Kado HUT ke-242 Pekanbaru: Kue Talam Durian Sepanjang 1,1 Kilometer Pecahkan Rekor MURI
Editor: adminredaksi77 | Reporter : Bang Tun
Minggu, 21 Juni 2026 | 16:34:12

PEKANBARU – Minggu (21/6/202) pagi di Jalan Jenderal Sudirman Pekanbaru tak seperti biasanya. Ribuan warga memadati kawasan Car Free Day (CFD), bukan sekadar untuk berolahraga atau menikmati akhir pekan, melainkan menjadi saksi lahirnya sebuah catatan sejarah baru bagi Kota Pekanbaru.

Di sepanjang jalan protokol tersebut, terbentang kue talam durian sepanjang 1,1 kilometer. Kue tradisional khas Melayu yang selama ini akrab di meja-meja keluarga kini tampil dalam ukuran luar biasa dan berhasil mengantarkan Pekanbaru meraih rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai kue talam durian terpanjang.

Hamparan kue berwarna kuning keemasan itu menjadi magnet bagi masyarakat. Sejak pagi, warga dari berbagai penjuru kota berdatangan untuk melihat langsung sekaligus merasakan kebersamaan dalam perayaan Hari Jadi ke-242 Kota Pekanbaru.

Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho menyebut pencapaian tersebut sebagai hadiah istimewa bagi masyarakat. Menurutnya, rekor ini bukan sekadar soal panjangnya kue, tetapi tentang semangat gotong royong dan kebanggaan terhadap warisan kuliner daerah.

"Hari ini ada 1,1 kilometer kue talam durian yang kita pajang di Jalan Sudirman. Ini hadiah untuk Kota Pekanbaru," ujar Agung di hadapan ribuan warga.

Antusiasme masyarakat yang begitu besar bahkan sempat membuat proses verifikasi tim MURI mengalami kendala. Petugas penilai kesulitan menjangkau ujung barisan kue karena padatnya pengunjung yang memadati lokasi.

Meski demikian, pencapaian tersebut tetap diakui dan dicatat sebagai yang terpanjang. Keberhasilan ini menambah daftar prestasi Kota Pekanbaru setelah sebelumnya mencatatkan rekor pernikahan massal dengan peserta terbanyak.

Momen paling meriah terjadi ketika Agung mengajak warga menegaskan identitas kuliner kebanggaan daerah. Dengan gaya retoris, ia membandingkan sejumlah makanan khas dari berbagai kota di Indonesia sebelum menegaskan bahwa kue talam durian adalah milik Pekanbaru.

Seruan itu langsung disambut sorak-sorai warga yang memenuhi Jalan Sudirman. Bagi banyak orang, momen tersebut bukan sekadar perayaan rekor, tetapi juga bentuk pengakuan terhadap kekayaan budaya dan kuliner Melayu yang selama ini menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Riau.

Kemeriahan semakin terasa ketika ribuan warga menunggu pembagian kue talam durian secara gratis. Panitia menyiapkan sekitar 3.000 porsi untuk dibagikan kepada masyarakat. Meski sempat terjadi antrean panjang karena tingginya minat warga, situasi tetap terkendali.

Agung meminta masyarakat bersabar karena ribuan porsi lainnya masih disiapkan untuk didistribusikan. Imbauan itu disambut positif oleh warga yang tetap antusias menikmati suasana perayaan.

Di tengah euforia tersebut, Pemerintah Kota Pekanbaru ternyata telah menyiapkan target berikutnya. Pada peringatan Hari Kemerdekaan RI, 17 Agustus mendatang, Pemko berencana kembali mencetak rekor dengan menghadirkan pisang goreng kipas terbesar di dunia.

Bagi Agung, lautan manusia yang memenuhi Jalan Sudirman menjadi bukti kuatnya rasa kebersamaan masyarakat Pekanbaru. Kemacetan dan keramaian yang terjadi justru menjadi simbol semangat warga dalam merayakan identitas kotanya.

"Ini menunjukkan betapa kompaknya masyarakat Pekanbaru. Ke depan, kami akan terus menghadirkan program-program yang dekat dengan masyarakat dan membangkitkan kebanggaan terhadap kota ini," katanya.

Rekor kue talam durian sepanjang 1,1 kilometer itu akhirnya bukan hanya tentang angka. Ia menjadi simbol kebersamaan, kecintaan terhadap budaya lokal, dan optimisme sebuah kota yang terus berupaya memperkenalkan identitasnya kepada Indonesia, bahkan dunia. (btn)

Zona
hukum
Bisnis
Wisata Edukasi di Perpustakaan Soeman HS

Senin, 7 November 2022 | 22:26:22
Mal Pelayanan Publik Kota Pekanbaru

Senin, 7 November 2022 | 22:24:20
nasional
internasional
profil
otomotif
Artikel Pilihan
Kado HUT ke-242 Pekanbaru: Kue Talam Durian Sepanjang 1,1 Kilometer Pecahkan Rekor MURI | Redaksi77.co
☰
×
Home /pekanbaru
Kado HUT ke-242 Pekanbaru: Kue Talam Durian Sepanjang 1,1 Kilometer Pecahkan Rekor MURI
Editor : adminredaksi77 | Penulis: Bang Tun
Minggu, 21 Juni 2026 | 16:34:12

PEKANBARU – Minggu (21/6/202) pagi di Jalan Jenderal Sudirman Pekanbaru tak seperti biasanya. Ribuan warga memadati kawasan Car Free Day (CFD), bukan sekadar untuk berolahraga atau menikmati akhir pekan, melainkan menjadi saksi lahirnya sebuah catatan sejarah baru bagi Kota Pekanbaru.

