
| |
Dari Lahan Sempit ke Rak Supermarket, Hidroponik Polsek Payung Sekaki Pekanbaru Panen Cuan
Kamis, 21 Mei 2026 | 12:35:02 |
|---|
| |
Sidang Korupsi PT SPRH: Mantan Bupati Rohil Afrizal Sintong Disebut Terima Aliran Dana Rp2 Miliar
Selasa, 19 Mei 2026 | 20:19:36 |
|---|
| |
Kasus Kuota Haji: KPK Dalami Sosok “ZA” dan Dugaan Aliran 1 Juta Dolar AS ke Pansus DPR
Selasa, 12 Mei 2026 | 21:12:31 |
|---|
| |
Tragis! Pelajar 13 Tahun Meregang Nyawa Usai Jatuh Saat Salip Dump Truck di Palas Rumbai
Jumat, 15 Mei 2026 | 20:36:04 |
|---|
| |
Kebun Jagung di Payung Sekaki Jadi Perhatian Polisi, Panen Perdana Ditargetkan Juni 2026
Selasa, 19 Mei 2026 | 13:24:12 |
|---|
| |
Korupsi KUR Rp1,9 Miliar di Pekanbaru Segera Disidang, 4 Tersangka Dilimpahkan ke JPU
Kamis, 14 Mei 2026 | 20:58:06 |
|---|
JAKARTA – Dampak bencana banjir dan longsor (bansor) yang melanda tiga provinsi di Pulau Sumatra terus menunjukkan angka korban yang signifikan. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat total korban meninggal dunia akibat bencana tersebut mencapai 1.016 jiwa, sementara operasi pencarian korban masih berlangsung hingga Minggu (14/12/2025).
Pos Pendamping Nasional (Pospenas) yang dipimpin BNPB merilis, jumlah korban meninggal tertinggi terjadi di Provinsi Aceh dengan 424 jiwa. Disusul Provinsi Sumatra Utara sebanyak 349 jiwa dan Sumatra Barat 243 jiwa. Dalam sepekan terakhir, terhitung sejak 8 hingga 13 Desember 2025, jumlah korban meninggal dunia bertambah 66 jiwa, masing-masing Aceh 33 jiwa, Sumatra Utara 19 jiwa, dan Sumatra Barat 14 jiwa.
Selain korban meninggal, total korban yang dilaporkan hilang mencapai 212 jiwa. Rinciannya, Aceh sebanyak 32 jiwa, Sumatra Utara 90 jiwa, dan Sumatra Barat 90 jiwa.
BNPB menjelaskan, pencatatan korban hilang tidak semata berdasarkan temuan di lapangan, tetapi juga hasil pembaruan identifikasi korban yang sebelumnya belum terdata. Proses ini dilakukan melalui verifikasi by name by address di tingkat kabupaten dan kota. Dalam sejumlah kasus, korban diketahui bukan berasal dari wilayah setempat, melainkan berpindah domisili, sehingga membutuhkan konfirmasi lanjutan.
“Merespons bencana tiga provinsi di Sumatera, Pemerintah Pusat melalui kementerian dan lembaga terus bekerja sama untuk membantu penanganan darurat serta pemulihan masyarakat terdampak,” ujar Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari.
Ia menambahkan, meskipun terjadi penambahan jumlah korban meninggal setiap hari, hasil verifikasi identifikasi turut memengaruhi perubahan data. Salah satu faktor penyebabnya adalah banjir dan longsor yang terjadi di area pemakaman. Jenazah yang ditemukan di lokasi tersebut kemudian dihitung sebagai korban bencana setelah dilakukan identifikasi oleh petugas SAR.
Operasi pencarian di bawah koordinasi Basarnas masih difokuskan di sejumlah wilayah terdampak. Di Provinsi Aceh, pencarian dilakukan di Kabupaten Aceh Utara, Aceh Tengah, Bener Meriah, dan Bireuen.
