Harimau Sumatera Diduga Terkam Bocah 12 Tahun di Pelalawan, BBKSDA Riau: Satwa Masih Berkeliaran di Sekitar Lokasi
Editor: adminredaksi77 | Reporter : Rico
Jumat, 10 Juli 2026 | 13:18:36
Tim melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), identifikasi jejak, hingga memasang camera trap untuk memastikan keberadaan satwa. (Foto: Rico)

PEKANBARU – Konflik manusia dengan satwa liar kembali memakan korban jiwa di Riau. Seorang bocah berusia 12 tahun, Jerlin Zalukhu, meninggal dunia setelah diduga diterkam Harimau Sumatera di areal Hutan Tanaman Industri (HTI), Kecamatan Pelalawan, Kabupaten Pelalawan.

Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau mengungkapkan, hasil pemantauan pascakejadian menunjukkan Harimau Sumatera yang diduga menyerang korban masih berada di sekitar lokasi camp pekerja.

Kepala Balai Besar KSDA Riau, Supartono, mengatakan pihaknya langsung mengerahkan tim ke lokasi setelah menerima laporan insiden tersebut. Tim melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), identifikasi jejak, hingga memasang camera trap untuk memastikan keberadaan satwa.

"Berdasarkan informasi yang diperoleh tim di lapangan, peristiwa terjadi sekitar pukul 04.30 WIB. Korban saat itu berada di luar kamar mandi camp ketika pagar pelindung bagian belakang dalam kondisi terbuka akibat mengalami kerusakan," kata Supartono dalam keterangan tertulis, Jumat (10/7/2026).

Korban kemudian ditemukan sekitar 10 meter di belakang camp pekerja dengan luka di bagian leher kiri dan kanan. Lokasi kejadian berada di areal HTI yang berbatasan dengan habitat alami Harimau Sumatera, sekitar 5,3 kilometer dari Taman Nasional Zamrud dan 5,7 kilometer dari kawasan Restorasi Ekosistem Riau (RER).

Di sekitar lokasi, tim menemukan jejak Harimau Sumatera berukuran sekitar 16 sentimeter dengan jarak langkah mencapai 120 sentimeter. BBKSDA kemudian memperluas pemantauan menggunakan drone thermal pada malam hari.

"Hasil drone thermal menunjukkan Harimau Sumatera masih berada di sekitar lokasi kejadian," ujar Supartono.

Berdasarkan analisis sementara, keberadaan predator tersebut diduga dipicu adanya satwa mangsa yang dipelihara di dalam camp pekerja.

"Untuk menghindari kejadian serupa, petugas bersama manajemen melakukan penyitaan terhadap satwa mangsa tersebut," ucapnya.

BBKSDA Riau mengimbau masyarakat dan pekerja yang beraktivitas di sekitar habitat Harimau Sumatera agar meningkatkan kewaspadaan, tidak beraktivitas seorang diri terutama pada malam hingga dini hari, memastikan sistem pengamanan camp dalam kondisi baik, serta segera melaporkan setiap kemunculan satwa liar kepada petugas.

BBKSDA Riau menyatakan upaya mitigasi akan terus dilakukan bersama pihak terkait untuk mencegah jatuhnya korban berikutnya, dengan tetap mengedepankan keselamatan manusia dan pelestarian Harimau Sumatera sebagai satwa yang dilindungi. (rco)

Zona
hukum
Bisnis
Wisata Edukasi di Perpustakaan Soeman HS

Senin, 7 November 2022 | 22:26:22
Mal Pelayanan Publik Kota Pekanbaru

Senin, 7 November 2022 | 22:24:20
nasional
internasional
profil
otomotif
Artikel Pilihan
Harimau Sumatera Diduga Terkam Bocah 12 Tahun di Pelalawan, BBKSDA Riau: Satwa Masih Berkeliaran di Sekitar Lokasi | Redaksi77.co
×
Home /pelalawan
Harimau Sumatera Diduga Terkam Bocah 12 Tahun di Pelalawan, BBKSDA Riau: Satwa Masih Berkeliaran di Sekitar Lokasi
Editor : adminredaksi77 | Penulis: Rico
Jumat, 10 Juli 2026 | 13:18:36
Tim melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), identifikasi jejak, hingga memasang camera trap untuk memastikan keberadaan satwa. (Foto: Rico)

PEKANBARU – Konflik manusia dengan satwa liar kembali memakan korban jiwa di Riau. Seorang bocah berusia 12 tahun, Jerlin Zalukhu, meninggal dunia setelah diduga diterkam Harimau Sumatera di areal Hutan Tanaman Industri (HTI), Kecamatan Pelalawan, Kabupaten Pelalawan.

Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau mengungkapkan, hasil pemantauan pascakejadian menunjukkan Harimau Sumatera yang diduga menyerang korban masih berada di sekitar lokasi camp pekerja.

Kepala Balai Besar KSDA Riau, Supartono, mengatakan pihaknya langsung mengerahkan tim ke lokasi setelah menerima laporan insiden tersebut. Tim melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), identifikasi jejak, hingga memasang camera trap untuk memastikan keberadaan satwa.

"Berdasarkan informasi yang diperoleh tim di lapangan, peristiwa terjadi sekitar pukul 04.30 WIB. Korban saat itu berada di luar kamar mandi camp ketika pagar pelindung bagian belakang dalam kondisi terbuka akibat mengalami kerusakan," kata Supartono dalam keterangan tertulis, Jumat (10/7/2026).

Korban kemudian ditemukan sekitar 10 meter di belakang camp pekerja dengan luka di bagian leher kiri dan kanan. Lokasi kejadian berada di areal HTI yang berbatasan dengan habitat alami Harimau Sumatera, sekitar 5,3 kilometer dari Taman Nasional Zamrud dan 5,7 kilometer dari kawasan Restorasi Ekosistem Riau (RER).

Di sekitar lokasi, tim menemukan jejak Harimau Sumatera berukuran sekitar 16 sentimeter dengan jarak langkah mencapai 120 sentimeter. BBKSDA kemudian memperluas pemantauan menggunakan drone thermal pada malam hari.

"Hasil drone thermal menunjukkan Harimau Sumatera masih berada di sekitar lokasi kejadian," ujar Supartono.

Berdasarkan analisis sementara, keberadaan predator tersebut diduga dipicu adanya satwa mangsa yang dipelihara di dalam camp pekerja.

"Untuk menghindari kejadian serupa, petugas bersama manajemen melakukan penyitaan terhadap satwa mangsa tersebut," ucapnya.

BBKSDA Riau mengimbau masyarakat dan pekerja yang beraktivitas di sekitar habitat Harimau Sumatera agar meningkatkan kewaspadaan, tidak beraktivitas seorang diri terutama pada malam hingga dini hari, memastikan sistem pengamanan camp dalam kondisi baik, serta segera melaporkan setiap kemunculan satwa liar kepada petugas.

BBKSDA Riau menyatakan upaya mitigasi akan terus dilakukan bersama pihak terkait untuk mencegah jatuhnya korban berikutnya, dengan tetap mengedepankan keselamatan manusia dan pelestarian Harimau Sumatera sebagai satwa yang dilindungi. (rco)

Pilihan Editor
Transaksi Narkoba di Pelalawan Digerebek,...

Jumat, 7 Agustus 2026 | 22:26:29
Artikel Populer
Wisata Edukasi di Perpustakaan Soeman HS
Mal Pelayanan Publik Kota Pekanbaru
Investasi Kawasan Industri Tenayan Pekanbaru
Protokol Isolasi Mandiri