BBPOM dan Komisi IX DPR RI Edukasi Pangan Aman untuk Cegah Stunting, Warga Tapung Hulu Antusias
Editor: adminredaksi77 | Reporter : Rico
Minggu, 31 Mei 2026 | 15:31:25

KAMPAR – Ratusan warga Dusun III Desa Sumber Sari, Kecamatan Tapung Hulu, Kabupaten Kampar, antusias mengikuti kegiatan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) tentang pangan aman dan pencegahan stunting yang digelar Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOMi Pekanbaru bersama Anggota Komisi IX DPR RI, Ir. H. Sahidin, Sabtu (30/5/2026).

Kegiatan yang berlangsung di tengah masyarakat itu dihadiri berbagai elemen, mulai dari ibu hamil, ibu menyusui, orang tua balita, kader Posyandu, kader PKK, hingga tokoh masyarakat dan perangkat desa. Kehadiran peserta yang memadati lokasi menunjukkan tingginya perhatian warga terhadap isu kesehatan keluarga dan tumbuh kembang anak.

Dalam sambutannya, Anggota Komisi IX DPR RI, Ir. H. Sahidin, menegaskan bahwa keluarga memegang peranan penting dalam upaya meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat sekaligus menekan angka stunting.

Menurutnya, keberhasilan program percepatan penurunan stunting tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah, melainkan membutuhkan kolaborasi seluruh pihak, termasuk masyarakat sebagai garda terdepan dalam menjaga kesehatan keluarga.

“Perbaikan gizi dan kesehatan harus dimulai dari keluarga. Kolaborasi seluruh pihak menjadi kunci dalam upaya percepatan penurunan stunting,” ujar Sahidin.

Sementara itu, narasumber dari BBPOM di Pekanbaru, Alex Sander, mengajak masyarakat lebih cermat dalam memilih produk makanan dan obat-obatan yang aman dikonsumsi. Edukasi tersebut menjadi bagian penting dalam upaya pencegahan stunting sejak dini.

Dalam pemaparannya, Alex memperkenalkan prinsip “Cek KLIK”, yakni Cek Kemasan, Label, Izin Edar, dan Kedaluwarsa sebelum membeli maupun mengonsumsi produk pangan dan obat.

Ia menjelaskan, pangan yang aman dan bebas dari bahan berbahaya merupakan fondasi penting dalam memenuhi kebutuhan gizi anak, terutama pada masa pertumbuhan.

“Kesadaran masyarakat dalam memilih produk yang aman sangat penting untuk mendukung tumbuh kembang anak dan mencegah terjadinya stunting,” jelasnya.

Kegiatan berlangsung interaktif dan penuh antusiasme. Pada sesi diskusi, peserta aktif mengajukan pertanyaan seputar keamanan pangan, gizi keluarga, hingga upaya pencegahan stunting. Suasana semakin meriah dengan kuis berhadiah yang disambut antusias warga.

Banyak peserta mampu menjawab pertanyaan yang diberikan narasumber dengan tepat. Hal ini menunjukkan materi yang disampaikan dapat diterima dan dipahami dengan baik oleh masyarakat.

Melalui kegiatan edukasi tersebut, BBPOM Pekanbaru bersama Komisi IX DPR RI berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pangan aman dan pemenuhan gizi keluarga terus meningkat. Dengan demikian, upaya mewujudkan generasi yang sehat, berkualitas, dan bebas stunting dapat semakin cepat terwujud, khususnya di Desa Sumber Sari. (rco)

