Operasi Keselamatan Lancang Kuning 2026: Nol Laka, Ratusan Pengendara Dapat Teguran
Editor: adminredaksi77 | Reporter : Rico
Kamis, 5 Februari 2026 | 11:53:12

PEKANBARU – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Pekanbaru mencatat tren positif pada pelaksanaan Operasi Keselamatan Lancang Kuning 2026. Selama tiga hari pertama operasi, tidak satu pun kecelakaan lalu lintas terjadi di wilayah hukum Polresta Pekanbaru, meski puluhan pelanggaran masih ditemukan di lapangan.

Kasat Lantas Polresta Pekanbaru AKP Satrio B.W. Wicaksana mengatakan, capaian ini menunjukkan pendekatan preemtif dan preventif yang dikedepankan dalam operasi mulai membuahkan hasil.

“Alhamdulillah, sampai hari ketiga pelaksanaan operasi, angka kecelakaan nihil. Ini menjadi indikator awal bahwa kesadaran masyarakat mulai terbangun, meskipun masih ada pelanggaran yang kami temukan,” ujar AKP Satrio, Kamis (5/2/2026) pagi.

Berdasarkan data sementara Satlantas Polresta Pekanbaru, pada Senin (2/2) tercatat nol kecelakaan, tanpa penindakan tilang, dengan 90 teguran kepada pengendara yang melanggar.
Pada Selasa (3/2), kembali tidak terjadi kecelakaan, dengan dua tilang manual dan 91 teguran.

Sementara Rabu (4/2), angka kecelakaan tetap nol, namun penindakan ditingkatkan melalui empat tilang ETLE, lima tilang manual, serta 96 teguran.

Pada hari ketiga tersebut, petugas juga menindak pelanggaran yang berpotensi membahayakan keselamatan, di antaranya lima pengendara menggunakan knalpot tidak sesuai spesifikasi teknis dan empat pengendara tidak menggunakan helm.

AKP Satrio menegaskan, penindakan yang dilakukan bukan semata-mata untuk memberikan sanksi, melainkan sebagai upaya membangun budaya tertib berlalu lintas.

“Operasi ini tidak menitikberatkan pada penilangan. Teguran tetap menjadi langkah utama agar masyarakat paham dan sadar. Namun untuk pelanggaran yang berisiko tinggi terhadap keselamatan, tentu kami lakukan penindakan tegas,” jelasnya.

Ia menambahkan, Operasi Keselamatan Lancang Kuning 2026 akan terus mengedepankan edukasi, khususnya kepada pelajar dan pengendara usia produktif, guna mewujudkan lalu lintas yang aman dan berkeselamatan di Kota Pekanbaru.

Operasi Keselamatan Lancang Kuning 2026 sendiri digelar selama 14 hari, dengan fokus pada upaya preemtif dan preventif untuk menciptakan Kamseltibcarlantas yang kondusif serta menekan fatalitas kecelakaan lalu lintas di wilayah Riau, khususnya Pekanbaru. (rco)

Zona
hukum
Bisnis
Wisata Edukasi di Perpustakaan Soeman HS

Senin, 7 November 2022 | 22:26:22
Mal Pelayanan Publik Kota Pekanbaru

Senin, 7 November 2022 | 22:24:20
nasional
internasional
profil
otomotif
Artikel Pilihan
Operasi Keselamatan Lancang Kuning 2026: Nol Laka, Ratusan Pengendara Dapat Teguran | Redaksi77.co
×
Home /hukum
Operasi Keselamatan Lancang Kuning 2026: Nol Laka, Ratusan Pengendara Dapat Teguran
Editor : adminredaksi77 | Penulis: Rico
Kamis, 5 Februari 2026 | 11:53:12

PEKANBARU – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Pekanbaru mencatat tren positif pada pelaksanaan Operasi Keselamatan Lancang Kuning 2026. Selama tiga hari pertama operasi, tidak satu pun kecelakaan lalu lintas terjadi di wilayah hukum Polresta Pekanbaru, meski puluhan pelanggaran masih ditemukan di lapangan.

Kasat Lantas Polresta Pekanbaru AKP Satrio B.W. Wicaksana mengatakan, capaian ini menunjukkan pendekatan preemtif dan preventif yang dikedepankan dalam operasi mulai membuahkan hasil.

“Alhamdulillah, sampai hari ketiga pelaksanaan operasi, angka kecelakaan nihil. Ini menjadi indikator awal bahwa kesadaran masyarakat mulai terbangun, meskipun masih ada pelanggaran yang kami temukan,” ujar AKP Satrio, Kamis (5/2/2026) pagi.

Berdasarkan data sementara Satlantas Polresta Pekanbaru, pada Senin (2/2) tercatat nol kecelakaan, tanpa penindakan tilang, dengan 90 teguran kepada pengendara yang melanggar.
Pada Selasa (3/2), kembali tidak terjadi kecelakaan, dengan dua tilang manual dan 91 teguran.

Sementara Rabu (4/2), angka kecelakaan tetap nol, namun penindakan ditingkatkan melalui empat tilang ETLE, lima tilang manual, serta 96 teguran.

Pada hari ketiga tersebut, petugas juga menindak pelanggaran yang berpotensi membahayakan keselamatan, di antaranya lima pengendara menggunakan knalpot tidak sesuai spesifikasi teknis dan empat pengendara tidak menggunakan helm.

AKP Satrio menegaskan, penindakan yang dilakukan bukan semata-mata untuk memberikan sanksi, melainkan sebagai upaya membangun budaya tertib berlalu lintas.

“Operasi ini tidak menitikberatkan pada penilangan. Teguran tetap menjadi langkah utama agar masyarakat paham dan sadar. Namun untuk pelanggaran yang berisiko tinggi terhadap keselamatan, tentu kami lakukan penindakan tegas,” jelasnya.

Ia menambahkan, Operasi Keselamatan Lancang Kuning 2026 akan terus mengedepankan edukasi, khususnya kepada pelajar dan pengendara usia produktif, guna mewujudkan lalu lintas yang aman dan berkeselamatan di Kota Pekanbaru.

Operasi Keselamatan Lancang Kuning 2026 sendiri digelar selama 14 hari, dengan fokus pada upaya preemtif dan preventif untuk menciptakan Kamseltibcarlantas yang kondusif serta menekan fatalitas kecelakaan lalu lintas di wilayah Riau, khususnya Pekanbaru. (rco)

Pilihan Editor
Artikel Populer
Wisata Edukasi di Perpustakaan Soeman HS
Mal Pelayanan Publik Kota Pekanbaru
Investasi Kawasan Industri Tenayan Pekanbaru
Protokol Isolasi Mandiri