Dari Lahan Sempit ke Rak Supermarket, Hidroponik Polsek Payung Sekaki Pekanbaru Panen Cuan
Editor: adminredaksi77 | Reporter : Bang Tun
Kamis, 21 Mei 2026 | 12:35:02

PEKANBARU – Di tengah meningkatnya perhatian terhadap isu ketahanan pangan, Polsek Payung Sekaki, Pekanbaru, menghadirkan langkah nyata dengan mengubah lahan kosong menjadi kebun hidroponik produktif. Tidak sekadar penghijauan, hasil panen kebun tersebut kini bahkan telah dipasarkan hingga ke supermarket di Pekanbaru.

Kebun hidroponik itu berada di Jalan Pemudi Gang Mushola, Kelurahan Tampan, Kecamatan Payung Sekaki. Kamis (21/5/2026), sejumlah personel Polsek Payung Sekaki terlihat meninjau langsung perkembangan tanaman selada dan sawi yang tumbuh subur di area seluas sekitar 100 meter persegi tersebut.

Peninjauan dipimpin Kanit Binmas Polsek Payung Sekaki, Ipda Restu Inanda SH bersama para Bhabinkamtibmas. Program ini menjadi bagian dari upaya mendukung ketahanan pangan sekaligus mendorong pemanfaatan lahan sempit di kawasan perkotaan.

Di lokasi, tanaman hidroponik tampak tumbuh rapi dan terawat. Selada terlihat segar, sementara sawi berkembang merata. Sistem hidroponik yang diterapkan dinilai efektif karena lebih hemat air, bersih, dan cocok diterapkan di lingkungan padat penduduk.

Menariknya, hasil panen dari kebun tersebut tidak hanya dimanfaatkan internal kepolisian. Sayuran yang diproduksi telah dipasarkan kepada supplier hingga supermarket di Pekanbaru. Langkah itu membuka peluang ekonomi baru sekaligus memperkuat pasokan pangan sehat di tingkat lokal.

Ipda Restu Inanda mengatakan program tersebut sengaja dikembangkan sebagai contoh konkret pemanfaatan lahan kosong yang memiliki nilai ekonomis.

“Lahan kecil bukan berarti tidak produktif. Dengan pengelolaan yang serius, hidroponik bisa menjadi solusi pertanian modern di wilayah perkotaan,” ujarnya.

Menurutnya, kebutuhan masyarakat terhadap pangan sehat terus meningkat. Karena itu, hidroponik dinilai memiliki prospek besar untuk dikembangkan di lingkungan masyarakat urban.

Selain mendukung ketahanan pangan, keberadaan kebun hidroponik itu juga mempererat hubungan polisi dengan masyarakat. Warga sekitar menyambut positif kegiatan tersebut karena dinilai memberi manfaat langsung sekaligus mempercantik lingkungan.

Program ini menunjukkan bahwa isu ketahanan pangan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau dinas terkait semata. Seluruh elemen, termasuk institusi kepolisian, dapat berperan melalui langkah sederhana namun berkelanjutan.

Keberhasilan panen hidroponik di Payung Sekaki juga menjadi gambaran bahwa pertanian modern skala kecil memiliki potensi ekonomi yang menjanjikan. Model serupa dinilai dapat diterapkan di lingkungan RT, sekolah hingga komunitas masyarakat perkotaan lainnya.

Di balik kebun sederhana itu, tersimpan pesan kuat tentang pentingnya membangun kemandirian pangan dari lingkungan terkecil. Ketika lahan kosong mulai dimanfaatkan, yang tumbuh bukan hanya sayuran, tetapi juga kesadaran baru tentang pentingnya pangan sehat dan produktivitas masyarakat. (btn)

