
| |
Laporan Dicabut, Polda Riau Pastikan Kasus Dugaan Penganiayaan Mahasiswa Tetap Diproses
Selasa, 14 Juli 2026 | 19:17:18 |
|---|
| |
Gudang Narkoba di Pekanbaru Digerebek, Kurir Ditangkap dengan 4 Kg Sabu dan Puluhan Ribu Ekstasi
Jumat, 24 Juli 2026 | 10:24:11 |
|---|
| |
Truk Bermuatan 40 Ton Lintasi Jalan Kelas III, Fahrizal Minta Izin PT Ekasapta Paramita Energi Dicabut
Jumat, 24 Juli 2026 | 10:21:31 |
|---|
| |
Bacakan Pledoi: Abdul Wahid Bantah Semua Dakwaan JPU, Klaim Tak Pernah Memeras dan Minta Uang
Senin, 20 Juli 2026 | 19:47:31 |
|---|
| |
Dokter Magang Ditemukan Tewas di Samping RSUD Siak, Polisi Selidiki Penyebab Kematian
Selasa, 14 Juli 2026 | 19:14:29 |
|---|
| |
Jaksa Tak Ajukan Replik Tertulis atas Pledoi Dani Nursalam, Sidang Vonis Dijadwalkan 30 Juli
Rabu, 22 Juli 2026 | 18:32:46 |
|---|
JAKARTA — Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Mindanao, Filipina, Senin (8/6/2026) pagi, memicu gelombang tsunami yang terdeteksi di sembilan wilayah Indonesia serta memaksa otoritas mengeluarkan peringatan dini bagi puluhan daerah pesisir di kawasan timur Nusantara.
Gempa terjadi pada pukul 06.37 WIB dengan pusat berada di Laut Sulawesi, sektor Mindanao, Filipina, pada kedalaman sekitar 47 kilometer. Berdasarkan analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa dangkal tersebut dipicu aktivitas subduksi lempeng dengan mekanisme sesar naik (thrust fault), jenis pergerakan yang dikenal memiliki potensi besar memicu tsunami.
Tak lama setelah guncangan utama terjadi, sistem Indonesia Tsunami Early Warning System (InaTEWS) mendeteksi gelombang tsunami di sejumlah wilayah pesisir Indonesia. Hingga pukul 09.48 WIB, sedikitnya sembilan lokasi tercatat mengalami kenaikan muka air laut akibat tsunami.
Gelombang tertinggi terukur di Talengen, Sulawesi Utara, mencapai 0,75 meter. Sementara wilayah lain yang mencatat tsunami antara lain Paleleh (0,45 meter), Melonguane (0,32 meter), Tanjung Sidupa (0,32 meter), Tahuna (0,30 meter), Bitung (0,29 meter), Ulusiau-Sitaro (0,18 meter), Ternate (0,14 meter), dan Loloda, Halmahera Barat (0,09 meter).
Munculnya gelombang tsunami itu memperkuat hasil pemodelan BMKG yang sebelumnya memperkirakan sejumlah wilayah di Indonesia berpotensi terdampak.
Peringatan dini tsunami kemudian diberlakukan untuk 25 wilayah. Sebanyak 15 daerah masuk kategori Siaga dengan potensi ketinggian gelombang antara 0,5 hingga 3 meter. Daerah tersebut meliputi Minahasa, Bolaang Mongondow, Kota Manado, Minahasa Utara, Minahasa Selatan, Buol, Kepulauan Sangihe, Gorontalo, Kepulauan Talaud, Kepulauan Minahasa, Toli-Toli, Kota Palu, Donggala, Kota Ternate, dan Kota Bitung.
Sementara itu, status Waspada diberlakukan di sejumlah wilayah lain seperti Tidore, Halmahera, Halmahera Utara, Bulungan, Nunukan, Tarakan, Kutai Timur, Bontang, dan Berau.
