
| |
Merasa Dicemarkan, Suami ASN Setwan Pekanbaru Adukan Tiga Media Online dan Akun TikTok ke Polda Riau
Senin, 5 Oktober 2026 | 21:23:46 |
|---|
| |
Dugaan KKN di Balik Rekomendasi Pembatalan 643 SHM di Siak Dilaporkan ke KPK
Senin, 28 September 2026 | 17:03:09 |
|---|
| |
14 Bulan Jadi Kapolres, AKBP John Louis Letedara Pamit Kepada Insan Pers Pelalawan
Jumat, 25 September 2026 | 20:02:11 |
|---|
| |
Zulmaeta Buka Suara soal Dugaan Penipuan di Polda Riau, Ungkap Transaksi Saham dan Tanah Rp9,6 Miliar
Senin, 5 Oktober 2026 | 21:20:03 |
|---|
| |
Purnawirawan Polisi Jadi Tersangka Kasus Sabu, 9 Paket Diamankan di Pelalawan
Jumat, 25 September 2026 | 19:58:33 |
|---|
| |
Puluhan Wartawan Sudah Daftar, JMSI Riau Segera Gelar UKW Muda, Madya dan Utama
Senin, 28 September 2026 | 19:17:03 |
|---|
SIAK - Puluhan dokter spesialis di Kabupaten Siak akhirnya angkat suara. Sebanyak 38 tenaga medis itu mendatangi DPRD Siak dalam rapat dengar pendapat bersama pemerintah daerah, Senin (30/3/2026), untuk menuntut kejelasan pembayaran tunjangan kelangkaan yang telah tertunggak selama enam bulan.
Dalam forum tersebut, Sekretaris Badan Keuangan Daerah Siak, Rory Erlangga, mengakui adanya tunggakan pembayaran. Ia menyebut, tunjangan untuk September hingga Oktober 2025 belum dibayarkan dan telah dicatat sebagai utang pemerintah daerah. Namun, untuk November hingga Desember 2025 dipastikan tidak dapat direalisasikan karena keterbatasan anggaran akibat efisiensi.
Pernyataan itu langsung memicu reaksi keras dari para dokter. Salah satu dokter spesialis, Dina Refi, mengungkapkan bahwa sejak September mereka tidak menerima pembayaran penuh. Bahkan pada Januari, pembayaran hanya dilakukan sebesar 50 persen.
“Kami tidak dibayar selama enam bulan sejak September, Januari hanya dibayar 50 persen. Berbeda dengan dokter spesialis kontrak yang dibayar penuh tanpa potongan,” ujarnya dalam rapat.
Dina juga mendesak pemerintah daerah segera memenuhi kewajiban atas hak yang telah mereka kerjakan. Ia menegaskan, jika kondisi ini terus berlanjut, para dokter meminta diberikan kemudahan untuk mutasi ke daerah lain.
“Kalau daerah ini sudah tidak sanggup membayar, kami mohon dipermudah untuk mutasi ke tempat lain agar kami bisa mendapatkan kehidupan yang lebih layak,” katanya.
Ketegangan dalam rapat semakin meningkat saat sejumlah dokter menyampaikan kekecewaan secara terbuka. Bahkan, dokter spesialis patologi klinik, Adisti Adzlin, tak kuasa menahan emosi dan menangis usai mendengar penjelasan dari Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Siak, Handry.
“Tidak enak kalau saya pendam, kejadian seperti ini karena Handry, semua tanggung jawabnya sebagai Plt Kepala Dinas,” ujar Adisti.
