Dari Lahan Tidur Jadi Ladang Harapan, Jagung Binaan Polsek Payung Sekaki di Tapung Segera Panen
Editor: adminredaksi77 | Reporter : Bang Tun
Selasa, 26 Mei 2026 | 16:02:05

PEKANBARU — Upaya memperkuat ketahanan pangan tidak selalu dimulai dari kebijakan besar. Di Kabupaten Kampar, langkah itu hadir dari sebuah lahan jagung yang dikelola Polsek Payung Sekaki bersama personel Bhabinkamtibmas.

Selasa pagi, 26 Mei 2026, aparat kepolisian melakukan peninjauan langsung terhadap perkembangan tanaman jagung pipil di Jalan Garuda Sakti KM 09, Kelurahan Karya Indah, Kecamatan Tapung.

Pengecekan dilakukan untuk memastikan kondisi tanaman menjelang masa panen. Hasilnya cukup menggembirakan. Jagung tumbuh baik dan sebagian besar buah telah memasuki tahap pengeringan di batang.

Jika tidak ada kendala cuaca, panen diperkirakan berlangsung serentak pada awal Juni 2026.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari program ketahanan pangan yang dijalankan Polri melalui pemanfaatan lahan produktif. Program ini tidak hanya berorientasi pada hasil pertanian, tetapi juga bertujuan membangun kesadaran masyarakat tentang pentingnya kemandirian pangan.

Di tengah meningkatnya kebutuhan bahan pokok, langkah sederhana seperti menanam jagung dinilai memiliki dampak besar. Selain membantu menjaga pasokan pangan, kegiatan pertanian juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat sekitar.

Personel Bhabinkamtibmas dalam kesempatan itu turut mengajak warga memanfaatkan lahan kosong yang belum tergarap. Mereka menilai banyak area tidur yang sebenarnya bisa dijadikan sumber pangan bernilai ekonomis.

“Tanaman jagung saat ini berkembang cukup baik dan siap memasuki masa panen,” ujar personel saat berada di lokasi.

Keterlibatan aparat kepolisian dalam sektor pertanian mendapat respons positif dari masyarakat. Kehadiran polisi di tengah aktivitas pertanian dinilai menciptakan hubungan yang lebih dekat dan humanis dengan warga.

Program ini juga menunjukkan bahwa isu ketahanan pangan bukan hanya tanggung jawab petani. Semua elemen, termasuk aparat keamanan, dapat mengambil peran sesuai kapasitas masing-masing.

Jagung dipilih karena menjadi salah satu komoditas strategis nasional. Selain mudah dibudidayakan, permintaan pasar terhadap jagung relatif stabil setiap tahun.

Di Provinsi Riau, penguatan sektor pertanian menjadi kebutuhan penting di tengah tantangan ekonomi global dan perubahan iklim. Karena itu, gerakan berbasis lokal seperti ini dianggap mampu membantu menjaga stabilitas pangan daerah.

Tidak sedikit warga sekitar yang mulai tertarik mengikuti langkah serupa dengan menanam tanaman pangan di pekarangan rumah. Kesadaran seperti itu menjadi modal penting untuk membangun ketahanan pangan dari tingkat keluarga.

Polsek Payung Sekaki berharap keberhasilan panen nanti dapat menjadi motivasi bagi masyarakat lain untuk lebih produktif memanfaatkan lahan kosong.

Hamparan jagung di Tapung itu kini bukan sekadar tanaman biasa. Ia tumbuh menjadi simbol kolaborasi, kepedulian dan harapan baru terhadap masa depan pangan daerah. (btn)

