
| |
Ketika Taman Nasional Tesso Nilo Menyempit, Kematian Gajah Semakin Meningkat
Kamis, 29 Januari 2026 | 14:54:22 |
|---|
| |
Bawa Nama RANS, Wanita Ini Diduga Tipu Investor Bisnis Toko Kecantikan Hingga Rp6,8 Miliar
Rabu, 14 Januari 2026 | 14:56:54 |
|---|
| |
Dua Pecatan Polri Terlibat Jaringan Ekstasi di Pekanbaru, Lima Tersangka Dicokok Polisi di Rumah Kos
Sabtu, 24 Januari 2026 | 15:10:33 |
|---|
| |
Jadi Sorotan Publik Pekanbaru, Selegram Adil Atra Dkk Bebas dari Jerat Hukum Usai Digerebek Pesta Narkoba
Minggu, 25 Januari 2026 | 15:14:17 |
|---|
| |
Langkah Nyata Green Policing, Binmas Polsek Payung Sekaki Gelar Penanaman Pohon Bersama Masyarakat
Kamis, 22 Januari 2026 | 10:55:38 |
|---|
| |
Jaga Ketahanan Ekologi Desa, Ketua DPD RI dan Mendes Sepakat Adakan Lomba ''Green Village''
Kamis, 15 Januari 2026 | 13:44:51 |
|---|
AGAM - Sebanyak 10 jenazah korban bencana banjir bandang (galodo) yang melanda Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, akhirnya dimakamkan secara massal hari ini. Pemakaman kolektif ini dilakukan lantaran kesepuluh jenazah tersebut tidak berhasil diidentifikasi setelah disimpan selama 14 hari di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lubuk Basung.
Keputusan ini diambil untuk memastikan jenazah mendapatkan tempat peristirahatan terakhir yang layak. Kaposko DVI di RSUD Lubuk Basung, Kombes Wahono Edhi, menjelaskan bahwa pemakaman massal ini merupakan langkah terakhir setelah upaya identifikasi menemui jalan buntu.
"Sepuluh jenazah tersebut tidak teridentifikasi dan sudah 14 hari di RSUD Lubuk Basung, sehingga hari ini dilakukan pemakaman secara massal," ujar Kombes Wahono Edhi Kamis (11/12/2025).
Meskipun telah dimakamkan, Kombes Wahono memastikan bahwa upaya pencocokan data tetap bisa dilakukan di kemudian hari. Seluruh sampel DNA dari 10 jenazah tersebut telah diambil dan dikirimkan ke DVI Mabes Polri.
Data DNA ini disimpan secara permanen, memungkinkan keluarga yang merasa kehilangan anggota keluarganya untuk melapor dan melakukan proses pencocokan DNA.
"Sampel DNA-nya sudah kita ambil dan kita kirim ke DVI Mabes Polri, datanya disimpan di sana. Nanti kalau ada keluarga yang merasa kehilangan bisa dicocokkan DNA-nya," imbuhnya.
Penyimpanan sample DNA itu memberikan harapan bagi keluarga yang masih mencari. Prosedur ini sangat penting untuk memberikan kepastian identitas pada korban.
Prosesi pemakaman dilaksanakan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kampung Baru, Lubuk Basung, Kabupaten Agam, pada siang hari. Kesepuluh jenazah tersebut disemayamkan dalam satu liang lahad yang dibuat memanjang.
Sebelumnya, para jenazah disalatkan di Masjid Nurul Falah, Lubuk Basung, dengan dipimpin langsung oleh Kapolres Agam AKBP Muari. Prosesi pemakaman ini berlangsung khidmat dan dikawal oleh personel BKO Polda Riau yang berada di lokasi bencana.
Sejumlah pejabat tinggi turut hadir dalam prosesi tersebut, termasuk Kepala Pusat Identifikasi Bareskrim Polri Brigjen Pol Mashudi, Kabid DVI Rodokpol Pusdokkes Polri Kombes Pol dr Wahyu Hidayati, dan sejumlah perwakilan dari Polda Sumbar serta Polda Riau.
Dari sepuluh jenazah yang dimakamkan, komposisi korban meliputi 3 anak perempuan, 3 wanita dewasa, 2 laki-laki dewasa, dan 2 anak laki-laki. Untuk mempermudah pengenalan jika ada pencocokan DNA di masa mendatang, nisan jenazah diberi nomor khusus seperti PM RSUD 30 dan PM 23.
Penomoran ini berdasarkan kategorisasi usia dan jenis kelamin saat ditemukan. Langkah pemakaman massal ini menjadi penutup sementara dari pencarian korban galodo di Palembayan.
