
| |
Dua Bulan Berlalu, Laporan Dugaan Pengeroyokan di Pelalawan Belum Berujung Kepastian Hukum
Senin, 7 September 2026 | 11:03:17 |
|---|
| |
Selisih Paham Berujung Maut, Seorang Warga Pelalawan Tewas Dikeroyok Empat Tetangganya
Rabu, 9 September 2026 | 12:22:33 |
|---|
| |
Proyek Jalan Rp6,9 Miliar di Pelalawan Dipertanyakan, Data LPSE dan Fakta Lapangan Tak Sinkron
Selasa, 8 September 2026 | 17:44:43 |
|---|
| |
Sidang Kasus Penghilangan Fasos Villa Karya Bakti Berlanjut 3 September, Budi Darmawan Jadi Tahanan Kota
Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:12:53 |
|---|
| |
Puluhan Ponton PETI Muncul Lagi di Kuansing, Klaim Polda Riau Bersihkan Sungai Kuantan Dipertanyakan
Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:10:08 |
|---|
| |
WALHI Riau: Green Policing Harus Berujung Sanksi Tegas bagi Pelaku Karhutla
Selasa, 25 Agustus 2026 | 16:06:06 |
|---|
JENEWA - Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) pada Rabu (14/1/2026) mengonfirmasi bahwa 2025 merupakan salah satu dari tiga tahun terpanas dalam sejarah, memperpanjang rentetan catatan suhu global yang sangat tinggi.
Rata-rata suhu permukaan global pada 2025 tercatat 1,44 derajat Celsius di atas rata-rata 1850-1900, sebut analisis gabungan WMO dari delapan kumpulan data (dataset).
Dua dari dataset tersebut menempatkan 2025 sebagai tahun terpanas kedua dalam periode pencatatan selama 176 tahun, sementara enam dataset lainnya menetapkan 2025 sebagai tahun terpanas ketiga, urai WMO dalam sebuah rilis pers.
Tiga tahun terakhir, yaitu 2023, 2024, dan 2025, merupakan tiga tahun terpanas di keseluruhan delapan dataset itu. Rata-rata suhu gabungan tiga tahun untuk 2023-2025 tercatat 1,48 derajat Celsius di atas level praindustri.
"Tahun 2025 dimulai dan diakhiri dengan mendinginnya kondisi La Nina, namun tetap tercatat sebagai salah satu tahun terpanas dalam sejarah akibat akumulasi gas rumah kaca yang memerangkap panas di atmosfer," ujar Sekretaris Jenderal WMO Celeste Saulo.
Saulo menambahkan bahwa tingginya suhu daratan dan laut membantu memicu berbagai peristiwa cuaca ekstrem, termasuk gelombang panas, hujan lebat, dan siklon tropis yang intens, menggarisbawahi pentingnya sistem peringatan dini.
Menurut WMO, sebuah studi terpisah yang dipublikasikan dalam jurnal Advances in Atmospheric Sciences menemukan bahwa suhu laut pada 2025 juga termasuk yang tertinggi dalam sejarah, mencerminkan akumulasi panas jangka panjang dalam sistem iklim.
Sekitar 90 persen ekses panas dari pemanasan global tersimpan di laut, menjadikan panas lautan sebagai indikator krusial perubahan iklim. (**)
| |
AMPLANG, KULINER KHAS INHIL - PESONA WISATA KULINER
Kamis, 2 Maret 2023 | 21:37:48 |
|---|
| |
Wisata Edukasi di Perpustakaan Soeman HS
Senin, 7 November 2022 | 22:26:22 |
|---|
| |
Mal Pelayanan Publik Kota Pekanbaru
Senin, 7 November 2022 | 22:24:20 |
|---|
| ☰ | |
×
|
|---|
JENEWA - Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) pada Rabu (14/1/2026) mengonfirmasi bahwa 2025 merupakan salah satu dari tiga tahun terpanas dalam sejarah, memperpanjang rentetan catatan suhu global yang sangat tinggi.
Rata-rata suhu permukaan global pada 2025 tercatat 1,44 derajat Celsius di atas rata-rata 1850-1900, sebut analisis gabungan WMO dari delapan kumpulan data (dataset).
Dua dari dataset tersebut menempatkan 2025 sebagai tahun terpanas kedua dalam periode pencatatan selama 176 tahun, sementara enam dataset lainnya menetapkan 2025 sebagai tahun terpanas ketiga, urai WMO dalam sebuah rilis pers.
Tiga tahun terakhir, yaitu 2023, 2024, dan 2025, merupakan tiga tahun terpanas di keseluruhan delapan dataset itu. Rata-rata suhu gabungan tiga tahun untuk 2023-2025 tercatat 1,48 derajat Celsius di atas level praindustri.
"Tahun 2025 dimulai dan diakhiri dengan mendinginnya kondisi La Nina, namun tetap tercatat sebagai salah satu tahun terpanas dalam sejarah akibat akumulasi gas rumah kaca yang memerangkap panas di atmosfer," ujar Sekretaris Jenderal WMO Celeste Saulo.
Saulo menambahkan bahwa tingginya suhu daratan dan laut membantu memicu berbagai peristiwa cuaca ekstrem, termasuk gelombang panas, hujan lebat, dan siklon tropis yang intens, menggarisbawahi pentingnya sistem peringatan dini.
Menurut WMO, sebuah studi terpisah yang dipublikasikan dalam jurnal Advances in Atmospheric Sciences menemukan bahwa suhu laut pada 2025 juga termasuk yang tertinggi dalam sejarah, mencerminkan akumulasi panas jangka panjang dalam sistem iklim.