Zona
hukum
Bisnis
Wisata Edukasi di Perpustakaan Soeman HS

Senin, 7 November 2022 | 22:26:22
Mal Pelayanan Publik Kota Pekanbaru

Senin, 7 November 2022 | 22:24:20
nasional
internasional
profil
otomotif
Artikel Pilihan
Dari Lahan Tidur Jadi Ladang Harapan, Jagung Binaan Polsek Payung Sekaki di Tapung Segera Panen | Redaksi77.co
×
Home /bisnis
Dari Lahan Tidur Jadi Ladang Harapan, Jagung Binaan Polsek Payung Sekaki di Tapung Segera Panen
Editor : adminredaksi77 | Penulis: Bang Tun
Selasa, 26 Mei 2026 | 16:02:05

PEKANBARU — Upaya memperkuat ketahanan pangan tidak selalu dimulai dari kebijakan besar. Di Kabupaten Kampar, langkah itu hadir dari sebuah lahan jagung yang dikelola Polsek Payung Sekaki bersama personel Bhabinkamtibmas.

Selasa pagi, 26 Mei 2026, aparat kepolisian melakukan peninjauan langsung terhadap perkembangan tanaman jagung pipil di Jalan Garuda Sakti KM 09, Kelurahan Karya Indah, Kecamatan Tapung.

Pengecekan dilakukan untuk memastikan kondisi tanaman menjelang masa panen. Hasilnya cukup menggembirakan. Jagung tumbuh baik dan sebagian besar buah telah memasuki tahap pengeringan di batang.

Jika tidak ada kendala cuaca, panen diperkirakan berlangsung serentak pada awal Juni 2026.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari program ketahanan pangan yang dijalankan Polri melalui pemanfaatan lahan produktif. Program ini tidak hanya berorientasi pada hasil pertanian, tetapi juga bertujuan membangun kesadaran masyarakat tentang pentingnya kemandirian pangan.

Di tengah meningkatnya kebutuhan bahan pokok, langkah sederhana seperti menanam jagung dinilai memiliki dampak besar. Selain membantu menjaga pasokan pangan, kegiatan pertanian juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat sekitar.

Personel Bhabinkamtibmas dalam kesempatan itu turut mengajak warga memanfaatkan lahan kosong yang belum tergarap. Mereka menilai banyak area tidur yang sebenarnya bisa dijadikan sumber pangan bernilai ekonomis.

“Tanaman jagung saat ini berkembang cukup baik dan siap memasuki masa panen,” ujar personel saat berada di lokasi.

Keterlibatan aparat kepolisian dalam sektor pertanian mendapat respons positif dari masyarakat. Kehadiran polisi di tengah aktivitas pertanian dinilai menciptakan hubungan yang lebih dekat dan humanis dengan warga.

Program ini juga menunjukkan bahwa isu ketahanan pangan bukan hanya tanggung jawab petani. Semua elemen, termasuk aparat keamanan, dapat mengambil peran sesuai kapasitas masing-masing.

Jagung dipilih karena menjadi salah satu komoditas strategis nasional. Selain mudah dibudidayakan, permintaan pasar terhadap jagung relatif stabil setiap tahun.

Di Provinsi Riau, penguatan sektor pertanian menjadi kebutuhan penting di tengah tantangan ekonomi global dan perubahan iklim. Karena itu, gerakan berbasis lokal seperti ini dianggap mampu membantu menjaga stabilitas pangan daerah.

Tidak sedikit warga sekitar yang mulai tertarik mengikuti langkah serupa dengan menanam tanaman pangan di pekarangan rumah. Kesadaran seperti itu menjadi modal penting untuk membangun ketahanan pangan dari tingkat keluarga.

Polsek Payung Sekaki berharap keberhasilan panen nanti dapat menjadi motivasi bagi masyarakat lain untuk lebih produktif memanfaatkan lahan kosong.

Hamparan jagung di Tapung itu kini bukan sekadar tanaman biasa. Ia tumbuh menjadi simbol kolaborasi, kepedulian dan harapan baru terhadap masa depan pangan daerah. (btn)

Pilihan Editor
Artikel Populer
Wisata Edukasi di Perpustakaan Soeman HS
Mal Pelayanan Publik Kota Pekanbaru
Investasi Kawasan Industri Tenayan Pekanbaru
Protokol Isolasi Mandiri