Di sepanjang jalan protokol tersebut, terbentang kue talam durian sepanjang 1,1 kilometer. Kue tradisional khas Melayu yang selama ini akrab di meja-meja keluarga kini tampil dalam ukuran luar biasa dan berhasil mengantarkan Pekanbaru meraih rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai kue talam durian terpanjang.

Hamparan kue berwarna kuning keemasan itu menjadi magnet bagi masyarakat. Sejak pagi, warga dari berbagai penjuru kota berdatangan untuk melihat langsung sekaligus merasakan kebersamaan dalam perayaan Hari Jadi ke-242 Kota Pekanbaru.

Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho menyebut pencapaian tersebut sebagai hadiah istimewa bagi masyarakat. Menurutnya, rekor ini bukan sekadar soal panjangnya kue, tetapi tentang semangat gotong royong dan kebanggaan terhadap warisan kuliner daerah.

"Hari ini ada 1,1 kilometer kue talam durian yang kita pajang di Jalan Sudirman. Ini hadiah untuk Kota Pekanbaru," ujar Agung di hadapan ribuan warga.

Antusiasme masyarakat yang begitu besar bahkan sempat membuat proses verifikasi tim MURI mengalami kendala. Petugas penilai kesulitan menjangkau ujung barisan kue karena padatnya pengunjung yang memadati lokasi.

Meski demikian, pencapaian tersebut tetap diakui dan dicatat sebagai yang terpanjang. Keberhasilan ini menambah daftar prestasi Kota Pekanbaru setelah sebelumnya mencatatkan rekor pernikahan massal dengan peserta terbanyak.

Momen paling meriah terjadi ketika Agung mengajak warga menegaskan identitas kuliner kebanggaan daerah. Dengan gaya retoris, ia membandingkan sejumlah makanan khas dari berbagai kota di Indonesia sebelum menegaskan bahwa kue talam durian adalah milik Pekanbaru.

Seruan itu langsung disambut sorak-sorai warga yang memenuhi Jalan Sudirman. Bagi banyak orang, momen tersebut bukan sekadar perayaan rekor, tetapi juga bentuk pengakuan terhadap kekayaan budaya dan kuliner Melayu yang selama ini menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Riau.

Kemeriahan semakin terasa ketika ribuan warga menunggu pembagian kue talam durian secara gratis. Panitia menyiapkan sekitar 3.000 porsi untuk dibagikan kepada masyarakat. Meski sempat terjadi antrean panjang karena tingginya minat warga, situasi tetap terkendali.

Agung meminta masyarakat bersabar karena ribuan porsi lainnya masih disiapkan untuk didistribusikan. Imbauan itu disambut positif oleh warga yang tetap antusias menikmati suasana perayaan.

Di tengah euforia tersebut, Pemerintah Kota Pekanbaru ternyata telah menyiapkan target berikutnya. Pada peringatan Hari Kemerdekaan RI, 17 Agustus mendatang, Pemko berencana kembali mencetak rekor dengan menghadirkan pisang goreng kipas terbesar di dunia.

Bagi Agung, lautan manusia yang memenuhi Jalan Sudirman menjadi bukti kuatnya rasa kebersamaan masyarakat Pekanbaru. Kemacetan dan keramaian yang terjadi justru menjadi simbol semangat warga dalam merayakan identitas kotanya.

"Ini menunjukkan betapa kompaknya masyarakat Pekanbaru. Ke depan, kami akan terus menghadirkan program-program yang dekat dengan masyarakat dan membangkitkan kebanggaan terhadap kota ini," katanya.

Rekor kue talam durian sepanjang 1,1 kilometer itu akhirnya bukan hanya tentang angka. Ia menjadi simbol kebersamaan, kecintaan terhadap budaya lokal, dan optimisme sebuah kota yang terus berupaya memperkenalkan identitasnya kepada Indonesia, bahkan dunia. (btn)

Pilihan Editor
Digelar Awal November, Rektor UIR Dukung Penuh...

Jumat, 16 Oktober 2026 | 20:52:49
JMSI Riau Resmi Berkantor di Jalan Sumatera,...

Kamis, 8 Oktober 2026 | 20:36:01
Artikel Populer
Wisata Edukasi di Perpustakaan Soeman HS
Mal Pelayanan Publik Kota Pekanbaru
Investasi Kawasan Industri Tenayan Pekanbaru
Protokol Isolasi Mandiri