Sementara di Provinsi Sumatra Utara, pencarian dibagi ke dalam lima sektor yang tersebar di tiga wilayah kabupaten/kota. Di Kabupaten Tapanuli Selatan, area pencarian dipersempit di Desa Garoga, Kecamatan Batang Toru, dengan fokus di Kecamatan Sukabangun dan Aloban Bair. Selain itu, pencarian juga dilakukan di Kota Sibolga, tepatnya di wilayah Pancuran Gerobak, Kecamatan Sibolga Kota.
Di Provinsi Sumatra Barat, operasi pencarian difokuskan pada lima sektor, yakni Kecamatan Malalak dan Palembayan di Kabupaten Agam, serta masing-masing satu sektor di aliran Sungai Batang Anai yang meliputi wilayah Kota Padang, Padang Pariaman, dan Kabupaten Tanah Datar.
Sementara itu, jumlah warga yang mengungsi tercatat sebanyak 624.670 jiwa. Pospenas menyebutkan, angka tersebut mengalami penurunan dibandingkan data sehari sebelumnya.
Di wilayah Aceh Utara, penurunan jumlah pengungsi terjadi secara signifikan, meski sebagian warga memilih mengungsi secara mandiri ke rumah keluarga atau kerabat. Meski demikian, mereka tetap tercatat sebagai pengungsi dan masih mendapatkan dukungan bantuan makanan karena berstatus pengungsi mandiri. (**)
| |
AMPLANG, KULINER KHAS INHIL - PESONA WISATA KULINER
Kamis, 2 Maret 2023 | 21:37:48 |
|---|
| |
Wisata Edukasi di Perpustakaan Soeman HS
Senin, 7 November 2022 | 22:26:22 |
|---|
| |
Mal Pelayanan Publik Kota Pekanbaru
Senin, 7 November 2022 | 22:24:20 |
|---|
| ☰ | |
×
|
|---|
JAKARTA – Dampak bencana banjir dan longsor (bansor) yang melanda tiga provinsi di Pulau Sumatra terus menunjukkan angka korban yang signifikan. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat total korban meninggal dunia akibat bencana tersebut mencapai 1.016 jiwa, sementara operasi pencarian korban masih berlangsung hingga Minggu (14/12/2025).
Pos Pendamping Nasional (Pospenas) yang dipimpin BNPB merilis, jumlah korban meninggal tertinggi terjadi di Provinsi Aceh dengan 424 jiwa. Disusul Provinsi Sumatra Utara sebanyak 349 jiwa dan Sumatra Barat 243 jiwa. Dalam sepekan terakhir, terhitung sejak 8 hingga 13 Desember 2025, jumlah korban meninggal dunia bertambah 66 jiwa, masing-masing Aceh 33 jiwa, Sumatra Utara 19 jiwa, dan Sumatra Barat 14 jiwa.
Selain korban meninggal, total korban yang dilaporkan hilang mencapai 212 jiwa. Rinciannya, Aceh sebanyak 32 jiwa, Sumatra Utara 90 jiwa, dan Sumatra Barat 90 jiwa.
BNPB menjelaskan, pencatatan korban hilang tidak semata berdasarkan temuan di lapangan, tetapi juga hasil pembaruan identifikasi korban yang sebelumnya belum terdata. Proses ini dilakukan melalui verifikasi by name by address di tingkat kabupaten dan kota. Dalam sejumlah kasus, korban diketahui bukan berasal dari wilayah setempat, melainkan berpindah domisili, sehingga membutuhkan konfirmasi lanjutan.
“Merespons bencana tiga provinsi di Sumatera, Pemerintah Pusat melalui kementerian dan lembaga terus bekerja sama untuk membantu penanganan darurat serta pemulihan masyarakat terdampak,” ujar Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari.
Ia menambahkan, meskipun terjadi penambahan jumlah korban meninggal setiap hari, hasil verifikasi identifikasi turut memengaruhi perubahan data. Salah satu faktor penyebabnya adalah banjir dan longsor yang terjadi di area pemakaman. Jenazah yang ditemukan di lokasi tersebut kemudian dihitung sebagai korban bencana setelah dilakukan identifikasi oleh petugas SAR.