Zona
hukum
Bisnis
Wisata Edukasi di Perpustakaan Soeman HS

Senin, 7 November 2022 | 22:26:22
Mal Pelayanan Publik Kota Pekanbaru

Senin, 7 November 2022 | 22:24:20
nasional
internasional
profil
otomotif
Artikel Pilihan
BBPOM dan Komisi IX DPR RI Edukasi Pangan Aman untuk Cegah Stunting, Warga Tapung Hulu Antusias | Redaksi77.co
×
Home /kampar
BBPOM dan Komisi IX DPR RI Edukasi Pangan Aman untuk Cegah Stunting, Warga Tapung Hulu Antusias
Editor : adminredaksi77 | Penulis: Rico
Minggu, 31 Mei 2026 | 15:31:25

KAMPAR – Ratusan warga Dusun III Desa Sumber Sari, Kecamatan Tapung Hulu, Kabupaten Kampar, antusias mengikuti kegiatan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) tentang pangan aman dan pencegahan stunting yang digelar Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOMi Pekanbaru bersama Anggota Komisi IX DPR RI, Ir. H. Sahidin, Sabtu (30/5/2026).

Kegiatan yang berlangsung di tengah masyarakat itu dihadiri berbagai elemen, mulai dari ibu hamil, ibu menyusui, orang tua balita, kader Posyandu, kader PKK, hingga tokoh masyarakat dan perangkat desa. Kehadiran peserta yang memadati lokasi menunjukkan tingginya perhatian warga terhadap isu kesehatan keluarga dan tumbuh kembang anak.

Dalam sambutannya, Anggota Komisi IX DPR RI, Ir. H. Sahidin, menegaskan bahwa keluarga memegang peranan penting dalam upaya meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat sekaligus menekan angka stunting.

Menurutnya, keberhasilan program percepatan penurunan stunting tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah, melainkan membutuhkan kolaborasi seluruh pihak, termasuk masyarakat sebagai garda terdepan dalam menjaga kesehatan keluarga.

“Perbaikan gizi dan kesehatan harus dimulai dari keluarga. Kolaborasi seluruh pihak menjadi kunci dalam upaya percepatan penurunan stunting,” ujar Sahidin.

Sementara itu, narasumber dari BBPOM di Pekanbaru, Alex Sander, mengajak masyarakat lebih cermat dalam memilih produk makanan dan obat-obatan yang aman dikonsumsi. Edukasi tersebut menjadi bagian penting dalam upaya pencegahan stunting sejak dini.

Dalam pemaparannya, Alex memperkenalkan prinsip “Cek KLIK”, yakni Cek Kemasan, Label, Izin Edar, dan Kedaluwarsa sebelum membeli maupun mengonsumsi produk pangan dan obat.

Ia menjelaskan, pangan yang aman dan bebas dari bahan berbahaya merupakan fondasi penting dalam memenuhi kebutuhan gizi anak, terutama pada masa pertumbuhan.

“Kesadaran masyarakat dalam memilih produk yang aman sangat penting untuk mendukung tumbuh kembang anak dan mencegah terjadinya stunting,” jelasnya.

Kegiatan berlangsung interaktif dan penuh antusiasme. Pada sesi diskusi, peserta aktif mengajukan pertanyaan seputar keamanan pangan, gizi keluarga, hingga upaya pencegahan stunting. Suasana semakin meriah dengan kuis berhadiah yang disambut antusias warga.

Banyak peserta mampu menjawab pertanyaan yang diberikan narasumber dengan tepat. Hal ini menunjukkan materi yang disampaikan dapat diterima dan dipahami dengan baik oleh masyarakat.

Melalui kegiatan edukasi tersebut, BBPOM Pekanbaru bersama Komisi IX DPR RI berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pangan aman dan pemenuhan gizi keluarga terus meningkat. Dengan demikian, upaya mewujudkan generasi yang sehat, berkualitas, dan bebas stunting dapat semakin cepat terwujud, khususnya di Desa Sumber Sari. (rco)

Pilihan Editor
Artikel Populer
Wisata Edukasi di Perpustakaan Soeman HS
Mal Pelayanan Publik Kota Pekanbaru
Investasi Kawasan Industri Tenayan Pekanbaru
Protokol Isolasi Mandiri