
| |
Dua Bulan Berlalu, Laporan Dugaan Pengeroyokan di Pelalawan Belum Berujung Kepastian Hukum
Senin, 7 September 2026 | 11:03:17 |
|---|
| |
Selisih Paham Berujung Maut, Seorang Warga Pelalawan Tewas Dikeroyok Empat Tetangganya
Rabu, 9 September 2026 | 12:22:33 |
|---|
| |
Proyek Jalan Rp6,9 Miliar di Pelalawan Dipertanyakan, Data LPSE dan Fakta Lapangan Tak Sinkron
Selasa, 8 September 2026 | 17:44:43 |
|---|
| |
Sidang Kasus Penghilangan Fasos Villa Karya Bakti Berlanjut 3 September, Budi Darmawan Jadi Tahanan Kota
Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:12:53 |
|---|
| |
Puluhan Ponton PETI Muncul Lagi di Kuansing, Klaim Polda Riau Bersihkan Sungai Kuantan Dipertanyakan
Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:10:08 |
|---|
| |
WALHI Riau: Green Policing Harus Berujung Sanksi Tegas bagi Pelaku Karhutla
Selasa, 25 Agustus 2026 | 16:06:06 |
|---|
PEKANBARU - Seorang nenek bernama Salasiah (65) menjadi korban serangan buaya saat sedang mencuci di sungai belakang rumahnya, Parit Ogok, Desa Kelurahan Sungai Dusun, Kecamatan Batang Tuaka, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Sabtu (17/1/26) sore.
Peristiwa mencekam itu terjadi sekitar pukul 16.00 WIB. Saat itu, korban tengah beraktivitas di tepi sungai. Tanpa diduga, seekor buaya muncul dan langsung menerkam tangan kiri korban.
Kejadian ini disaksikan suaminya yang saat itu juga sedang mandi di tepian aliran sungai. Pekikan pun pecah untuk meminta pertolongan warga. Korban sempat diseret oleh hewan buas itu ke tengah sungai.
Suami korban yang sigap langsung terjun memberikan pertolongan. Sejumlah warga di sekitaran sungai yang juga biasa mandi di bantaran sungai sore itu turut memberikan pertolongan berjibaku melawan buaya yang terus menggigit korban.
Saat korban sempat diraih dan berhasil memeluknya, suaminya pun langsung melawan dengan cara menendang buaya. Usaha perlawanan seadanya juga juga dilakukan warga yang menolong.
“Korban dipeluk oleh suaminya sambil menendang buaya tersebut. Beberapa warga yang kebetulan hendak mandi ikut membantu hingga korban berhasil ditarik ke darat,” kata Antoni, warga setempat yang menyaksikan kejadian tersebut.
Perlawanan melawan hewan ampibi itu pun membuahkan hasil. Setelah buaya melepaskan gigitanya lalu menghilang, korban pun dengan cepat berhasil dibawa ke darat.
Tak lama berselang, korban pun dilarikan ke dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Puri Husada Tembilahan untuk mendapatkan perawatan medis intensif akibat luka serius yang dialaminya. Diketahui dari kejadian naas tersebut tulang lengan korban mengalami patah akibat gigitan buaya.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) Junaidy membenarkan kejadian tersebut. Sejumlah personel DPKP juga sudah diterjunkan ke lokasi kejadian untuk menyisir buaya tersebut.
"Kita sudah menerima laporan, anggota kita sebanyak empat orang juga langsung bergerak menyisir ke lokasi mencari buaya yang telah menerkan warga," kata Junaidy. Ahad (18/1/26).
Tim DPKP Inhil yang sudah terlatih menangani buaya mulai bergerak pada pukul 16.30 WIB. Kemudian tiba di lokasi pada pukul 17.15 WIB. Petugas langsung melakukan penyisiran sungai untuk mencari buaya tersebut.
Penyisiran dilakukan hingga pukul 19.05 WIB, namun buaya belum ditemukan. Diperkirakan buaya menyerang nenek terrsebut memiliki panjang sekitar tiga meter.
