08/X/2026/SPKT/RIAU/BKS/SEK-PGR.
Jenazah Misterius dan Penemuan Pakaian
Kekhawatiran keluarga semakin besar setelah ditemukan jenazah laki-laki di area perkebunan PT ADEI. Jenazah tersebut dilaporkan dalam kondisi mengenaskan, tanpa mengenakan pakaian, dan sulit dikenali.
Untuk memastikan identitas jenazah, pihak keluarga bersama kepolisian menempuh pemeriksaan DNA. Anak dari adik kandung Sampe dilaporkan berangkat ke Pekanbaru pada Kamis (8/10/2026) untuk menjalani pengambilan sampel DNA.
Pada hari yang sama, keluarga kembali dikejutkan dengan penemuan pakaian yang diduga milik Sampe. Berdasarkan informasi warga yang diterima, pakaian tersebut ditemukan oleh pekerja perusahaan di lokasi yang berjarak puluhan meter dari tempat penemuan jenazah sebelumnya.
M. Simarmata, kakak kandung Sampe, mengaku mengenali pakaian tersebut sebagai milik adiknya. Penemuan itu semakin memperkuat kekhawatiran keluarga, meski belum dapat memastikan bahwa jenazah yang ditemukan merupakan Sampe.
“Kami masih berdoa, semoga bukan beliau. Namun, ditemukannya pakaian ini membuat kami semakin cemas. Kami takut apa yang kami khawatirkan ternyata benar,” ujar M. Simarmata, pada (8/10/2026) lalu.
Keluarga berharap pemeriksaan DNA dapat segera diselesaikan secara transparan. Kepastian identitas jenazah dinilai penting untuk menjawab tanda tanya mengenai hilangnya Sampe setelah rangkaian kericuhan di kawasan perkebunan tersebut.
Kuasa Hukum Minta Kapolda Riau Beri Atensi
Sementara itu, kuasa hukum keluarga, Suardi, menyatakan telah menyurati Polres Bengkalis untuk meminta penjelasan mengenai perkembangan penanganan perkara tersebut. Ia menilai proses penanganan kasus perlu mendapat perhatian serius agar keluarga memperoleh kepastian hukum.
Selain itu, Suardi juga menyurati RSUD Mandau untuk meminta rekam medis jenazah yang diduga berkaitan dengan hilangnya Sampe Simarmata.
Suardi meminta Kapolda Riau memberikan perhatian khusus terhadap perkara tersebut, terutama terkait percepatan pemeriksaan DNA dan kejelasan proses penyelidikan.
Dalam waktu dekat, pihaknya berencana menyurati Kapolri untuk meminta agar perkara tersebut ditindaklanjuti melalui gelar perkara khusus di Mabes Polri. Pihak kuasa hukum juga mempertimbangkan membawa persoalan ini ke Komisi III DPR RI.
Menurut Suardi, keluarga menginginkan agar seluruh rangkaian peristiwa diungkap secara terang, termasuk kepastian identitas jenazah dan penyebab kematian apabila hasil pemeriksaan DNA nantinya memastikan bahwa jenazah tersebut merupakan Sampe Simarmata.
Jika identitas tersebut terkonfirmasi, pihak keluarga menyatakan akan menempuh jalur hukum untuk mencari kebenaran dan keadilan.
“Kebenaran harus terungkap. Siapa pun yang bersalah harus bertanggung jawab. Jika ini benar klien saya, kami tidak akan diam saja,” tegas Suardi, Jumat (23/10/2026) siang.
Hingga berita ini disusun, identitas jenazah masih menunggu kepastian hasil pemeriksaan DNA. Keluarga berharap aparat penegak hukum menangani perkara ini secara profesional, transparan, dan menyeluruh agar keberadaan Sampe Simarmata serta rangkaian peristiwa yang melatarbelakangi hilangnya dirinya dapat terungkap. (rco)
| |
Sampe Simarmata Hilang Pasca-Bentrokan di PT...
Jumat, 23 Oktober 2026 | 17:18:27
|
|---|
| |
Digelar Awal November, Rektor UIR Dukung Penuh...
Jumat, 16 Oktober 2026 | 20:52:49
|
|---|
| |
JMSI Riau Resmi Berkantor di Jalan Sumatera,...
Kamis, 8 Oktober 2026 | 20:36:01
|
|---|
| |
Zulmaeta Buka Suara soal Dugaan Penipuan di Polda...
