
| |
Ketika Taman Nasional Tesso Nilo Menyempit, Kematian Gajah Semakin Meningkat
Kamis, 29 Januari 2026 | 14:54:22 |
|---|
| |
Bawa Nama RANS, Wanita Ini Diduga Tipu Investor Bisnis Toko Kecantikan Hingga Rp6,8 Miliar
Rabu, 14 Januari 2026 | 14:56:54 |
|---|
| |
Dua Pecatan Polri Terlibat Jaringan Ekstasi di Pekanbaru, Lima Tersangka Dicokok Polisi di Rumah Kos
Sabtu, 24 Januari 2026 | 15:10:33 |
|---|
| |
Jadi Sorotan Publik Pekanbaru, Selegram Adil Atra Dkk Bebas dari Jerat Hukum Usai Digerebek Pesta Narkoba
Minggu, 25 Januari 2026 | 15:14:17 |
|---|
| |
Langkah Nyata Green Policing, Binmas Polsek Payung Sekaki Gelar Penanaman Pohon Bersama Masyarakat
Kamis, 22 Januari 2026 | 10:55:38 |
|---|
| |
Jaga Ketahanan Ekologi Desa, Ketua DPD RI dan Mendes Sepakat Adakan Lomba ''Green Village''
Kamis, 15 Januari 2026 | 13:44:51 |
|---|
JAKARTA – Dampak bencana banjir dan longsor (bansor) yang melanda tiga provinsi di Pulau Sumatra terus menunjukkan angka korban yang signifikan. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat total korban meninggal dunia akibat bencana tersebut mencapai 1.016 jiwa, sementara operasi pencarian korban masih berlangsung hingga Minggu (14/12/2025).
Pos Pendamping Nasional (Pospenas) yang dipimpin BNPB merilis, jumlah korban meninggal tertinggi terjadi di Provinsi Aceh dengan 424 jiwa. Disusul Provinsi Sumatra Utara sebanyak 349 jiwa dan Sumatra Barat 243 jiwa. Dalam sepekan terakhir, terhitung sejak 8 hingga 13 Desember 2025, jumlah korban meninggal dunia bertambah 66 jiwa, masing-masing Aceh 33 jiwa, Sumatra Utara 19 jiwa, dan Sumatra Barat 14 jiwa.
Selain korban meninggal, total korban yang dilaporkan hilang mencapai 212 jiwa. Rinciannya, Aceh sebanyak 32 jiwa, Sumatra Utara 90 jiwa, dan Sumatra Barat 90 jiwa.
BNPB menjelaskan, pencatatan korban hilang tidak semata berdasarkan temuan di lapangan, tetapi juga hasil pembaruan identifikasi korban yang sebelumnya belum terdata. Proses ini dilakukan melalui verifikasi by name by address di tingkat kabupaten dan kota. Dalam sejumlah kasus, korban diketahui bukan berasal dari wilayah setempat, melainkan berpindah domisili, sehingga membutuhkan konfirmasi lanjutan.
“Merespons bencana tiga provinsi di Sumatera, Pemerintah Pusat melalui kementerian dan lembaga terus bekerja sama untuk membantu penanganan darurat serta pemulihan masyarakat terdampak,” ujar Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari.
Ia menambahkan, meskipun terjadi penambahan jumlah korban meninggal setiap hari, hasil verifikasi identifikasi turut memengaruhi perubahan data. Salah satu faktor penyebabnya adalah banjir dan longsor yang terjadi di area pemakaman. Jenazah yang ditemukan di lokasi tersebut kemudian dihitung sebagai korban bencana setelah dilakukan identifikasi oleh petugas SAR.
Operasi pencarian di bawah koordinasi Basarnas masih difokuskan di sejumlah wilayah terdampak. Di Provinsi Aceh, pencarian dilakukan di Kabupaten Aceh Utara, Aceh Tengah, Bener Meriah, dan Bireuen.