BMKG mengimbau masyarakat yang berada di wilayah berstatus Siaga segera menjauhi pantai dan melakukan evakuasi ke lokasi yang lebih tinggi. Sedangkan warga di daerah berstatus Waspada diminta menghentikan aktivitas di kawasan pesisir serta menjauhi muara sungai hingga situasi dinyatakan aman.
Di tengah ancaman tsunami, aktivitas seismik juga belum sepenuhnya mereda. BMKG mencatat sedikitnya dua gempa susulan berkekuatan magnitudo 6,7 dan 5,9 yang terjadi setelah gempa utama. Kondisi ini membuat pemantauan dilakukan secara intensif untuk mengantisipasi kemungkinan perubahan situasi di lapangan.
Dampak gempa tidak hanya dirasakan Indonesia. Departemen Meteorologi Malaysia (MET) turut mengeluarkan peringatan tsunami untuk wilayah pesisir Sabah, terutama Tawau, Semporna, Kunak, dan Lahad Datu. Warga di kawasan tersebut diminta menjauhi pantai dan mengikuti arahan otoritas setempat.
Meski gelombang tsunami yang terdeteksi di Indonesia relatif tidak besar, kejadian ini kembali menjadi pengingat akan tingginya kerentanan kawasan Asia Tenggara terhadap aktivitas tektonik di jalur Cincin Api Pasifik. Hingga Senin siang, BMKG terus melakukan pemantauan perkembangan gempa susulan dan kondisi muka laut, sembari meminta masyarakat hanya mengikuti informasi resmi dari kanal-kanal pemerintah yang telah terverifikasi. (kpc/cnn/ant)
| |
AMPLANG, KULINER KHAS INHIL - PESONA WISATA KULINER
Kamis, 2 Maret 2023 | 21:37:48 |
|---|
| |
Wisata Edukasi di Perpustakaan Soeman HS
Senin, 7 November 2022 | 22:26:22 |
|---|
| |
Mal Pelayanan Publik Kota Pekanbaru
Senin, 7 November 2022 | 22:24:20 |
|---|
| ☰ | |
×
|
|---|
JAKARTA — Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Mindanao, Filipina, Senin (8/6/2026) pagi, memicu gelombang tsunami yang terdeteksi di sembilan wilayah Indonesia serta memaksa otoritas mengeluarkan peringatan dini bagi puluhan daerah pesisir di kawasan timur Nusantara.
Gempa terjadi pada pukul 06.37 WIB dengan pusat berada di Laut Sulawesi, sektor Mindanao, Filipina, pada kedalaman sekitar 47 kilometer. Berdasarkan analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa dangkal tersebut dipicu aktivitas subduksi lempeng dengan mekanisme sesar naik (thrust fault), jenis pergerakan yang dikenal memiliki potensi besar memicu tsunami.
Tak lama setelah guncangan utama terjadi, sistem Indonesia Tsunami Early Warning System (InaTEWS) mendeteksi gelombang tsunami di sejumlah wilayah pesisir Indonesia. Hingga pukul 09.48 WIB, sedikitnya sembilan lokasi tercatat mengalami kenaikan muka air laut akibat tsunami.
Gelombang tertinggi terukur di Talengen, Sulawesi Utara, mencapai 0,75 meter. Sementara wilayah lain yang mencatat tsunami antara lain Paleleh (0,45 meter), Melonguane (0,32 meter), Tanjung Sidupa (0,32 meter), Tahuna (0,30 meter), Bitung (0,29 meter), Ulusiau-Sitaro (0,18 meter), Ternate (0,14 meter), dan Loloda, Halmahera Barat (0,09 meter).
Munculnya gelombang tsunami itu memperkuat hasil pemodelan BMKG yang sebelumnya memperkirakan sejumlah wilayah di Indonesia berpotensi terdampak.
Peringatan dini tsunami kemudian diberlakukan untuk 25 wilayah. Sebanyak 15 daerah masuk kategori Siaga dengan potensi ketinggian gelombang antara 0,5 hingga 3 meter. Daerah tersebut meliputi Minahasa, Bolaang Mongondow, Kota Manado, Minahasa Utara, Minahasa Selatan, Buol, Kepulauan Sangihe, Gorontalo, Kepulauan Talaud, Kepulauan Minahasa, Toli-Toli, Kota Palu, Donggala, Kota Ternate, dan Kota Bitung.