Senin, 5 Oktober 2026 | 21:20:03
|
|---|
| KKR Pemuda Riau Dihadiri 17.500 Peserta, Panitia Siapkan Lokasi Lebih Besar Tahun Depan
Minggu, 25 Oktober 2026 | 11:11:00
|
|
|---|
| Sampe Simarmata Hilang Pasca-Bentrokan di PT ADEI, Keluarga Menanti Hasil Tes DNA Jenazah Misterius
Jumat, 23 Oktober 2026 | 17:18:27
|
|
|---|
| Digelar Awal November, Rektor UIR Dukung Penuh Seminar dan UKW JMSI Riau
Jumat, 16 Oktober 2026 | 20:52:49
|
|
|---|
| JMSI Riau Resmi Berkantor di Jalan Sumatera, Dheni Kurnia: Kita Pulang Kampung
Kamis, 8 Oktober 2026 | 20:36:01
|
|
|---|
| Merasa Dicemarkan, Suami ASN Setwan Pekanbaru Adukan Tiga Media Online dan Akun TikTok ke Polda Riau
Senin, 5 Oktober 2026 | 21:23:46
|
|
|---|
| KKR Pemuda Riau Dihadiri 17.500 Peserta, Panitia Siapkan Lokasi Lebih Besar Tahun Depan
Minggu, 25 Oktober 2026 | 11:11:00
|
|
|---|
| Sampe Simarmata Hilang Pasca-Bentrokan di PT ADEI, Keluarga Menanti Hasil Tes DNA Jenazah Misterius
Jumat, 23 Oktober 2026 | 17:18:27
|
|
|---|
| Digelar Awal November, Rektor UIR Dukung Penuh Seminar dan UKW JMSI Riau
Jumat, 16 Oktober 2026 | 20:52:49
|
|
|---|
| JMSI Riau Resmi Berkantor di Jalan Sumatera, Dheni Kurnia: Kita Pulang Kampung
Kamis, 8 Oktober 2026 | 20:36:01
|
|
|---|
| Sampe Simarmata Hilang Pasca-Bentrokan di PT ADEI, Keluarga Menanti Hasil Tes DNA Jenazah Misterius
Jumat, 23 Oktober 2026 | 17:18:27
|
|---|
| Zulmaeta Buka Suara soal Dugaan Penipuan di Polda Riau, Ungkap Transaksi Saham dan Tanah Rp9,6 Miliar
Senin, 5 Oktober 2026 | 21:20:03
|
|
|---|
| Vonis Banding PT Riau: Hukuman Gubernur Nonaktif Abdul Wahid Bertambah Jadi 4 Tahun
Senin, 5 Oktober 2026 | 21:16:08
|
|
|---|
| Lima Daerah Pesisir Kompak Beri Dukungan, "Bola" Pemekaran Kini di Tangan Gubernur dan DPRD Riau
Minggu, 4 Oktober 2026 | 19:31:36
|
|
|---|
| Periksa 8 Kebun dan PKS di Kuansing, Gakkum Temukan Beragam Dugaan Pelanggaran Lingkungan
Minggu, 4 Oktober 2026 | 19:26:06
|
|
|---|
| Video Bupati Siak Viral, Wapres Gibran Langsung Terjunkan Tim Khusus ke Wilayah 3T
Minggu, 4 Oktober 2026 | 19:21:21
|
|
|---|
Wisata Edukasi di Perpustakaan Soeman HS |
Mal Pelayanan Publik Kota Pekanbaru |
|---|---|
Investasi Kawasan Industri Tenayan Pekanbaru
| Protokol Isolasi Mandiri |
| Puluhan Wartawan Sudah Daftar, JMSI Riau Segera Gelar UKW Muda, Madya dan Utama
Senin, 28 September 2026 | 19:17:03
|
|
|---|
| Puluhan Wartawan Sudah Daftar, JMSI Riau Segera Gelar UKW Muda, Madya dan Utama
Senin, 28 September 2026 | 19:16:49
|
|
|---|
| Dugaan KKN di Balik Rekomendasi Pembatalan 643 SHM di Siak Dilaporkan ke KPK
Senin, 28 September 2026 | 17:03:09
|
|
|---|
| Bendahara PAN Pelalawan Farenza Didakwa Beli 4 Paket Ganja Rp400 Ribu, 3 Paket Ditemukan di Mobil
Jumat, 25 September 2026 | 20:35:50
|
|
|---|
| Polresta Pekanbaru Bongkar Penipuan Modus Investasi Proyek, Korban Alami Kerugian Rp7,1 Miliar
Jumat, 25 September 2026 | 20:05:14
|
|
|---|