Zona
hukum
Bisnis
Wisata Edukasi di Perpustakaan Soeman HS

Senin, 7 November 2022 | 22:26:22
Mal Pelayanan Publik Kota Pekanbaru

Senin, 7 November 2022 | 22:24:20
nasional
internasional
profil
otomotif
Artikel Pilihan
Dari Lahan Sempit ke Rak Supermarket, Hidroponik Polsek Payung Sekaki Pekanbaru Panen Cuan | Redaksi77.co
×
Home /bisnis
Dari Lahan Sempit ke Rak Supermarket, Hidroponik Polsek Payung Sekaki Pekanbaru Panen Cuan
Editor : adminredaksi77 | Penulis: Bang Tun
Kamis, 21 Mei 2026 | 12:35:02

PEKANBARU – Di tengah meningkatnya perhatian terhadap isu ketahanan pangan, Polsek Payung Sekaki, Pekanbaru, menghadirkan langkah nyata dengan mengubah lahan kosong menjadi kebun hidroponik produktif. Tidak sekadar penghijauan, hasil panen kebun tersebut kini bahkan telah dipasarkan hingga ke supermarket di Pekanbaru.

Kebun hidroponik itu berada di Jalan Pemudi Gang Mushola, Kelurahan Tampan, Kecamatan Payung Sekaki. Kamis (21/5/2026), sejumlah personel Polsek Payung Sekaki terlihat meninjau langsung perkembangan tanaman selada dan sawi yang tumbuh subur di area seluas sekitar 100 meter persegi tersebut.

Peninjauan dipimpin Kanit Binmas Polsek Payung Sekaki, Ipda Restu Inanda SH bersama para Bhabinkamtibmas. Program ini menjadi bagian dari upaya mendukung ketahanan pangan sekaligus mendorong pemanfaatan lahan sempit di kawasan perkotaan.

Di lokasi, tanaman hidroponik tampak tumbuh rapi dan terawat. Selada terlihat segar, sementara sawi berkembang merata. Sistem hidroponik yang diterapkan dinilai efektif karena lebih hemat air, bersih, dan cocok diterapkan di lingkungan padat penduduk.

Menariknya, hasil panen dari kebun tersebut tidak hanya dimanfaatkan internal kepolisian. Sayuran yang diproduksi telah dipasarkan kepada supplier hingga supermarket di Pekanbaru. Langkah itu membuka peluang ekonomi baru sekaligus memperkuat pasokan pangan sehat di tingkat lokal.

Ipda Restu Inanda mengatakan program tersebut sengaja dikembangkan sebagai contoh konkret pemanfaatan lahan kosong yang memiliki nilai ekonomis.

“Lahan kecil bukan berarti tidak produktif. Dengan pengelolaan yang serius, hidroponik bisa menjadi solusi pertanian modern di wilayah perkotaan,” ujarnya.

Menurutnya, kebutuhan masyarakat terhadap pangan sehat terus meningkat. Karena itu, hidroponik dinilai memiliki prospek besar untuk dikembangkan di lingkungan masyarakat urban.

Selain mendukung ketahanan pangan, keberadaan kebun hidroponik itu juga mempererat hubungan polisi dengan masyarakat. Warga sekitar menyambut positif kegiatan tersebut karena dinilai memberi manfaat langsung sekaligus mempercantik lingkungan.

Program ini menunjukkan bahwa isu ketahanan pangan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau dinas terkait semata. Seluruh elemen, termasuk institusi kepolisian, dapat berperan melalui langkah sederhana namun berkelanjutan.

Keberhasilan panen hidroponik di Payung Sekaki juga menjadi gambaran bahwa pertanian modern skala kecil memiliki potensi ekonomi yang menjanjikan. Model serupa dinilai dapat diterapkan di lingkungan RT, sekolah hingga komunitas masyarakat perkotaan lainnya.

Di balik kebun sederhana itu, tersimpan pesan kuat tentang pentingnya membangun kemandirian pangan dari lingkungan terkecil. Ketika lahan kosong mulai dimanfaatkan, yang tumbuh bukan hanya sayuran, tetapi juga kesadaran baru tentang pentingnya pangan sehat dan produktivitas masyarakat. (btn)

Pilihan Editor
Artikel Populer
Wisata Edukasi di Perpustakaan Soeman HS
Mal Pelayanan Publik Kota Pekanbaru
Investasi Kawasan Industri Tenayan Pekanbaru
Protokol Isolasi Mandiri