Pihak kepolisian dan DVI mengimbau masyarakat yang masih merasa kehilangan anggota keluarga untuk segera melapor ke Posko DVI dengan membawa data pendukung agar proses pencocokan DNA dapat segera dilakukan, meskipun jenazah telah dikebumikan. (**)
| |
AMPLANG, KULINER KHAS INHIL - PESONA WISATA KULINER
Kamis, 2 Maret 2023 | 21:37:48 |
|---|
| |
Wisata Edukasi di Perpustakaan Soeman HS
Senin, 7 November 2022 | 22:26:22 |
|---|
| |
Mal Pelayanan Publik Kota Pekanbaru
Senin, 7 November 2022 | 22:24:20 |
|---|
| ☰ | |
×
|
|---|
AGAM - Sebanyak 10 jenazah korban bencana banjir bandang (galodo) yang melanda Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, akhirnya dimakamkan secara massal hari ini. Pemakaman kolektif ini dilakukan lantaran kesepuluh jenazah tersebut tidak berhasil diidentifikasi setelah disimpan selama 14 hari di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lubuk Basung.
Keputusan ini diambil untuk memastikan jenazah mendapatkan tempat peristirahatan terakhir yang layak. Kaposko DVI di RSUD Lubuk Basung, Kombes Wahono Edhi, menjelaskan bahwa pemakaman massal ini merupakan langkah terakhir setelah upaya identifikasi menemui jalan buntu.
"Sepuluh jenazah tersebut tidak teridentifikasi dan sudah 14 hari di RSUD Lubuk Basung, sehingga hari ini dilakukan pemakaman secara massal," ujar Kombes Wahono Edhi Kamis (11/12/2025).
Meskipun telah dimakamkan, Kombes Wahono memastikan bahwa upaya pencocokan data tetap bisa dilakukan di kemudian hari. Seluruh sampel DNA dari 10 jenazah tersebut telah diambil dan dikirimkan ke DVI Mabes Polri.
Data DNA ini disimpan secara permanen, memungkinkan keluarga yang merasa kehilangan anggota keluarganya untuk melapor dan melakukan proses pencocokan DNA.
"Sampel DNA-nya sudah kita ambil dan kita kirim ke DVI Mabes Polri, datanya disimpan di sana. Nanti kalau ada keluarga yang merasa kehilangan bisa dicocokkan DNA-nya," imbuhnya.
Penyimpanan sample DNA itu memberikan harapan bagi keluarga yang masih mencari. Prosedur ini sangat penting untuk memberikan kepastian identitas pada korban.
Prosesi pemakaman dilaksanakan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kampung Baru, Lubuk Basung, Kabupaten Agam, pada siang hari. Kesepuluh jenazah tersebut disemayamkan dalam satu liang lahad yang dibuat memanjang.
Sebelumnya, para jenazah disalatkan di Masjid Nurul Falah, Lubuk Basung, dengan dipimpin langsung oleh Kapolres Agam AKBP Muari. Prosesi pemakaman ini berlangsung khidmat dan dikawal oleh personel BKO Polda Riau yang berada di lokasi bencana.
Sejumlah pejabat tinggi turut hadir dalam prosesi tersebut, termasuk Kepala Pusat Identifikasi Bareskrim Polri Brigjen Pol Mashudi, Kabid DVI Rodokpol Pusdokkes Polri Kombes Pol dr Wahyu Hidayati, dan sejumlah perwakilan dari Polda Sumbar serta Polda Riau.
Dari sepuluh jenazah yang dimakamkan, komposisi korban meliputi 3 anak perempuan, 3 wanita dewasa, 2 laki-laki dewasa, dan 2 anak laki-laki. Untuk mempermudah pengenalan jika ada pencocokan DNA di masa mendatang, nisan jenazah diberi nomor khusus seperti PM RSUD 30 dan PM 23.
Penomoran ini berdasarkan kategorisasi usia dan jenis kelamin saat ditemukan. Langkah pemakaman massal ini menjadi penutup sementara dari pencarian korban galodo di Palembayan.
Pihak kepolisian dan DVI mengimbau masyarakat yang masih merasa kehilangan anggota keluarga untuk segera melapor ke Posko DVI dengan membawa data pendukung agar proses pencocokan DNA dapat segera dilakukan, meskipun jenazah telah dikebumikan. (**)
| |
Kapolda Tinjau TKP Kematian Gajah di Areal HTI...
Senin, 9 Februari 2026 | 17:18:53
|
|---|
| |
Bentrok Berdarah di Perkebunan Eks PT BS Rohul,...
Senin, 9 Februari 2026 | 09:18:22
|
|---|
| |
Bukti Forensik Pastikan Kematian Gajah Sumatera...
Jumat, 6 Februari 2026 | 16:39:00
|
|---|
| |
Kematian Gajah di Area Konsesi RAPP, Jikalahari:...