Situasi ini menyoroti kontras kebijakan Pemerintah Kabupaten Siak. Di tengah alasan efisiensi anggaran, tunjangan tenaga medis justru dipangkas, sementara kebutuhan layanan kesehatan tetap berjalan. Para dokter pun berharap DPRD Siak dapat menjembatani persoalan ini dan mendorong pemerintah segera mengambil langkah konkret. (rco)
| |
AMPLANG, KULINER KHAS INHIL - PESONA WISATA KULINER
Kamis, 2 Maret 2023 | 21:37:48 |
|---|
| |
Wisata Edukasi di Perpustakaan Soeman HS
Senin, 7 November 2022 | 22:26:22 |
|---|
| |
Mal Pelayanan Publik Kota Pekanbaru
Senin, 7 November 2022 | 22:24:20 |
|---|
| ☰ | |
×
|
|---|
SIAK - Puluhan dokter spesialis di Kabupaten Siak akhirnya angkat suara. Sebanyak 38 tenaga medis itu mendatangi DPRD Siak dalam rapat dengar pendapat bersama pemerintah daerah, Senin (30/3/2026), untuk menuntut kejelasan pembayaran tunjangan kelangkaan yang telah tertunggak selama enam bulan.
Dalam forum tersebut, Sekretaris Badan Keuangan Daerah Siak, Rory Erlangga, mengakui adanya tunggakan pembayaran. Ia menyebut, tunjangan untuk September hingga Oktober 2025 belum dibayarkan dan telah dicatat sebagai utang pemerintah daerah. Namun, untuk November hingga Desember 2025 dipastikan tidak dapat direalisasikan karena keterbatasan anggaran akibat efisiensi.
Pernyataan itu langsung memicu reaksi keras dari para dokter. Salah satu dokter spesialis, Dina Refi, mengungkapkan bahwa sejak September mereka tidak menerima pembayaran penuh. Bahkan pada Januari, pembayaran hanya dilakukan sebesar 50 persen.
“Kami tidak dibayar selama enam bulan sejak September, Januari hanya dibayar 50 persen. Berbeda dengan dokter spesialis kontrak yang dibayar penuh tanpa potongan,” ujarnya dalam rapat.
Dina juga mendesak pemerintah daerah segera memenuhi kewajiban atas hak yang telah mereka kerjakan. Ia menegaskan, jika kondisi ini terus berlanjut, para dokter meminta diberikan kemudahan untuk mutasi ke daerah lain.
“Kalau daerah ini sudah tidak sanggup membayar, kami mohon dipermudah untuk mutasi ke tempat lain agar kami bisa mendapatkan kehidupan yang lebih layak,” katanya.
Ketegangan dalam rapat semakin meningkat saat sejumlah dokter menyampaikan kekecewaan secara terbuka. Bahkan, dokter spesialis patologi klinik, Adisti Adzlin, tak kuasa menahan emosi dan menangis usai mendengar penjelasan dari Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Siak, Handry.
“Tidak enak kalau saya pendam, kejadian seperti ini karena Handry, semua tanggung jawabnya sebagai Plt Kepala Dinas,” ujar Adisti.
Situasi ini menyoroti kontras kebijakan Pemerintah Kabupaten Siak. Di tengah alasan efisiensi anggaran, tunjangan tenaga medis justru dipangkas, sementara kebutuhan layanan kesehatan tetap berjalan. Para dokter pun berharap DPRD Siak dapat menjembatani persoalan ini dan mendorong pemerintah segera mengambil langkah konkret. (rco)
| |
Digelar Awal November, Rektor UIR Dukung Penuh...
Jumat, 16 Oktober 2026 | 20:52:49
|
|---|
| |
JMSI Riau Resmi Berkantor di Jalan Sumatera,...
Kamis, 8 Oktober 2026 | 20:36:01
|
|---|
| |
Zulmaeta Buka Suara soal Dugaan Penipuan di Polda...
Senin, 5 Oktober 2026 | 21:20:03
|
|---|
| |
Vonis Banding PT Riau: Hukuman Gubernur Nonaktif...
