
| |
Ketika Taman Nasional Tesso Nilo Menyempit, Kematian Gajah Semakin Meningkat
Kamis, 29 Januari 2026 | 14:54:22 |
|---|
| |
Bawa Nama RANS, Wanita Ini Diduga Tipu Investor Bisnis Toko Kecantikan Hingga Rp6,8 Miliar
Rabu, 14 Januari 2026 | 14:56:54 |
|---|
| |
Dua Pecatan Polri Terlibat Jaringan Ekstasi di Pekanbaru, Lima Tersangka Dicokok Polisi di Rumah Kos
Sabtu, 24 Januari 2026 | 15:10:33 |
|---|
| |
Jadi Sorotan Publik Pekanbaru, Selegram Adil Atra Dkk Bebas dari Jerat Hukum Usai Digerebek Pesta Narkoba
Minggu, 25 Januari 2026 | 15:14:17 |
|---|
| |
Langkah Nyata Green Policing, Binmas Polsek Payung Sekaki Gelar Penanaman Pohon Bersama Masyarakat
Kamis, 22 Januari 2026 | 10:55:38 |
|---|
| |
Jaga Ketahanan Ekologi Desa, Ketua DPD RI dan Mendes Sepakat Adakan Lomba ''Green Village''
Kamis, 15 Januari 2026 | 13:44:51 |
|---|
JAKARTA - Pakar klimatologi dan perubahan iklim Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Prof Dr. Erma Yulihastin mengingatkan pentingnya aksi mitigasi di wilayah Sumatra mengingat terdapat potensi kenaikan kejadian angin dan hujan ekstrem.
Peneliti Pusat Riset Iklim dan Atmosfer BRIN Prof. Dr. Erma Yulihastin dalam diskusi daring yang diikuti dari Jakarta, Selasa (30/12/2025), mengatakan bahwa pihaknya melihat berdasarkan parameter angin dan hujan ekstrem sebagai indikasi cuaca ekstrem yang merupakan bagian dari krisis iklim akan berdampak signifikan di wilayah Sumatra.
"Kita lihat bahwa ternyata peringkat yang menduduki urutan pertama bahwa perubahan iklim ini akan sangat mengancam Sumatra, dalam konteks angin ekstremnya itu akan meningkat signifikan sampai 2040, itu selama Desember, Januari, Februari. Itu ternyata juaranya adalah Sumatra, nomor 1 adalah Sumatra, kemudian pulau yang kedua itu adalah Kalimantan baru yang ketiga Jawa," jelasnya.
"Sumatra ini memang harus menjadi prioritas kita, high priority of the mitigation for the extreme weather," tambahnya.
Proyeksi itu dilakukan berdasarkan data historis yang terjadi sampai saat ini untuk wilayah tersebut.
Potensi hujan ekstrem juga dapat terjadi di wilayah Sumatra dalam beberapa waktu ke depan di periode musim hujan yang secara tradisional berlangsung pada Desember, Januari dan Februari.
Terkait alasan peningkatan angin dan hujan ekstrem di wilayah tersebut, Erma mengatakan ada dinamika yang terjadi antara laut dan atmosfer di dekat Sumatra termasuk di kawasan Selat Malaka dan Samudera Hindia.
"Kalau itu sudah berubah signifikan dua-duanya, baik hujan maupun angin, berarti kan kita tidak bisa abaikan lagi. Jadi sinyal-sinyal ini merupakan sinyal, salah satu dari kejadian langka yang harusnya terjadi 150 tahun sekali kini kita alami menjadi sangat sering," tuturnya.
Untuk itu dia mendorong langkah mitigasi menjadi prioritas, terutama di wilayah rentan di Sumatra. Mulai dari pemulihan ekosistem dengan cara melakukan pengerukan dan membuat jalur air untuk mencegah banjir bandang sampai dengan peninjauan kondisi hulu daerah aliran sungai demi memastikan kemampuan menampung air hujan. (**)
| |
AMPLANG, KULINER KHAS INHIL - PESONA WISATA KULINER
Kamis, 2 Maret 2023 | 21:37:48 |
|---|
| |
Wisata Edukasi di Perpustakaan Soeman HS
Senin, 7 November 2022 | 22:26:22 |
|---|
| |
Mal Pelayanan Publik Kota Pekanbaru
Senin, 7 November 2022 | 22:24:20 |
|---|
| ☰ | |
×
|
|---|
JAKARTA - Pakar klimatologi dan perubahan iklim Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Prof Dr. Erma Yulihastin mengingatkan pentingnya aksi mitigasi di wilayah Sumatra mengingat terdapat potensi kenaikan kejadian angin dan hujan ekstrem.
