
| |
Ketika Taman Nasional Tesso Nilo Menyempit, Kematian Gajah Semakin Meningkat
Kamis, 29 Januari 2026 | 14:54:22 |
|---|
| |
Bawa Nama RANS, Wanita Ini Diduga Tipu Investor Bisnis Toko Kecantikan Hingga Rp6,8 Miliar
Rabu, 14 Januari 2026 | 14:56:54 |
|---|
| |
Dua Pecatan Polri Terlibat Jaringan Ekstasi di Pekanbaru, Lima Tersangka Dicokok Polisi di Rumah Kos
Sabtu, 24 Januari 2026 | 15:10:33 |
|---|
| |
Jadi Sorotan Publik Pekanbaru, Selegram Adil Atra Dkk Bebas dari Jerat Hukum Usai Digerebek Pesta Narkoba
Minggu, 25 Januari 2026 | 15:14:17 |
|---|
| |
Langkah Nyata Green Policing, Binmas Polsek Payung Sekaki Gelar Penanaman Pohon Bersama Masyarakat
Kamis, 22 Januari 2026 | 10:55:38 |
|---|
| |
Jaga Ketahanan Ekologi Desa, Ketua DPD RI dan Mendes Sepakat Adakan Lomba ''Green Village''
Kamis, 15 Januari 2026 | 13:44:51 |
|---|
PEKANBARU - Wakapolda Riau, Brigjen Pol Dr. Hengki Haryadi, menyatakan rasa bangganya dapat mengabdi di Bumi Lancang Kuning sebagai bagian dari jajaran Polda Riau. Ia menegaskan bahwa penugasan ini merupakan momen emosional karena memberinya kesempatan untuk kembali bekerja sama dengan sosok Kapolda Riau, Irjen Pol Dr. Herry Heryawan.
“Ini merupakan suatu kebanggaan, bisa bertugas di Polda Riau. Terlebih, Pak Kapolda ini adalah sudah seperti saudara saya sendiri,” katanya di Hotel Pangeran Pekanbaru, Rabu (14/1/2026).
Ia mengenang kebersamaan mereka sejak masa pendidikan di Akademi Kepolisian hingga kembali dipertemukan dalam berbagai penugasan. Menurutnya, hubungan yang telah terjalin sejak lama membuat komunikasi dan koordinasi akan berjalan efektif dengan cepat.
“Sejak dari pendidikan akademi kepolisian kami satu angkatan, hingga bertugas di Polda Metro Jaya kami di sana bersama-sama,” ujarnya.
Dijelaskan, kedekatan itu menjadi modal besar dalam membangun sinergi kepemimpinan di Polda Riau. Ia menambahkan bahwa Kapolda Irjen Herimen merupakan sosok mentor yang banyak memberinya pelajaran berharga tentang keberanian dan ketegasan dalam menghadapi kelompok-kelompok kriminal jalanan.
“Ya kita telah berkolaborasi memberantas premanisme. Saya ingat betul beliau pernah bilang kalau preman itu jangan lihat seramnya, karena memang itu tujuan preman untuk menakuti. Jadi jangan sampai polisi takut sama preman,” jelasnya.
Sehingga, pesan itulah menjadi prinsip yang terus ia pegang hingga kini. Wakapolda Riau, Brigjen Hengki Haryadi menilai, keberanian aparat bukan hanya soal fisik, tetapi juga soal mental dan kepercayaan diri dalam menegakkan hukum tanpa rasa gentar.
“Kalau mereka gila, kita gunakan cara-cara gila untuk menangkapnya. Inilah ajaran Pak Kapolda dulu, sehingga beliau menjadi mentor bagi saya untuk memberantas premanisme. Saya harus hadir mendampingi saudara saya di sini. Kalau beliau ini adalah nahkoda, saya adalah mualimnya, bertanggung jawab terhadap arah navigasi kapal termasuk keselamatan awak,” tegasnya.
Diterangkan, tidak boleh ada perbedaan arah di dalam tubuh kepolisian yang justru bisa menghambat pencapaian tujuan besar institusi. Sehingga, seluruh langkah yang diambil jajaran Polda Riau harus sejalan dengan arah kebijakan nasional.
“Kami akan bersifat situasional, kalau dalam hal ini untuk mengarah navigasi kapal kita harus mengimbangi. Jangan sampai visi dan misi dari Pak Presiden, visi dan misi dari Pak Kapolri, visi dan misi dari Polda Riau tidak berjalan sesuai rencana. Saya ingin semua sampai ke tujuan," pungkasnya. (**)
| |
AMPLANG, KULINER KHAS INHIL - PESONA WISATA KULINER
Kamis, 2 Maret 2023 | 21:37:48 |
|---|
| |
Wisata Edukasi di Perpustakaan Soeman HS
Senin, 7 November 2022 | 22:26:22 |
|---|
| |
Mal Pelayanan Publik Kota Pekanbaru
Senin, 7 November 2022 | 22:24:20 |
|---|
| ☰ | |
×
|
|---|
PEKANBARU - Wakapolda Riau, Brigjen Pol Dr. Hengki Haryadi, menyatakan rasa bangganya dapat mengabdi di Bumi Lancang Kuning sebagai bagian dari jajaran Polda Riau. Ia menegaskan bahwa penugasan ini merupakan momen emosional karena memberinya kesempatan untuk kembali bekerja sama dengan sosok Kapolda Riau, Irjen Pol Dr. Herry Heryawan.