Sementara itu, status Waspada diberlakukan di sejumlah wilayah lain seperti Tidore, Halmahera, Halmahera Utara, Bulungan, Nunukan, Tarakan, Kutai Timur, Bontang, dan Berau.
BMKG mengimbau masyarakat yang berada di wilayah berstatus Siaga segera menjauhi pantai dan melakukan evakuasi ke lokasi yang lebih tinggi. Sedangkan warga di daerah berstatus Waspada diminta menghentikan aktivitas di kawasan pesisir serta menjauhi muara sungai hingga situasi dinyatakan aman.
Di tengah ancaman tsunami, aktivitas seismik juga belum sepenuhnya mereda. BMKG mencatat sedikitnya dua gempa susulan berkekuatan magnitudo 6,7 dan 5,9 yang terjadi setelah gempa utama. Kondisi ini membuat pemantauan dilakukan secara intensif untuk mengantisipasi kemungkinan perubahan situasi di lapangan.
Dampak gempa tidak hanya dirasakan Indonesia. Departemen Meteorologi Malaysia (MET) turut mengeluarkan peringatan tsunami untuk wilayah pesisir Sabah, terutama Tawau, Semporna, Kunak, dan Lahad Datu. Warga di kawasan tersebut diminta menjauhi pantai dan mengikuti arahan otoritas setempat.
Meski gelombang tsunami yang terdeteksi di Indonesia relatif tidak besar, kejadian ini kembali menjadi pengingat akan tingginya kerentanan kawasan Asia Tenggara terhadap aktivitas tektonik di jalur Cincin Api Pasifik. Hingga Senin siang, BMKG terus melakukan pemantauan perkembangan gempa susulan dan kondisi muka laut, sembari meminta masyarakat hanya mengikuti informasi resmi dari kanal-kanal pemerintah yang telah terverifikasi. (kpc/cnn/ant)
| |
Transaksi Narkoba di Pelalawan Digerebek,...
Jumat, 7 Agustus 2026 | 22:26:29
|
|---|
| |
Cair Mulai Hari Ini, 490 Pemda Bersiap Terima...
Jumat, 7 Agustus 2026 | 22:19:14
|
|---|
| |
Polda Riau Tangkap 6 Penambang Emas Ilegal di...
Jumat, 7 Agustus 2026 | 22:13:34
|
|---|
| |
Padang Dikepung Banjir: Ketinggian Air 1,5 Meter,...
Senin, 3 Agustus 2026 | 20:11:19
|
|---|
| Transaksi Narkoba di Pelalawan Digerebek, Tersangka Panik dan Buang "BB' Sabu ke Belakang Pondok
Jumat, 7 Agustus 2026 | 22:26:29
|
|
|---|
| Cair Mulai Hari Ini, 490 Pemda Bersiap Terima Dana Bantuan Pusat dengan Total Rp20,5 Triliun
Jumat, 7 Agustus 2026 | 22:19:14
|
|
|---|
| Dua Pelaku Curanmor Spesialis Kos-kosan Diringkus Reskrim Polsek Sukajadi
Jumat, 7 Agustus 2026 | 22:15:55
|
|
|---|
| Polda Riau Tangkap 6 Penambang Emas Ilegal di Kuansing, Pemodal Diburu
Jumat, 7 Agustus 2026 | 22:13:34
|
|
|---|
| Padang Dikepung Banjir: Ketinggian Air 1,5 Meter, Warga Terjebak, Evakuasi Terus Berlangsung
Senin, 3 Agustus 2026 | 20:11:19
|
|
|---|