"Kami mengimbau masyarakat yang tinggal di bantaran sungai agar meningkatkan kewaspadaan, terutama saat beraktivitas di perairan. Jika ada melihat segera laporkan, petugas kami akan menangkap hewan tersebut," ungkap Junaidy lagi. (**)
| |
AMPLANG, KULINER KHAS INHIL - PESONA WISATA KULINER
Kamis, 2 Maret 2023 | 21:37:48 |
|---|
| |
Wisata Edukasi di Perpustakaan Soeman HS
Senin, 7 November 2022 | 22:26:22 |
|---|
| |
Mal Pelayanan Publik Kota Pekanbaru
Senin, 7 November 2022 | 22:24:20 |
|---|
| ☰ | |
×
|
|---|
PEKANBARU - Seorang nenek bernama Salasiah (65) menjadi korban serangan buaya saat sedang mencuci di sungai belakang rumahnya, Parit Ogok, Desa Kelurahan Sungai Dusun, Kecamatan Batang Tuaka, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Sabtu (17/1/26) sore.
Peristiwa mencekam itu terjadi sekitar pukul 16.00 WIB. Saat itu, korban tengah beraktivitas di tepi sungai. Tanpa diduga, seekor buaya muncul dan langsung menerkam tangan kiri korban.
Kejadian ini disaksikan suaminya yang saat itu juga sedang mandi di tepian aliran sungai. Pekikan pun pecah untuk meminta pertolongan warga. Korban sempat diseret oleh hewan buas itu ke tengah sungai.
Suami korban yang sigap langsung terjun memberikan pertolongan. Sejumlah warga di sekitaran sungai yang juga biasa mandi di bantaran sungai sore itu turut memberikan pertolongan berjibaku melawan buaya yang terus menggigit korban.
Saat korban sempat diraih dan berhasil memeluknya, suaminya pun langsung melawan dengan cara menendang buaya. Usaha perlawanan seadanya juga juga dilakukan warga yang menolong.
“Korban dipeluk oleh suaminya sambil menendang buaya tersebut. Beberapa warga yang kebetulan hendak mandi ikut membantu hingga korban berhasil ditarik ke darat,” kata Antoni, warga setempat yang menyaksikan kejadian tersebut.
Perlawanan melawan hewan ampibi itu pun membuahkan hasil. Setelah buaya melepaskan gigitanya lalu menghilang, korban pun dengan cepat berhasil dibawa ke darat.
Tak lama berselang, korban pun dilarikan ke dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Puri Husada Tembilahan untuk mendapatkan perawatan medis intensif akibat luka serius yang dialaminya. Diketahui dari kejadian naas tersebut tulang lengan korban mengalami patah akibat gigitan buaya.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) Junaidy membenarkan kejadian tersebut. Sejumlah personel DPKP juga sudah diterjunkan ke lokasi kejadian untuk menyisir buaya tersebut.
"Kita sudah menerima laporan, anggota kita sebanyak empat orang juga langsung bergerak menyisir ke lokasi mencari buaya yang telah menerkan warga," kata Junaidy. Ahad (18/1/26).
Tim DPKP Inhil yang sudah terlatih menangani buaya mulai bergerak pada pukul 16.30 WIB. Kemudian tiba di lokasi pada pukul 17.15 WIB. Petugas langsung melakukan penyisiran sungai untuk mencari buaya tersebut.
Penyisiran dilakukan hingga pukul 19.05 WIB, namun buaya belum ditemukan. Diperkirakan buaya menyerang nenek terrsebut memiliki panjang sekitar tiga meter.
"Kami mengimbau masyarakat yang tinggal di bantaran sungai agar meningkatkan kewaspadaan, terutama saat beraktivitas di perairan. Jika ada melihat segera laporkan, petugas kami akan menangkap hewan tersebut," ungkap Junaidy lagi. (**)
| |
Selisih Paham Berujung Maut, Seorang Warga...
Rabu, 9 September 2026 | 12:22:33
|
|---|
| |
10.783 Warga Riau Terserang ISPA, Ribuan Balita...
Selasa, 8 September 2026 | 18:13:51
|
|---|
| |
Proyek Jalan Rp6,9 Miliar di Pelalawan...
Selasa, 8 September 2026 | 17:44:43
|
|---|
| |
Sudah Diperingatkan, TH Tetap Bakar Lahan hingga...