Peneliti Pusat Riset Iklim dan Atmosfer BRIN Prof. Dr. Erma Yulihastin dalam diskusi daring yang diikuti dari Jakarta, Selasa (30/12/2025), mengatakan bahwa pihaknya melihat berdasarkan parameter angin dan hujan ekstrem sebagai indikasi cuaca ekstrem yang merupakan bagian dari krisis iklim akan berdampak signifikan di wilayah Sumatra.
"Kita lihat bahwa ternyata peringkat yang menduduki urutan pertama bahwa perubahan iklim ini akan sangat mengancam Sumatra, dalam konteks angin ekstremnya itu akan meningkat signifikan sampai 2040, itu selama Desember, Januari, Februari. Itu ternyata juaranya adalah Sumatra, nomor 1 adalah Sumatra, kemudian pulau yang kedua itu adalah Kalimantan baru yang ketiga Jawa," jelasnya.
"Sumatra ini memang harus menjadi prioritas kita, high priority of the mitigation for the extreme weather," tambahnya.
Proyeksi itu dilakukan berdasarkan data historis yang terjadi sampai saat ini untuk wilayah tersebut.
Potensi hujan ekstrem juga dapat terjadi di wilayah Sumatra dalam beberapa waktu ke depan di periode musim hujan yang secara tradisional berlangsung pada Desember, Januari dan Februari.
Terkait alasan peningkatan angin dan hujan ekstrem di wilayah tersebut, Erma mengatakan ada dinamika yang terjadi antara laut dan atmosfer di dekat Sumatra termasuk di kawasan Selat Malaka dan Samudera Hindia.
"Kalau itu sudah berubah signifikan dua-duanya, baik hujan maupun angin, berarti kan kita tidak bisa abaikan lagi. Jadi sinyal-sinyal ini merupakan sinyal, salah satu dari kejadian langka yang harusnya terjadi 150 tahun sekali kini kita alami menjadi sangat sering," tuturnya.
Untuk itu dia mendorong langkah mitigasi menjadi prioritas, terutama di wilayah rentan di Sumatra. Mulai dari pemulihan ekosistem dengan cara melakukan pengerukan dan membuat jalur air untuk mencegah banjir bandang sampai dengan peninjauan kondisi hulu daerah aliran sungai demi memastikan kemampuan menampung air hujan. (**)
| |
Kapolda Tinjau TKP Kematian Gajah di Areal HTI...
Senin, 9 Februari 2026 | 17:18:53
|
|---|
| |
Bentrok Berdarah di Perkebunan Eks PT BS Rohul,...
Senin, 9 Februari 2026 | 09:18:22
|
|---|
| |
Bukti Forensik Pastikan Kematian Gajah Sumatera...
Jumat, 6 Februari 2026 | 16:39:00
|
|---|
| |
Kematian Gajah di Area Konsesi RAPP, Jikalahari:...
