Jajaran Polsek Payung Sekaki Sambangi Lahan Jagung Warga di Kawasan Air Hitam
Editor: adminredaksi77 | Reporter : Bang Tun
Kamis, 28 Mei 2026 | 14:00:43

PEKANBARU – Di tengah tekanan harga kebutuhan pokok dan ancaman krisis pangan, lahan jagung milik warga di Jalan Riau Baru, Kelurahan Air Hitam, Kecamatan Payung Sekaki, justru menghadirkan harapan sederhana tentang kemandirian pangan keluarga.

Kamis (28/5/2026), personel Binmas dan Bhabinkamtibmas turun langsung meninjau lahan pertanian warga. Kehadiran polisi bukan untuk razia, melainkan memberi dukungan terhadap pemanfaatan lahan kosong menjadi area produktif.

Kanit Binmas Ipda Restu Inanda didampingi Bhabinkamtibmas Kelurahan Air Hitam Aipda Suparman mengatakan, pertanian skala kecil di lingkungan permukiman memiliki peran penting dalam menjaga ketahanan pangan masyarakat.

“Kami ingin masyarakat tetap semangat mengelola lahan produktif. Selain membantu kebutuhan pangan keluarga, hasilnya juga bisa menambah pendapatan warga,” ujar Restu.

Fenomena urban farming memang mulai berkembang di sejumlah wilayah Pekanbaru. Di tengah keterbatasan lahan dan pesatnya pembangunan kota, warga mulai memanfaatkan pekarangan kosong untuk menanam jagung, cabai hingga sayuran konsumsi harian.

Langkah ini dinilai sejalan dengan program ketahanan pangan nasional, terutama di tengah kondisi harga pangan yang mudah bergejolak akibat cuaca ekstrem maupun gangguan distribusi.

Di Kelurahan Air Hitam, jagung dipilih karena mudah dirawat dan memiliki nilai ekonomi cukup baik. Hasil panennya tidak hanya dikonsumsi sendiri, tetapi juga dapat dijual untuk menambah pemasukan keluarga.

Bagi kepolisian, kegiatan sambang seperti ini juga menjadi bagian dari pendekatan humanis kepada masyarakat. Polisi tidak hanya hadir saat ada persoalan keamanan, tetapi juga mendukung aktivitas produktif warga.

“Kami ingin masyarakat merasa didampingi dan semakin semangat bergotong royong menjaga lingkungan,” kata Aipda Suparman.

Pemanfaatan lahan tidur menjadi area pertanian produktif dinilai penting bagi kota berkembang seperti Pekanbaru yang menghadapi tantangan kebutuhan pangan semakin besar.

Dari gang permukiman sederhana di Air Hitam, semangat ketahanan pangan itu mulai tumbuh. Jagung-jagung milik warga kini bukan sekadar tanaman, tetapi simbol harapan menuju kemandirian pangan masyarakat perkotaan. (btn)

Zona
hukum
Bisnis
Wisata Edukasi di Perpustakaan Soeman HS

Senin, 7 November 2022 | 22:26:22
Mal Pelayanan Publik Kota Pekanbaru

Senin, 7 November 2022 | 22:24:20
nasional
internasional
profil
otomotif
Artikel Pilihan
Jajaran Polsek Payung Sekaki Sambangi Lahan Jagung Warga di Kawasan Air Hitam | Redaksi77.co
×
Home /bisnis
Jajaran Polsek Payung Sekaki Sambangi Lahan Jagung Warga di Kawasan Air Hitam
Editor : adminredaksi77 | Penulis: Bang Tun
Kamis, 28 Mei 2026 | 14:00:43

PEKANBARU – Di tengah tekanan harga kebutuhan pokok dan ancaman krisis pangan, lahan jagung milik warga di Jalan Riau Baru, Kelurahan Air Hitam, Kecamatan Payung Sekaki, justru menghadirkan harapan sederhana tentang kemandirian pangan keluarga.

Kamis (28/5/2026), personel Binmas dan Bhabinkamtibmas turun langsung meninjau lahan pertanian warga. Kehadiran polisi bukan untuk razia, melainkan memberi dukungan terhadap pemanfaatan lahan kosong menjadi area produktif.

Kanit Binmas Ipda Restu Inanda didampingi Bhabinkamtibmas Kelurahan Air Hitam Aipda Suparman mengatakan, pertanian skala kecil di lingkungan permukiman memiliki peran penting dalam menjaga ketahanan pangan masyarakat.

“Kami ingin masyarakat tetap semangat mengelola lahan produktif. Selain membantu kebutuhan pangan keluarga, hasilnya juga bisa menambah pendapatan warga,” ujar Restu.

Fenomena urban farming memang mulai berkembang di sejumlah wilayah Pekanbaru. Di tengah keterbatasan lahan dan pesatnya pembangunan kota, warga mulai memanfaatkan pekarangan kosong untuk menanam jagung, cabai hingga sayuran konsumsi harian.

Langkah ini dinilai sejalan dengan program ketahanan pangan nasional, terutama di tengah kondisi harga pangan yang mudah bergejolak akibat cuaca ekstrem maupun gangguan distribusi.

Di Kelurahan Air Hitam, jagung dipilih karena mudah dirawat dan memiliki nilai ekonomi cukup baik. Hasil panennya tidak hanya dikonsumsi sendiri, tetapi juga dapat dijual untuk menambah pemasukan keluarga.

Bagi kepolisian, kegiatan sambang seperti ini juga menjadi bagian dari pendekatan humanis kepada masyarakat. Polisi tidak hanya hadir saat ada persoalan keamanan, tetapi juga mendukung aktivitas produktif warga.

“Kami ingin masyarakat merasa didampingi dan semakin semangat bergotong royong menjaga lingkungan,” kata Aipda Suparman.

Pemanfaatan lahan tidur menjadi area pertanian produktif dinilai penting bagi kota berkembang seperti Pekanbaru yang menghadapi tantangan kebutuhan pangan semakin besar.

Dari gang permukiman sederhana di Air Hitam, semangat ketahanan pangan itu mulai tumbuh. Jagung-jagung milik warga kini bukan sekadar tanaman, tetapi simbol harapan menuju kemandirian pangan masyarakat perkotaan. (btn)

Pilihan Editor
Artikel Populer
Wisata Edukasi di Perpustakaan Soeman HS
Mal Pelayanan Publik Kota Pekanbaru
Investasi Kawasan Industri Tenayan Pekanbaru
Protokol Isolasi Mandiri