Jumat, 6 Februari 2026 | 15:40:26
|
|---|
| Ruang yang Dibiarkan Kosong: Ketika Konflik Diketahui, tapi Tak Segera Ditangani
Senin, 9 Februari 2026 | 17:35:48
|
|
|---|
| Kapolda Tinjau TKP Kematian Gajah di Areal HTI RAPP Ukui, WALHI dan Jikalahari Desak Penegakan Hukum
Senin, 9 Februari 2026 | 17:18:53
|
|
|---|
| Tanggapi Kematian Gajah Sumatera di Area HTI, Walhi Riau: PT RAPP Harus Tanggung Jawab
Senin, 9 Februari 2026 | 13:22:44
|
|
|---|
| Bentrok Berdarah di Perkebunan Eks PT BS Rohul, Satu Pekerja Koperasi Tewas dan Lima Orang Terluka
Senin, 9 Februari 2026 | 09:18:22
|
|
|---|
| Motor Ditumpangi 3 Pelajar Tabrak Truk Parkir di Rumbai, Bocah 13 Tahun Tewas di Tempat
Minggu, 8 Februari 2026 | 19:21:16
|
|
|---|
| Ruang yang Dibiarkan Kosong: Ketika Konflik Diketahui, tapi Tak Segera Ditangani
Senin, 9 Februari 2026 | 17:35:48
|
|
|---|
| Kapolda Tinjau TKP Kematian Gajah di Areal HTI RAPP Ukui, WALHI dan Jikalahari Desak Penegakan Hukum
Senin, 9 Februari 2026 | 17:18:53
|
|
|---|
| Tanggapi Kematian Gajah Sumatera di Area HTI, Walhi Riau: PT RAPP Harus Tanggung Jawab
Senin, 9 Februari 2026 | 13:22:44
|
|
|---|
| Bentrok Berdarah di Perkebunan Eks PT BS Rohul, Satu Pekerja Koperasi Tewas dan Lima Orang Terluka
Senin, 9 Februari 2026 | 09:18:22
|
|
|---|
| Kematian Gajah di Area Konsesi RAPP, Jikalahari: Bencana Ekologi di Lanskap TNTN
Jumat, 6 Februari 2026 | 15:40:26
|
|---|
| Gajah Sumatera Ditemukan Mati dengan Kepala Terpotong, Lokasi Areal Hutan Konsesi RAPP di Pelalawan
Kamis, 5 Februari 2026 | 21:27:40
|
|---|
| Motor Ditumpangi 3 Pelajar Tabrak Truk Parkir di Rumbai, Bocah 13 Tahun Tewas di Tempat
Minggu, 8 Februari 2026 | 19:21:16
|
|---|
| Bukti Forensik Pastikan Kematian Gajah Sumatera di Areal HTI RAPP Akibat Luka Tembak, Ada 2 Proyektil di Bagian Tengkorak
Jumat, 6 Februari 2026 | 16:39:00
|
|---|
| Polresta Pekanbaru Tangkap Pengedar Ekstasi di Taman Kaca Mayang, Puluhan Butir Ekstasi Disita
Minggu, 8 Februari 2026 | 16:06:48
|
|
|---|
| Kerumitan di TNTN: Izin, Klaim, dan Negara yang Datang Terlambat
Sabtu, 7 Februari 2026 | 12:27:28
|
|
|---|
| Bukti Forensik Pastikan Kematian Gajah Sumatera di Areal HTI RAPP Akibat Luka Tembak, Ada 2 Proyektil di Bagian Tengkorak
Jumat, 6 Februari 2026 | 16:39:00
|
|
|---|
| Kematian Gajah di Area Konsesi RAPP, Jikalahari: Bencana Ekologi di Lanskap TNTN
Jumat, 6 Februari 2026 | 15:40:26
|
|
|---|
| Penyebab Kematian Gajah di Ukui Belum Ada Titik Terang, RAPP Dukung Seluruh Rangkaian Penyelidikan
Jumat, 6 Februari 2026 | 11:57:10
|
|
|---|
Wisata Edukasi di Perpustakaan Soeman HS |
Mal Pelayanan Publik Kota Pekanbaru |
|---|---|
Investasi Kawasan Industri Tenayan Pekanbaru
| Protokol Isolasi Mandiri |
| Tindak Lanjut Arahan Presiden, Polda Riau dan Pemko Pekanbaru Kick-Off Gotong Royong Serentak
Jumat, 6 Februari 2026 | 10:28:27
|
|
|---|
| Gajah Sumatera Ditemukan Mati dengan Kepala Terpotong, Lokasi Areal Hutan Konsesi RAPP di Pelalawan
Kamis, 5 Februari 2026 | 21:27:40
|
|
|---|
| Jelang Ramadhan, FKIP UIR Hadirkan Konser Orkestra Religi Spektakuler di Pekanbaru
Kamis, 5 Februari 2026 | 17:24:26
|
|
|---|
| Tol Sicincin-Bukittinggi Segera Dibangun, Ada Terowongan 5,85 Km dan Jembatan 2,71 Kilometer
Kamis, 5 Februari 2026 | 15:18:48
|
|
|---|
| Ketika Keseimbangan Ekosistem Rusak, Satwa Pun Terdorong Keluar dari Kawasan Konservasi TNTN
Kamis, 5 Februari 2026 | 14:37:23
|
|
|---|