Operasi pencarian di bawah koordinasi Basarnas masih difokuskan di sejumlah wilayah terdampak. Di Provinsi Aceh, pencarian dilakukan di Kabupaten Aceh Utara, Aceh Tengah, Bener Meriah, dan Bireuen.
Sementara di Provinsi Sumatra Utara, pencarian dibagi ke dalam lima sektor yang tersebar di tiga wilayah kabupaten/kota. Di Kabupaten Tapanuli Selatan, area pencarian dipersempit di Desa Garoga, Kecamatan Batang Toru, dengan fokus di Kecamatan Sukabangun dan Aloban Bair. Selain itu, pencarian juga dilakukan di Kota Sibolga, tepatnya di wilayah Pancuran Gerobak, Kecamatan Sibolga Kota.
Di Provinsi Sumatra Barat, operasi pencarian difokuskan pada lima sektor, yakni Kecamatan Malalak dan Palembayan di Kabupaten Agam, serta masing-masing satu sektor di aliran Sungai Batang Anai yang meliputi wilayah Kota Padang, Padang Pariaman, dan Kabupaten Tanah Datar.
Sementara itu, jumlah warga yang mengungsi tercatat sebanyak 624.670 jiwa. Pospenas menyebutkan, angka tersebut mengalami penurunan dibandingkan data sehari sebelumnya.
Di wilayah Aceh Utara, penurunan jumlah pengungsi terjadi secara signifikan, meski sebagian warga memilih mengungsi secara mandiri ke rumah keluarga atau kerabat. Meski demikian, mereka tetap tercatat sebagai pengungsi dan masih mendapatkan dukungan bantuan makanan karena berstatus pengungsi mandiri. (**)
| |
Sidang Abdul Wahid: Kesaksian Dani Ungkap Rencana...
Kamis, 4 Juni 2026 | 16:47:33
|
|---|
| |
Sidang Abdul Wahid: Dani Sebut Bupati Inhu...
Kamis, 4 Juni 2026 | 16:34:28
|
|---|
| |
Sidang Korupsi Abdul Wahid Memanas, Hubungan...
Rabu, 3 Juni 2026 | 20:02:16
|
|---|
| |
Ribuan Ekstasi dan Etomidate Dicegat di Batas...
Minggu, 31 Mei 2026 | 15:29:07
|
|---|
| Sidang Abdul Wahid: Kesaksian Dani Ungkap Rencana Penyerahan Rp1 Miliar yang Gagal akibat OTT KPK
Kamis, 4 Juni 2026 | 16:47:33
|
|
|---|
| Sidang Abdul Wahid: Dani Sebut Bupati Inhu Sarankan Tinggalkan 3 Ponsel Sebelum Serahkan Diri ke KPK
Kamis, 4 Juni 2026 | 16:34:28
|
|
|---|
| Sinergi Polsek Payung Sekaki dan Petani Berbuah Manis, Panen Jagung 4 Ton dari Lahan 1 Hektare di Tapung
Rabu, 3 Juni 2026 | 20:13:03
|
|
|---|
| Sidang Korupsi Abdul Wahid Memanas, Hubungan Retak dengan SF Hariyanto Terungkap di Pengadilan
Rabu, 3 Juni 2026 | 20:02:16
|
|
|---|
| Budidaya Lele di Tampan Berkembang, Posek Payung Sekaki Dorong Ketahanan Pangan dan Ekonomi Warga
Selasa, 2 Juni 2026 | 15:46:50
|
|
|---|
| Sidang Abdul Wahid: Kesaksian Dani Ungkap Rencana Penyerahan Rp1 Miliar yang Gagal akibat OTT KPK
Kamis, 4 Juni 2026 | 16:47:33
