
| |
Ketika Taman Nasional Tesso Nilo Menyempit, Kematian Gajah Semakin Meningkat
Kamis, 29 Januari 2026 | 14:54:22 |
|---|
| |
Bawa Nama RANS, Wanita Ini Diduga Tipu Investor Bisnis Toko Kecantikan Hingga Rp6,8 Miliar
Rabu, 14 Januari 2026 | 14:56:54 |
|---|
| |
Dua Pecatan Polri Terlibat Jaringan Ekstasi di Pekanbaru, Lima Tersangka Dicokok Polisi di Rumah Kos
Sabtu, 24 Januari 2026 | 15:10:33 |
|---|
| |
Jadi Sorotan Publik Pekanbaru, Selegram Adil Atra Dkk Bebas dari Jerat Hukum Usai Digerebek Pesta Narkoba
Minggu, 25 Januari 2026 | 15:14:17 |
|---|
| |
Langkah Nyata Green Policing, Binmas Polsek Payung Sekaki Gelar Penanaman Pohon Bersama Masyarakat
Kamis, 22 Januari 2026 | 10:55:38 |
|---|
| |
Jaga Ketahanan Ekologi Desa, Ketua DPD RI dan Mendes Sepakat Adakan Lomba ''Green Village''
Kamis, 15 Januari 2026 | 13:44:51 |
|---|
PEKANBARU - Seorang nenek bernama Salasiah (65) menjadi korban serangan buaya saat sedang mencuci di sungai belakang rumahnya, Parit Ogok, Desa Kelurahan Sungai Dusun, Kecamatan Batang Tuaka, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Sabtu (17/1/26) sore.
Peristiwa mencekam itu terjadi sekitar pukul 16.00 WIB. Saat itu, korban tengah beraktivitas di tepi sungai. Tanpa diduga, seekor buaya muncul dan langsung menerkam tangan kiri korban.
Kejadian ini disaksikan suaminya yang saat itu juga sedang mandi di tepian aliran sungai. Pekikan pun pecah untuk meminta pertolongan warga. Korban sempat diseret oleh hewan buas itu ke tengah sungai.
Suami korban yang sigap langsung terjun memberikan pertolongan. Sejumlah warga di sekitaran sungai yang juga biasa mandi di bantaran sungai sore itu turut memberikan pertolongan berjibaku melawan buaya yang terus menggigit korban.
Saat korban sempat diraih dan berhasil memeluknya, suaminya pun langsung melawan dengan cara menendang buaya. Usaha perlawanan seadanya juga juga dilakukan warga yang menolong.
“Korban dipeluk oleh suaminya sambil menendang buaya tersebut. Beberapa warga yang kebetulan hendak mandi ikut membantu hingga korban berhasil ditarik ke darat,” kata Antoni, warga setempat yang menyaksikan kejadian tersebut.
Perlawanan melawan hewan ampibi itu pun membuahkan hasil. Setelah buaya melepaskan gigitanya lalu menghilang, korban pun dengan cepat berhasil dibawa ke darat.
Tak lama berselang, korban pun dilarikan ke dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Puri Husada Tembilahan untuk mendapatkan perawatan medis intensif akibat luka serius yang dialaminya. Diketahui dari kejadian naas tersebut tulang lengan korban mengalami patah akibat gigitan buaya.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) Junaidy membenarkan kejadian tersebut. Sejumlah personel DPKP juga sudah diterjunkan ke lokasi kejadian untuk menyisir buaya tersebut.
"Kita sudah menerima laporan, anggota kita sebanyak empat orang juga langsung bergerak menyisir ke lokasi mencari buaya yang telah menerkan warga," kata Junaidy. Ahad (18/1/26).
Tim DPKP Inhil yang sudah terlatih menangani buaya mulai bergerak pada pukul 16.30 WIB. Kemudian tiba di lokasi pada pukul 17.15 WIB. Petugas langsung melakukan penyisiran sungai untuk mencari buaya tersebut.
Penyisiran dilakukan hingga pukul 19.05 WIB, namun buaya belum ditemukan. Diperkirakan buaya menyerang nenek terrsebut memiliki panjang sekitar tiga meter.