Sementara di Provinsi Sumatra Utara, pencarian dibagi ke dalam lima sektor yang tersebar di tiga wilayah kabupaten/kota. Di Kabupaten Tapanuli Selatan, area pencarian dipersempit di Desa Garoga, Kecamatan Batang Toru, dengan fokus di Kecamatan Sukabangun dan Aloban Bair. Selain itu, pencarian juga dilakukan di Kota Sibolga, tepatnya di wilayah Pancuran Gerobak, Kecamatan Sibolga Kota.
Di Provinsi Sumatra Barat, operasi pencarian difokuskan pada lima sektor, yakni Kecamatan Malalak dan Palembayan di Kabupaten Agam, serta masing-masing satu sektor di aliran Sungai Batang Anai yang meliputi wilayah Kota Padang, Padang Pariaman, dan Kabupaten Tanah Datar.
Sementara itu, jumlah warga yang mengungsi tercatat sebanyak 624.670 jiwa. Pospenas menyebutkan, angka tersebut mengalami penurunan dibandingkan data sehari sebelumnya.
Di wilayah Aceh Utara, penurunan jumlah pengungsi terjadi secara signifikan, meski sebagian warga memilih mengungsi secara mandiri ke rumah keluarga atau kerabat. Meski demikian, mereka tetap tercatat sebagai pengungsi dan masih mendapatkan dukungan bantuan makanan karena berstatus pengungsi mandiri. (**)
| |
AMPLANG, KULINER KHAS INHIL - PESONA WISATA KULINER
Kamis, 2 Maret 2023 | 21:37:48 |
|---|
| |
Wisata Edukasi di Perpustakaan Soeman HS
Senin, 7 November 2022 | 22:26:22 |
|---|
| |
Mal Pelayanan Publik Kota Pekanbaru
Senin, 7 November 2022 | 22:24:20 |
|---|
| ☰ | |
×
|
|---|
JAKARTA – Dampak bencana banjir dan longsor (bansor) yang melanda tiga provinsi di Pulau Sumatra terus menunjukkan angka korban yang signifikan. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat total korban meninggal dunia akibat bencana tersebut mencapai 1.016 jiwa, sementara operasi pencarian korban masih berlangsung hingga Minggu (14/12/2025).
Pos Pendamping Nasional (Pospenas) yang dipimpin BNPB merilis, jumlah korban meninggal tertinggi terjadi di Provinsi Aceh dengan 424 jiwa. Disusul Provinsi Sumatra Utara sebanyak 349 jiwa dan Sumatra Barat 243 jiwa. Dalam sepekan terakhir, terhitung sejak 8 hingga 13 Desember 2025, jumlah korban meninggal dunia bertambah 66 jiwa, masing-masing Aceh 33 jiwa, Sumatra Utara 19 jiwa, dan Sumatra Barat 14 jiwa.
Selain korban meninggal, total korban yang dilaporkan hilang mencapai 212 jiwa. Rinciannya, Aceh sebanyak 32 jiwa, Sumatra Utara 90 jiwa, dan Sumatra Barat 90 jiwa.
BNPB menjelaskan, pencatatan korban hilang tidak semata berdasarkan temuan di lapangan, tetapi juga hasil pembaruan identifikasi korban yang sebelumnya belum terdata. Proses ini dilakukan melalui verifikasi by name by address di tingkat kabupaten dan kota. Dalam sejumlah kasus, korban diketahui bukan berasal dari wilayah setempat, melainkan berpindah domisili, sehingga membutuhkan konfirmasi lanjutan.
“Merespons bencana tiga provinsi di Sumatera, Pemerintah Pusat melalui kementerian dan lembaga terus bekerja sama untuk membantu penanganan darurat serta pemulihan masyarakat terdampak,” ujar Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari.