|
|
|---|
| Sidang Abdul Wahid: Dani Sebut Bupati Inhu Sarankan Tinggalkan 3 Ponsel Sebelum Serahkan Diri ke KPK
Kamis, 4 Juni 2026 | 16:34:28
|
|
|---|
| Sinergi Polsek Payung Sekaki dan Petani Berbuah Manis, Panen Jagung 4 Ton dari Lahan 1 Hektare di Tapung
Rabu, 3 Juni 2026 | 20:13:03
|
|
|---|
| Sidang Korupsi Abdul Wahid Memanas, Hubungan Retak dengan SF Hariyanto Terungkap di Pengadilan
Rabu, 3 Juni 2026 | 20:02:16
|
|
|---|
| Sidang Korupsi Abdul Wahid Memanas, Hubungan Retak dengan SF Hariyanto Terungkap di Pengadilan
Rabu, 3 Juni 2026 | 20:02:16
|
|---|
| Sinergi Polsek Payung Sekaki dan Petani Berbuah Manis, Panen Jagung 4 Ton dari Lahan 1 Hektare di Tapung
Rabu, 3 Juni 2026 | 20:13:03
|
|---|
| Kanit Binmas Polsek Payung Sekaki Bersama Bhabinkamtibmas Semangati Petani dan Peternak di Tirta Siak
Senin, 1 Juni 2026 | 16:36:28
|
|---|
| Budidaya Lele di Tampan Berkembang, Posek Payung Sekaki Dorong Ketahanan Pangan dan Ekonomi Warga
Selasa, 2 Juni 2026 | 15:46:50
|
|---|
| Kanit Binmas Polsek Payung Sekaki Bersama Bhabinkamtibmas Semangati Petani dan Peternak di Tirta Siak
Senin, 1 Juni 2026 | 16:36:28
|
|
|---|
| BBPOM dan Komisi IX DPR RI Edukasi Pangan Aman untuk Cegah Stunting, Warga Tapung Hulu Antusias
Minggu, 31 Mei 2026 | 15:31:25
|
|
|---|
| Ribuan Ekstasi dan Etomidate Dicegat di Batas Kota Pekanbaru, Dua Tersangka Ditangkap
Minggu, 31 Mei 2026 | 15:29:07
|
|
|---|
| Polsek Payung Sekaki Dampingi Warga Kelola Kebun Jagung, Perkuat Ketahanan Pangan dari Lingkungan Terdekat
Minggu, 31 Mei 2026 | 15:24:05
|
|
|---|
| Bhabinkamtibmas Payung Sekaki Cek Tanaman Jagung di Karya Indah, Panen Diprediksi Awal Juni
Jumat, 29 Mei 2026 | 15:59:45
|
|
|---|
Wisata Edukasi di Perpustakaan Soeman HS |
Mal Pelayanan Publik Kota Pekanbaru |
|---|---|
Investasi Kawasan Industri Tenayan Pekanbaru
| Protokol Isolasi Mandiri |
| Aroma Rendang Akhiri Pelarian Napi Pekanbaru Ini, Ditangkap Saat Dekati Warga Lagi Masak Daging Kurban
Kamis, 28 Mei 2026 | 14:05:39
|
|
|---|
| Jajaran Polsek Payung Sekaki Sambangi Lahan Jagung Warga di Kawasan Air Hitam
Kamis, 28 Mei 2026 | 14:00:43
|
|
|---|
| Napi Kasus Curat Kabur Dari Rutan Pekanbaru, Petugas Masih Lakukan Pengejaran
Selasa, 26 Mei 2026 | 21:16:50
|
|
|---|
| Heboh Razia THM Pekanbaru, AF Diduga Anak Bupati dan Selebgram SA Positif Narkotika
Selasa, 26 Mei 2026 | 21:13:42
|
|
|---|
| Dari Lahan Tidur Jadi Ladang Harapan, Jagung Binaan Polsek Payung Sekaki di Tapung Segera Panen
Selasa, 26 Mei 2026 | 16:02:05
|
|
|---|