"Kami mengimbau masyarakat yang tinggal di bantaran sungai agar meningkatkan kewaspadaan, terutama saat beraktivitas di perairan. Jika ada melihat segera laporkan, petugas kami akan menangkap hewan tersebut," ungkap Junaidy lagi. (**)
| |
AMPLANG, KULINER KHAS INHIL - PESONA WISATA KULINER
Kamis, 2 Maret 2023 | 21:37:48 |
|---|
| |
Wisata Edukasi di Perpustakaan Soeman HS
Senin, 7 November 2022 | 22:26:22 |
|---|
| |
Mal Pelayanan Publik Kota Pekanbaru
Senin, 7 November 2022 | 22:24:20 |
|---|
| ☰ | |
×
|
|---|
PEKANBARU - Seorang nenek bernama Salasiah (65) menjadi korban serangan buaya saat sedang mencuci di sungai belakang rumahnya, Parit Ogok, Desa Kelurahan Sungai Dusun, Kecamatan Batang Tuaka, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Sabtu (17/1/26) sore.
Peristiwa mencekam itu terjadi sekitar pukul 16.00 WIB. Saat itu, korban tengah beraktivitas di tepi sungai. Tanpa diduga, seekor buaya muncul dan langsung menerkam tangan kiri korban.
Kejadian ini disaksikan suaminya yang saat itu juga sedang mandi di tepian aliran sungai. Pekikan pun pecah untuk meminta pertolongan warga. Korban sempat diseret oleh hewan buas itu ke tengah sungai.
Suami korban yang sigap langsung terjun memberikan pertolongan. Sejumlah warga di sekitaran sungai yang juga biasa mandi di bantaran sungai sore itu turut memberikan pertolongan berjibaku melawan buaya yang terus menggigit korban.
Saat korban sempat diraih dan berhasil memeluknya, suaminya pun langsung melawan dengan cara menendang buaya. Usaha perlawanan seadanya juga juga dilakukan warga yang menolong.
“Korban dipeluk oleh suaminya sambil menendang buaya tersebut. Beberapa warga yang kebetulan hendak mandi ikut membantu hingga korban berhasil ditarik ke darat,” kata Antoni, warga setempat yang menyaksikan kejadian tersebut.
Perlawanan melawan hewan ampibi itu pun membuahkan hasil. Setelah buaya melepaskan gigitanya lalu menghilang, korban pun dengan cepat berhasil dibawa ke darat.
Tak lama berselang, korban pun dilarikan ke dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Puri Husada Tembilahan untuk mendapatkan perawatan medis intensif akibat luka serius yang dialaminya. Diketahui dari kejadian naas tersebut tulang lengan korban mengalami patah akibat gigitan buaya.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) Junaidy membenarkan kejadian tersebut. Sejumlah personel DPKP juga sudah diterjunkan ke lokasi kejadian untuk menyisir buaya tersebut.
"Kita sudah menerima laporan, anggota kita sebanyak empat orang juga langsung bergerak menyisir ke lokasi mencari buaya yang telah menerkan warga," kata Junaidy. Ahad (18/1/26).
Tim DPKP Inhil yang sudah terlatih menangani buaya mulai bergerak pada pukul 16.30 WIB. Kemudian tiba di lokasi pada pukul 17.15 WIB. Petugas langsung melakukan penyisiran sungai untuk mencari buaya tersebut.
Penyisiran dilakukan hingga pukul 19.05 WIB, namun buaya belum ditemukan. Diperkirakan buaya menyerang nenek terrsebut memiliki panjang sekitar tiga meter.
"Kami mengimbau masyarakat yang tinggal di bantaran sungai agar meningkatkan kewaspadaan, terutama saat beraktivitas di perairan. Jika ada melihat segera laporkan, petugas kami akan menangkap hewan tersebut," ungkap Junaidy lagi. (**)
| |
Kapolda Tinjau TKP Kematian Gajah di Areal HTI...
Senin, 9 Februari 2026 | 17:18:53
|
|---|
| |
Bentrok Berdarah di Perkebunan Eks PT BS Rohul,...
Senin, 9 Februari 2026 | 09:18:22
|
|---|
| |
Bukti Forensik Pastikan Kematian Gajah Sumatera...
Jumat, 6 Februari 2026 | 16:39:00
|
|---|
| |
Kematian Gajah di Area Konsesi RAPP, Jikalahari:...