Jumat, 6 Februari 2026 | 15:40:26
|
|---|
| Ruang yang Dibiarkan Kosong: Ketika Konflik Diketahui, tapi Tak Segera Ditangani
Senin, 9 Februari 2026 | 17:35:48
|
|
|---|
| Kapolda Tinjau TKP Kematian Gajah di Areal HTI RAPP Ukui, WALHI dan Jikalahari Desak Penegakan Hukum
Senin, 9 Februari 2026 | 17:18:53
|
|
|---|
| Tanggapi Kematian Gajah Sumatera di Area HTI, Walhi Riau: PT RAPP Harus Tanggung Jawab
Senin, 9 Februari 2026 | 13:22:44
|
|
|---|
| Bentrok Berdarah di Perkebunan Eks PT BS Rohul, Satu Pekerja Koperasi Tewas dan Lima Orang Terluka
Senin, 9 Februari 2026 | 09:18:22
|
|
|---|
| Motor Ditumpangi 3 Pelajar Tabrak Truk Parkir di Rumbai, Bocah 13 Tahun Tewas di Tempat
Minggu, 8 Februari 2026 | 19:21:16
|
|
|---|
| Ruang yang Dibiarkan Kosong: Ketika Konflik Diketahui, tapi Tak Segera Ditangani
Senin, 9 Februari 2026 | 17:35:48
|
|
|---|
| Kapolda Tinjau TKP Kematian Gajah di Areal HTI RAPP Ukui, WALHI dan Jikalahari Desak Penegakan Hukum
Senin, 9 Februari 2026 | 17:18:53
|
|
|---|
| Tanggapi Kematian Gajah Sumatera di Area HTI, Walhi Riau: PT RAPP Harus Tanggung Jawab
Senin, 9 Februari 2026 | 13:22:44
|
|
|---|
| Bentrok Berdarah di Perkebunan Eks PT BS Rohul, Satu Pekerja Koperasi Tewas dan Lima Orang Terluka
Senin, 9 Februari 2026 | 09:18:22
|
|
|---|
| Kematian Gajah di Area Konsesi RAPP, Jikalahari: Bencana Ekologi di Lanskap TNTN
Jumat, 6 Februari 2026 | 15:40:26
|
|---|
| Gajah Sumatera Ditemukan Mati dengan Kepala Terpotong, Lokasi Areal Hutan Konsesi RAPP di Pelalawan
Kamis, 5 Februari 2026 | 21:27:40
|
|---|
| Motor Ditumpangi 3 Pelajar Tabrak Truk Parkir di Rumbai, Bocah 13 Tahun Tewas di Tempat
Minggu, 8 Februari 2026 | 19:21:16
|
|---|
| Bukti Forensik Pastikan Kematian Gajah Sumatera di Areal HTI RAPP Akibat Luka Tembak, Ada 2 Proyektil di Bagian Tengkorak
Jumat, 6 Februari 2026 | 16:39:00
|
|---|
| Polresta Pekanbaru Tangkap Pengedar Ekstasi di Taman Kaca Mayang, Puluhan Butir Ekstasi Disita
Minggu, 8 Februari 2026 | 16:06:48
|
|
|---|
| Kerumitan di TNTN: Izin, Klaim, dan Negara yang Datang Terlambat
Sabtu, 7 Februari 2026 | 12:27:28
|
|
|---|
| Bukti Forensik Pastikan Kematian Gajah Sumatera di Areal HTI RAPP Akibat Luka Tembak, Ada 2 Proyektil di Bagian Tengkorak
Jumat, 6 Februari 2026 | 16:39:00
|
|
|---|
| Kematian Gajah di Area Konsesi RAPP, Jikalahari: Bencana Ekologi di Lanskap TNTN
Jumat, 6 Februari 2026 | 15:40:26
|
|
|---|
| Penyebab Kematian Gajah di Ukui Belum Ada Titik Terang, RAPP Dukung Seluruh Rangkaian Penyelidikan
Jumat, 6 Februari 2026 | 11:57:10
|
|
|---|
Wisata Edukasi di Perpustakaan Soeman HS |
Mal Pelayanan Publik Kota Pekanbaru |
|---|---|
Investasi Kawasan Industri Tenayan Pekanbaru
| Protokol Isolasi Mandiri |
| Tindak Lanjut Arahan Presiden, Polda Riau dan Pemko Pekanbaru Kick-Off Gotong Royong Serentak
Jumat, 6 Februari 2026 | 10:28:27
|
|
|---|
| Gajah Sumatera Ditemukan Mati dengan Kepala Terpotong, Lokasi Areal Hutan Konsesi RAPP di Pelalawan
Kamis, 5 Februari 2026 | 21:27:40
|
|
|---|
| Jelang Ramadhan, FKIP UIR Hadirkan Konser Orkestra Religi Spektakuler di Pekanbaru
Kamis, 5 Februari 2026 | 17:24:26
|
|
|---|
| Tol Sicincin-Bukittinggi Segera Dibangun, Ada Terowongan 5,85 Km dan Jembatan 2,71 Kilometer
Kamis, 5 Februari 2026 | 15:18:48
|
|
|---|
| Ketika Keseimbangan Ekosistem Rusak, Satwa Pun Terdorong Keluar dari Kawasan Konservasi TNTN
Kamis, 5 Februari 2026 | 14:37:23
|
|
|---|