| Transaksi Narkoba di Pelalawan Digerebek, Tersangka Panik dan Buang "BB' Sabu ke Belakang Pondok
Jumat, 7 Agustus 2026 | 22:26:29
|
|
|---|
| Cair Mulai Hari Ini, 490 Pemda Bersiap Terima Dana Bantuan Pusat dengan Total Rp20,5 Triliun
Jumat, 7 Agustus 2026 | 22:19:14
|
|
|---|
| Dua Pelaku Curanmor Spesialis Kos-kosan Diringkus Reskrim Polsek Sukajadi
Jumat, 7 Agustus 2026 | 22:15:55
|
|
|---|
| Polda Riau Tangkap 6 Penambang Emas Ilegal di Kuansing, Pemodal Diburu
Jumat, 7 Agustus 2026 | 22:13:34
|
|
|---|
| VIRAL, Motor Nyasar Masuk Tol Pekanbaru-Dumai, Polisi: Pengendara Diduga Alami Gangguan
Senin, 3 Agustus 2026 | 20:05:24
|
|---|
| Padang Dikepung Banjir: Ketinggian Air 1,5 Meter, Warga Terjebak, Evakuasi Terus Berlangsung
Senin, 3 Agustus 2026 | 20:11:19
|
|---|
| Motor Petani di Pelalawan Dicuri Saat Subuh, Polisi Tangkap Satu Pelaku dan Kejar Rekannya
Senin, 3 Agustus 2026 | 20:08:06
|
|---|
| Transaksi Narkoba di Pelalawan Digerebek, Tersangka Panik dan Buang "BB' Sabu ke Belakang Pondok
Jumat, 7 Agustus 2026 | 22:26:29
|
|---|
| Motor Petani di Pelalawan Dicuri Saat Subuh, Polisi Tangkap Satu Pelaku dan Kejar Rekannya
Senin, 3 Agustus 2026 | 20:08:06
|
|
|---|
| VIRAL, Motor Nyasar Masuk Tol Pekanbaru-Dumai, Polisi: Pengendara Diduga Alami Gangguan
Senin, 3 Agustus 2026 | 20:05:24
|
|
|---|
| Divonis 2 Tahun, Arief Setiawan Pikir-pikir Banding, Dani Nursalam Langsung Terima Putusan
Kamis, 30 Juli 2026 | 18:31:16
|
|
|---|
| Terbukti Bersalah, Abdul Wahid Divonis 2 Tahun Penjara dan Denda Rp200 Juta
Kamis, 30 Juli 2026 | 18:27:14
|
|
|---|
| Dani M Nursalam Divonis 2 Tahun, Kuasa Hukum: Keterangan sebagai Saksi Mahkota Terbukti
Kamis, 30 Juli 2026 | 18:23:34
|
|
|---|
Wisata Edukasi di Perpustakaan Soeman HS |
Mal Pelayanan Publik Kota Pekanbaru |
|---|---|
Investasi Kawasan Industri Tenayan Pekanbaru
| Protokol Isolasi Mandiri |
| Pengakuan Tersangka Narkoba: Napi Kabur Diduga Rutin Keluar Lapas, Sipir Disebut Terima Rp30 Juta per Bulan
Senin, 27 Juli 2026 | 20:55:36
|
|
|---|
| Napi Kabur dari Lapas Pekanbaru Diduga "Otak" Penyelundupan Sabu di Bandara SSK II
Senin, 27 Juli 2026 | 20:51:59
|
|
|---|
| Gudang Narkoba di Pekanbaru Digerebek, Kurir Ditangkap dengan 4 Kg Sabu dan Puluhan Ribu Ekstasi
Jumat, 24 Juli 2026 | 10:24:11
|
|
|---|
| Truk Bermuatan 40 Ton Lintasi Jalan Kelas III, Fahrizal Minta Izin PT Ekasapta Paramita Energi Dicabut
Jumat, 24 Juli 2026 | 10:21:31
|
|
|---|
| Pelajar Tewas Usai Perkelahian di Pekanbaru, Keluarga Desak Polda Riau Percepat Penyidikan
Rabu, 22 Juli 2026 | 18:36:41
|
|
|---|