Sekitar 90 persen ekses panas dari pemanasan global tersimpan di laut, menjadikan panas lautan sebagai indikator krusial perubahan iklim. (**)
| |
Selisih Paham Berujung Maut, Seorang Warga...
Rabu, 9 September 2026 | 12:22:33
|
|---|
| |
10.783 Warga Riau Terserang ISPA, Ribuan Balita...
Selasa, 8 September 2026 | 18:13:51
|
|---|
| |
Proyek Jalan Rp6,9 Miliar di Pelalawan...
Selasa, 8 September 2026 | 17:44:43
|
|---|
| |
Sudah Diperingatkan, TH Tetap Bakar Lahan hingga...
Senin, 7 September 2026 | 11:15:36
|
|---|
| Optimalisasi Hak Kesehatan WBP, Lapas Bagansiapiapi Gandeng RS Cahaya Ujung Tanjung
Rabu, 9 September 2026 | 20:32:36
|
|
|---|
| Selisih Paham Berujung Maut, Seorang Warga Pelalawan Tewas Dikeroyok Empat Tetangganya
Rabu, 9 September 2026 | 12:22:33
|
|
|---|
| 10.783 Warga Riau Terserang ISPA, Ribuan Balita dan Anak Jadi Korban
Selasa, 8 September 2026 | 18:13:51
|
|
|---|
| Proyek Jalan Rp6,9 Miliar di Pelalawan Dipertanyakan, Data LPSE dan Fakta Lapangan Tak Sinkron
Selasa, 8 September 2026 | 17:44:43
|
|
|---|
| Sudah Diperingatkan, TH Tetap Bakar Lahan hingga 85 Hektare di Meranti, Kini Jadi Tersangka
Senin, 7 September 2026 | 11:15:36
|
|
|---|
| Optimalisasi Hak Kesehatan WBP, Lapas Bagansiapiapi Gandeng RS Cahaya Ujung Tanjung
Rabu, 9 September 2026 | 20:32:36
|
|
|---|
| Selisih Paham Berujung Maut, Seorang Warga Pelalawan Tewas Dikeroyok Empat Tetangganya
Rabu, 9 September 2026 | 12:22:33
|
|
|---|
| 10.783 Warga Riau Terserang ISPA, Ribuan Balita dan Anak Jadi Korban
Selasa, 8 September 2026 | 18:13:51
|
|
|---|
| Proyek Jalan Rp6,9 Miliar di Pelalawan Dipertanyakan, Data LPSE dan Fakta Lapangan Tak Sinkron
Selasa, 8 September 2026 | 17:44:43
|
|
|---|
| Dua Bulan Berlalu, Laporan Dugaan Pengeroyokan di Pelalawan Belum Berujung Kepastian Hukum
Senin, 7 September 2026 | 11:03:17
|
|---|
| Selisih Paham Berujung Maut, Seorang Warga Pelalawan Tewas Dikeroyok Empat Tetangganya
Rabu, 9 September 2026 | 12:22:33
|
|---|
| Proyek Jalan Rp6,9 Miliar di Pelalawan Dipertanyakan, Data LPSE dan Fakta Lapangan Tak Sinkron
Selasa, 8 September 2026 | 17:44:43
|
|---|
| Sudah Diperingatkan, TH Tetap Bakar Lahan hingga 85 Hektare di Meranti, Kini Jadi Tersangka
Senin, 7 September 2026 | 11:15:36
|
|---|
| Dua Bulan Berlalu, Laporan Dugaan Pengeroyokan di Pelalawan Belum Berujung Kepastian Hukum
Senin, 7 September 2026 | 11:03:17
|
|
|---|
| Apartemen Pavilion Tanah Abang Terbakar, Damkar Kerahkan 23 Armada, 14 Orang Berhasil Dievakuasi
Jumat, 4 September 2026 | 19:43:49
|
|
|---|
| Tragedi Banjir Nepal-China: 9 Hari Terkubur, Dua Pekerja Terowongan PLTA Diselamatkan Hidup-Hidup
Jumat, 4 September 2026 | 19:38:26
|
|
|---|
| Minta Rp600 Juta Agar Anak Lolos IPDN, Pria di Pekanbaru Diamankan Polisi
Jumat, 4 September 2026 | 19:33:17
|
|
|---|
| Penyerangan Warga di Tambusai Utara Berujung 9 Orang Ditahan, Para Pelaku Diduga Dibayar Rp300 Ribu
Jumat, 4 September 2026 | 19:29:01
|
|
|---|
Wisata Edukasi di Perpustakaan Soeman HS |
Mal Pelayanan Publik Kota Pekanbaru |
|---|---|
Investasi Kawasan Industri Tenayan Pekanbaru
| Protokol Isolasi Mandiri |
| DPRD Riau Soroti Pemda: Jangan Sampai Belanja Stabil, tapi Pembangunan Tidak Ada
Selasa, 1 September 2026 | 21:09:59
|
|
|---|
| Ajudan Abdul Wahid Didakwa Terlibat Pengumpulan Rp3,55 Miliar dari Kepala UPT PUPR Riau
Senin, 31 Agustus 2026 | 21:14:57
|
|
|---|
| WALHI Riau: Green Policing Harus Berujung Sanksi Tegas bagi Pelaku Karhutla
Selasa, 25 Agustus 2026 | 16:06:06
|
|
|---|
| Sidang Kasus Penghilangan Fasos Villa Karya Bakti Berlanjut 3 September, Budi Darmawan Jadi Tahanan Kota
Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:12:53
|
|
|---|
| Puluhan Ponton PETI Muncul Lagi di Kuansing, Klaim Polda Riau Bersihkan Sungai Kuantan Dipertanyakan
Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:10:08
|
|
|---|