Senin, 7 September 2026 | 11:15:36
|
|---|
| Optimalisasi Hak Kesehatan WBP, Lapas Bagansiapiapi Gandeng RS Cahaya Ujung Tanjung
Rabu, 9 September 2026 | 20:32:36
|
|
|---|
| Selisih Paham Berujung Maut, Seorang Warga Pelalawan Tewas Dikeroyok Empat Tetangganya
Rabu, 9 September 2026 | 12:22:33
|
|
|---|
| 10.783 Warga Riau Terserang ISPA, Ribuan Balita dan Anak Jadi Korban
Selasa, 8 September 2026 | 18:13:51
|
|
|---|
| Proyek Jalan Rp6,9 Miliar di Pelalawan Dipertanyakan, Data LPSE dan Fakta Lapangan Tak Sinkron
Selasa, 8 September 2026 | 17:44:43
|
|
|---|
| Sudah Diperingatkan, TH Tetap Bakar Lahan hingga 85 Hektare di Meranti, Kini Jadi Tersangka
Senin, 7 September 2026 | 11:15:36
|
|
|---|
| Optimalisasi Hak Kesehatan WBP, Lapas Bagansiapiapi Gandeng RS Cahaya Ujung Tanjung
Rabu, 9 September 2026 | 20:32:36
|
|
|---|
| Selisih Paham Berujung Maut, Seorang Warga Pelalawan Tewas Dikeroyok Empat Tetangganya
Rabu, 9 September 2026 | 12:22:33
|
|
|---|
| 10.783 Warga Riau Terserang ISPA, Ribuan Balita dan Anak Jadi Korban
Selasa, 8 September 2026 | 18:13:51
|
|
|---|
| Proyek Jalan Rp6,9 Miliar di Pelalawan Dipertanyakan, Data LPSE dan Fakta Lapangan Tak Sinkron
Selasa, 8 September 2026 | 17:44:43
|
|
|---|
| Dua Bulan Berlalu, Laporan Dugaan Pengeroyokan di Pelalawan Belum Berujung Kepastian Hukum
Senin, 7 September 2026 | 11:03:17
|
|---|
| Selisih Paham Berujung Maut, Seorang Warga Pelalawan Tewas Dikeroyok Empat Tetangganya
Rabu, 9 September 2026 | 12:22:33
|
|---|
| Proyek Jalan Rp6,9 Miliar di Pelalawan Dipertanyakan, Data LPSE dan Fakta Lapangan Tak Sinkron
Selasa, 8 September 2026 | 17:44:43
|
|---|
| Sudah Diperingatkan, TH Tetap Bakar Lahan hingga 85 Hektare di Meranti, Kini Jadi Tersangka
Senin, 7 September 2026 | 11:15:36
|
|---|
| Dua Bulan Berlalu, Laporan Dugaan Pengeroyokan di Pelalawan Belum Berujung Kepastian Hukum
Senin, 7 September 2026 | 11:03:17
|
|
|---|
| Apartemen Pavilion Tanah Abang Terbakar, Damkar Kerahkan 23 Armada, 14 Orang Berhasil Dievakuasi
Jumat, 4 September 2026 | 19:43:49
|
|
|---|
| Tragedi Banjir Nepal-China: 9 Hari Terkubur, Dua Pekerja Terowongan PLTA Diselamatkan Hidup-Hidup
Jumat, 4 September 2026 | 19:38:26
|
|
|---|
| Minta Rp600 Juta Agar Anak Lolos IPDN, Pria di Pekanbaru Diamankan Polisi
Jumat, 4 September 2026 | 19:33:17
|
|
|---|
| Penyerangan Warga di Tambusai Utara Berujung 9 Orang Ditahan, Para Pelaku Diduga Dibayar Rp300 Ribu
Jumat, 4 September 2026 | 19:29:01
|
|
|---|
Wisata Edukasi di Perpustakaan Soeman HS |
Mal Pelayanan Publik Kota Pekanbaru |
|---|---|
Investasi Kawasan Industri Tenayan Pekanbaru
| Protokol Isolasi Mandiri |
| DPRD Riau Soroti Pemda: Jangan Sampai Belanja Stabil, tapi Pembangunan Tidak Ada
Selasa, 1 September 2026 | 21:09:59
|
|
|---|
| Ajudan Abdul Wahid Didakwa Terlibat Pengumpulan Rp3,55 Miliar dari Kepala UPT PUPR Riau
Senin, 31 Agustus 2026 | 21:14:57
|
|
|---|
| WALHI Riau: Green Policing Harus Berujung Sanksi Tegas bagi Pelaku Karhutla
Selasa, 25 Agustus 2026 | 16:06:06
|
|
|---|
| Sidang Kasus Penghilangan Fasos Villa Karya Bakti Berlanjut 3 September, Budi Darmawan Jadi Tahanan Kota
Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:12:53
|
|
|---|
| Puluhan Ponton PETI Muncul Lagi di Kuansing, Klaim Polda Riau Bersihkan Sungai Kuantan Dipertanyakan
Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:10:08
|
|
|---|