Ia menambahkan, meskipun terjadi penambahan jumlah korban meninggal setiap hari, hasil verifikasi identifikasi turut memengaruhi perubahan data. Salah satu faktor penyebabnya adalah banjir dan longsor yang terjadi di area pemakaman. Jenazah yang ditemukan di lokasi tersebut kemudian dihitung sebagai korban bencana setelah dilakukan identifikasi oleh petugas SAR.
Operasi pencarian di bawah koordinasi Basarnas masih difokuskan di sejumlah wilayah terdampak. Di Provinsi Aceh, pencarian dilakukan di Kabupaten Aceh Utara, Aceh Tengah, Bener Meriah, dan Bireuen.
Sementara di Provinsi Sumatra Utara, pencarian dibagi ke dalam lima sektor yang tersebar di tiga wilayah kabupaten/kota. Di Kabupaten Tapanuli Selatan, area pencarian dipersempit di Desa Garoga, Kecamatan Batang Toru, dengan fokus di Kecamatan Sukabangun dan Aloban Bair. Selain itu, pencarian juga dilakukan di Kota Sibolga, tepatnya di wilayah Pancuran Gerobak, Kecamatan Sibolga Kota.
Di Provinsi Sumatra Barat, operasi pencarian difokuskan pada lima sektor, yakni Kecamatan Malalak dan Palembayan di Kabupaten Agam, serta masing-masing satu sektor di aliran Sungai Batang Anai yang meliputi wilayah Kota Padang, Padang Pariaman, dan Kabupaten Tanah Datar.
Sementara itu, jumlah warga yang mengungsi tercatat sebanyak 624.670 jiwa. Pospenas menyebutkan, angka tersebut mengalami penurunan dibandingkan data sehari sebelumnya.
Di wilayah Aceh Utara, penurunan jumlah pengungsi terjadi secara signifikan, meski sebagian warga memilih mengungsi secara mandiri ke rumah keluarga atau kerabat. Meski demikian, mereka tetap tercatat sebagai pengungsi dan masih mendapatkan dukungan bantuan makanan karena berstatus pengungsi mandiri. (**)
| |
Kapolda Tinjau TKP Kematian Gajah di Areal HTI...
Senin, 9 Februari 2026 | 17:18:53
|
|---|
| |
Bentrok Berdarah di Perkebunan Eks PT BS Rohul,...
Senin, 9 Februari 2026 | 09:18:22
|
|---|
| |
Bukti Forensik Pastikan Kematian Gajah Sumatera...
Jumat, 6 Februari 2026 | 16:39:00
|
|---|
| |
Kematian Gajah di Area Konsesi RAPP, Jikalahari:...
Jumat, 6 Februari 2026 | 15:40:26
|
|---|
| Ruang yang Dibiarkan Kosong: Ketika Konflik Diketahui, tapi Tak Segera Ditangani
Senin, 9 Februari 2026 | 17:35:48
|
|
|---|
| Kapolda Tinjau TKP Kematian Gajah di Areal HTI RAPP Ukui, WALHI dan Jikalahari Desak Penegakan Hukum
Senin, 9 Februari 2026 | 17:18:53
|
|
|---|
| Tanggapi Kematian Gajah Sumatera di Area HTI, Walhi Riau: PT RAPP Harus Tanggung Jawab
Senin, 9 Februari 2026 | 13:22:44
|
|
|---|
| Bentrok Berdarah di Perkebunan Eks PT BS Rohul, Satu Pekerja Koperasi Tewas dan Lima Orang Terluka
Senin, 9 Februari 2026 | 09:18:22
|
|
|---|
| Motor Ditumpangi 3 Pelajar Tabrak Truk Parkir di Rumbai, Bocah 13 Tahun Tewas di Tempat