Senin, 5 Oktober 2026 | 21:16:08
|
|---|
| Digelar Awal November, Rektor UIR Dukung Penuh Seminar dan UKW JMSI Riau
Jumat, 16 Oktober 2026 | 20:52:49
|
|
|---|
| JMSI Riau Resmi Berkantor di Jalan Sumatera, Dheni Kurnia: Kita Pulang Kampung
Kamis, 8 Oktober 2026 | 20:36:01
|
|
|---|
| Merasa Dicemarkan, Suami ASN Setwan Pekanbaru Adukan Tiga Media Online dan Akun TikTok ke Polda Riau
Senin, 5 Oktober 2026 | 21:23:46
|
|
|---|
| Zulmaeta Buka Suara soal Dugaan Penipuan di Polda Riau, Ungkap Transaksi Saham dan Tanah Rp9,6 Miliar
Senin, 5 Oktober 2026 | 21:20:03
|
|
|---|
| Vonis Banding PT Riau: Hukuman Gubernur Nonaktif Abdul Wahid Bertambah Jadi 4 Tahun
Senin, 5 Oktober 2026 | 21:16:08
|
|
|---|
| Digelar Awal November, Rektor UIR Dukung Penuh Seminar dan UKW JMSI Riau
Jumat, 16 Oktober 2026 | 20:52:49
|
|
|---|
| JMSI Riau Resmi Berkantor di Jalan Sumatera, Dheni Kurnia: Kita Pulang Kampung
Kamis, 8 Oktober 2026 | 20:36:01
|
|
|---|
| Merasa Dicemarkan, Suami ASN Setwan Pekanbaru Adukan Tiga Media Online dan Akun TikTok ke Polda Riau
Senin, 5 Oktober 2026 | 21:23:46
|
|
|---|
| Zulmaeta Buka Suara soal Dugaan Penipuan di Polda Riau, Ungkap Transaksi Saham dan Tanah Rp9,6 Miliar
Senin, 5 Oktober 2026 | 21:20:03
|
|
|---|
| Digelar Awal November, Rektor UIR Dukung Penuh Seminar dan UKW JMSI Riau
Jumat, 16 Oktober 2026 | 20:52:49
|
|---|
| Lima Daerah Pesisir Kompak Beri Dukungan, "Bola" Pemekaran Kini di Tangan Gubernur dan DPRD Riau
Minggu, 4 Oktober 2026 | 19:31:36
|
|
|---|
| Periksa 8 Kebun dan PKS di Kuansing, Gakkum Temukan Beragam Dugaan Pelanggaran Lingkungan
Minggu, 4 Oktober 2026 | 19:26:06
|
|
|---|
| Video Bupati Siak Viral, Wapres Gibran Langsung Terjunkan Tim Khusus ke Wilayah 3T
Minggu, 4 Oktober 2026 | 19:21:21
|
|
|---|
| Puluhan Wartawan Sudah Daftar, JMSI Riau Segera Gelar UKW Muda, Madya dan Utama
Senin, 28 September 2026 | 19:17:03
|
|
|---|
| Puluhan Wartawan Sudah Daftar, JMSI Riau Segera Gelar UKW Muda, Madya dan Utama
Senin, 28 September 2026 | 19:16:49
|
|
|---|
Wisata Edukasi di Perpustakaan Soeman HS |
Mal Pelayanan Publik Kota Pekanbaru |
|---|---|
Investasi Kawasan Industri Tenayan Pekanbaru
| Protokol Isolasi Mandiri |
| Dugaan KKN di Balik Rekomendasi Pembatalan 643 SHM di Siak Dilaporkan ke KPK
Senin, 28 September 2026 | 17:03:09
|
|
|---|
| Bendahara PAN Pelalawan Farenza Didakwa Beli 4 Paket Ganja Rp400 Ribu, 3 Paket Ditemukan di Mobil
Jumat, 25 September 2026 | 20:35:50
|
|
|---|
| Polresta Pekanbaru Bongkar Penipuan Modus Investasi Proyek, Korban Alami Kerugian Rp7,1 Miliar
Jumat, 25 September 2026 | 20:05:14
|
|
|---|
| 14 Bulan Jadi Kapolres, AKBP John Louis Letedara Pamit Kepada Insan Pers Pelalawan
Jumat, 25 September 2026 | 20:02:11
|
|
|---|
| Purnawirawan Polisi Jadi Tersangka Kasus Sabu, 9 Paket Diamankan di Pelalawan
Jumat, 25 September 2026 | 19:58:33
|
|
|---|