Jumat, 6 Februari 2026 | 15:40:26
|
|---|
| Ruang yang Dibiarkan Kosong: Ketika Konflik Diketahui, tapi Tak Segera Ditangani
Senin, 9 Februari 2026 | 17:35:48
|
|
|---|
| Kapolda Tinjau TKP Kematian Gajah di Areal HTI RAPP Ukui, WALHI dan Jikalahari Desak Penegakan Hukum
Senin, 9 Februari 2026 | 17:18:53
|
|
|---|
| Tanggapi Kematian Gajah Sumatera di Area HTI, Walhi Riau: PT RAPP Harus Tanggung Jawab
Senin, 9 Februari 2026 | 13:22:44
|
|
|---|
| Bentrok Berdarah di Perkebunan Eks PT BS Rohul, Satu Pekerja Koperasi Tewas dan Lima Orang Terluka
Senin, 9 Februari 2026 | 09:18:22
|
|
|---|
| Motor Ditumpangi 3 Pelajar Tabrak Truk Parkir di Rumbai, Bocah 13 Tahun Tewas di Tempat
Minggu, 8 Februari 2026 | 19:21:16
|
|
|---|
| Ruang yang Dibiarkan Kosong: Ketika Konflik Diketahui, tapi Tak Segera Ditangani
Senin, 9 Februari 2026 | 17:35:48
|
|
|---|
| Kapolda Tinjau TKP Kematian Gajah di Areal HTI RAPP Ukui, WALHI dan Jikalahari Desak Penegakan Hukum
Senin, 9 Februari 2026 | 17:18:53
|
|
|---|
| Tanggapi Kematian Gajah Sumatera di Area HTI, Walhi Riau: PT RAPP Harus Tanggung Jawab
Senin, 9 Februari 2026 | 13:22:44
|
|
|---|
| Bentrok Berdarah di Perkebunan Eks PT BS Rohul, Satu Pekerja Koperasi Tewas dan Lima Orang Terluka
Senin, 9 Februari 2026 | 09:18:22
|
|
|---|
| Kematian Gajah di Area Konsesi RAPP, Jikalahari: Bencana Ekologi di Lanskap TNTN
Jumat, 6 Februari 2026 | 15:40:26
|
|---|
| Gajah Sumatera Ditemukan Mati dengan Kepala Terpotong, Lokasi Areal Hutan Konsesi RAPP di Pelalawan
Kamis, 5 Februari 2026 | 21:27:40
|
|---|
| Motor Ditumpangi 3 Pelajar Tabrak Truk Parkir di Rumbai, Bocah 13 Tahun Tewas di Tempat
Minggu, 8 Februari 2026 | 19:21:16
|
|---|
| Bukti Forensik Pastikan Kematian Gajah Sumatera di Areal HTI RAPP Akibat Luka Tembak, Ada 2 Proyektil di Bagian Tengkorak
Jumat, 6 Februari 2026 | 16:39:00
|
|---|
| Polresta Pekanbaru Tangkap Pengedar Ekstasi di Taman Kaca Mayang, Puluhan Butir Ekstasi Disita
Minggu, 8 Februari 2026 | 16:06:48
|
|
|---|
| Kerumitan di TNTN: Izin, Klaim, dan Negara yang Datang Terlambat
Sabtu, 7 Februari 2026 | 12:27:28
|
|
|---|
| Bukti Forensik Pastikan Kematian Gajah Sumatera di Areal HTI RAPP Akibat Luka Tembak, Ada 2 Proyektil di Bagian Tengkorak
Jumat, 6 Februari 2026 | 16:39:00
|
|
|---|
| Kematian Gajah di Area Konsesi RAPP, Jikalahari: Bencana Ekologi di Lanskap TNTN
Jumat, 6 Februari 2026 | 15:40:26
|
|
|---|
| Penyebab Kematian Gajah di Ukui Belum Ada Titik Terang, RAPP Dukung Seluruh Rangkaian Penyelidikan
Jumat, 6 Februari 2026 | 11:57:10
|
|
|---|
Wisata Edukasi di Perpustakaan Soeman HS |
Mal Pelayanan Publik Kota Pekanbaru |
|---|---|
Investasi Kawasan Industri Tenayan Pekanbaru
| Protokol Isolasi Mandiri |
| Tindak Lanjut Arahan Presiden, Polda Riau dan Pemko Pekanbaru Kick-Off Gotong Royong Serentak
Jumat, 6 Februari 2026 | 10:28:27
|
|
|---|
| Gajah Sumatera Ditemukan Mati dengan Kepala Terpotong, Lokasi Areal Hutan Konsesi RAPP di Pelalawan
Kamis, 5 Februari 2026 | 21:27:40
|
|
|---|
| Jelang Ramadhan, FKIP UIR Hadirkan Konser Orkestra Religi Spektakuler di Pekanbaru
Kamis, 5 Februari 2026 | 17:24:26
|
|
|---|
| Tol Sicincin-Bukittinggi Segera Dibangun, Ada Terowongan 5,85 Km dan Jembatan 2,71 Kilometer
Kamis, 5 Februari 2026 | 15:18:48
|
|
|---|
| Ketika Keseimbangan Ekosistem Rusak, Satwa Pun Terdorong Keluar dari Kawasan Konservasi TNTN
Kamis, 5 Februari 2026 | 14:37:23
|
|
|---|