Minggu, 8 Februari 2026 | 19:21:16
|
|
|---|
| Ruang yang Dibiarkan Kosong: Ketika Konflik Diketahui, tapi Tak Segera Ditangani
Senin, 9 Februari 2026 | 17:35:48
|
|
|---|
| Kapolda Tinjau TKP Kematian Gajah di Areal HTI RAPP Ukui, WALHI dan Jikalahari Desak Penegakan Hukum
Senin, 9 Februari 2026 | 17:18:53
|
|
|---|
| Tanggapi Kematian Gajah Sumatera di Area HTI, Walhi Riau: PT RAPP Harus Tanggung Jawab
Senin, 9 Februari 2026 | 13:22:44
|
|
|---|
| Bentrok Berdarah di Perkebunan Eks PT BS Rohul, Satu Pekerja Koperasi Tewas dan Lima Orang Terluka
Senin, 9 Februari 2026 | 09:18:22
|
|
|---|
| Kematian Gajah di Area Konsesi RAPP, Jikalahari: Bencana Ekologi di Lanskap TNTN
Jumat, 6 Februari 2026 | 15:40:26
|
|---|
| Gajah Sumatera Ditemukan Mati dengan Kepala Terpotong, Lokasi Areal Hutan Konsesi RAPP di Pelalawan
Kamis, 5 Februari 2026 | 21:27:40
|
|---|
| Motor Ditumpangi 3 Pelajar Tabrak Truk Parkir di Rumbai, Bocah 13 Tahun Tewas di Tempat
Minggu, 8 Februari 2026 | 19:21:16
|
|---|
| Bukti Forensik Pastikan Kematian Gajah Sumatera di Areal HTI RAPP Akibat Luka Tembak, Ada 2 Proyektil di Bagian Tengkorak
Jumat, 6 Februari 2026 | 16:39:00
|
|---|
| Polresta Pekanbaru Tangkap Pengedar Ekstasi di Taman Kaca Mayang, Puluhan Butir Ekstasi Disita
Minggu, 8 Februari 2026 | 16:06:48
|
|
|---|
| Kerumitan di TNTN: Izin, Klaim, dan Negara yang Datang Terlambat
Sabtu, 7 Februari 2026 | 12:27:28
|
|
|---|
| Bukti Forensik Pastikan Kematian Gajah Sumatera di Areal HTI RAPP Akibat Luka Tembak, Ada 2 Proyektil di Bagian Tengkorak
Jumat, 6 Februari 2026 | 16:39:00
|
|
|---|
| Kematian Gajah di Area Konsesi RAPP, Jikalahari: Bencana Ekologi di Lanskap TNTN
Jumat, 6 Februari 2026 | 15:40:26
|
|
|---|
| Penyebab Kematian Gajah di Ukui Belum Ada Titik Terang, RAPP Dukung Seluruh Rangkaian Penyelidikan
Jumat, 6 Februari 2026 | 11:57:10
|
|
|---|
Wisata Edukasi di Perpustakaan Soeman HS |
Mal Pelayanan Publik Kota Pekanbaru |
|---|---|
Investasi Kawasan Industri Tenayan Pekanbaru
| Protokol Isolasi Mandiri |
| Tindak Lanjut Arahan Presiden, Polda Riau dan Pemko Pekanbaru Kick-Off Gotong Royong Serentak
Jumat, 6 Februari 2026 | 10:28:27
|
|
|---|
| Gajah Sumatera Ditemukan Mati dengan Kepala Terpotong, Lokasi Areal Hutan Konsesi RAPP di Pelalawan
Kamis, 5 Februari 2026 | 21:27:40
|
|
|---|
| Jelang Ramadhan, FKIP UIR Hadirkan Konser Orkestra Religi Spektakuler di Pekanbaru
Kamis, 5 Februari 2026 | 17:24:26
|
|
|---|
| Tol Sicincin-Bukittinggi Segera Dibangun, Ada Terowongan 5,85 Km dan Jembatan 2,71 Kilometer
Kamis, 5 Februari 2026 | 15:18:48
|
|
|---|
| Ketika Keseimbangan Ekosistem Rusak, Satwa Pun Terdorong Keluar dari Kawasan Konservasi TNTN
Kamis, 5 Februari 2026 | 14:37:23
|
|
|---|