“Ini merupakan suatu kebanggaan, bisa bertugas di Polda Riau. Terlebih, Pak Kapolda ini adalah sudah seperti saudara saya sendiri,” katanya di Hotel Pangeran Pekanbaru, Rabu (14/1/2026).
Ia mengenang kebersamaan mereka sejak masa pendidikan di Akademi Kepolisian hingga kembali dipertemukan dalam berbagai penugasan. Menurutnya, hubungan yang telah terjalin sejak lama membuat komunikasi dan koordinasi akan berjalan efektif dengan cepat.
“Sejak dari pendidikan akademi kepolisian kami satu angkatan, hingga bertugas di Polda Metro Jaya kami di sana bersama-sama,” ujarnya.
Dijelaskan, kedekatan itu menjadi modal besar dalam membangun sinergi kepemimpinan di Polda Riau. Ia menambahkan bahwa Kapolda Irjen Herimen merupakan sosok mentor yang banyak memberinya pelajaran berharga tentang keberanian dan ketegasan dalam menghadapi kelompok-kelompok kriminal jalanan.
“Ya kita telah berkolaborasi memberantas premanisme. Saya ingat betul beliau pernah bilang kalau preman itu jangan lihat seramnya, karena memang itu tujuan preman untuk menakuti. Jadi jangan sampai polisi takut sama preman,” jelasnya.
Sehingga, pesan itulah menjadi prinsip yang terus ia pegang hingga kini. Wakapolda Riau, Brigjen Hengki Haryadi menilai, keberanian aparat bukan hanya soal fisik, tetapi juga soal mental dan kepercayaan diri dalam menegakkan hukum tanpa rasa gentar.
“Kalau mereka gila, kita gunakan cara-cara gila untuk menangkapnya. Inilah ajaran Pak Kapolda dulu, sehingga beliau menjadi mentor bagi saya untuk memberantas premanisme. Saya harus hadir mendampingi saudara saya di sini. Kalau beliau ini adalah nahkoda, saya adalah mualimnya, bertanggung jawab terhadap arah navigasi kapal termasuk keselamatan awak,” tegasnya.
Diterangkan, tidak boleh ada perbedaan arah di dalam tubuh kepolisian yang justru bisa menghambat pencapaian tujuan besar institusi. Sehingga, seluruh langkah yang diambil jajaran Polda Riau harus sejalan dengan arah kebijakan nasional.
“Kami akan bersifat situasional, kalau dalam hal ini untuk mengarah navigasi kapal kita harus mengimbangi. Jangan sampai visi dan misi dari Pak Presiden, visi dan misi dari Pak Kapolri, visi dan misi dari Polda Riau tidak berjalan sesuai rencana. Saya ingin semua sampai ke tujuan," pungkasnya. (**)
| |
Kapolda Tinjau TKP Kematian Gajah di Areal HTI...
Senin, 9 Februari 2026 | 17:18:53
|
|---|
| |
Bentrok Berdarah di Perkebunan Eks PT BS Rohul,...
Senin, 9 Februari 2026 | 09:18:22
|
|---|
| |
Bukti Forensik Pastikan Kematian Gajah Sumatera...
Jumat, 6 Februari 2026 | 16:39:00
|
|---|
| |
Kematian Gajah di Area Konsesi RAPP, Jikalahari:...
Jumat, 6 Februari 2026 | 15:40:26
|
|---|
| Ruang yang Dibiarkan Kosong: Ketika Konflik Diketahui, tapi Tak Segera Ditangani
Senin, 9 Februari 2026 | 17:35:48
|
|
|---|
| Kapolda Tinjau TKP Kematian Gajah di Areal HTI RAPP Ukui, WALHI dan Jikalahari Desak Penegakan Hukum
Senin, 9 Februari 2026 | 17:18:53
|
|
|---|
| Tanggapi Kematian Gajah Sumatera di Area HTI, Walhi Riau: PT RAPP Harus Tanggung Jawab
Senin, 9 Februari 2026 | 13:22:44
|
|
|---|
| Bentrok Berdarah di Perkebunan Eks PT BS Rohul, Satu Pekerja Koperasi Tewas dan Lima Orang Terluka
Senin, 9 Februari 2026 | 09:18:22
|
|
|---|
| Motor Ditumpangi 3 Pelajar Tabrak Truk Parkir di Rumbai, Bocah 13 Tahun Tewas di Tempat
Minggu, 8 Februari 2026 | 19:21:16
|
|
|---|
| Ruang yang Dibiarkan Kosong: Ketika Konflik Diketahui, tapi Tak Segera Ditangani
Senin, 9 Februari 2026 | 17:35:48
|
|
|---|
| Kapolda Tinjau TKP Kematian Gajah di Areal HTI RAPP Ukui, WALHI dan Jikalahari Desak Penegakan Hukum
Senin, 9 Februari 2026 | 17:18:53
|
|
|---|
| Tanggapi Kematian Gajah Sumatera di Area HTI, Walhi Riau: PT RAPP Harus Tanggung Jawab
Senin, 9 Februari 2026 | 13:22:44
|
|
|---|
| Bentrok Berdarah di Perkebunan Eks PT BS Rohul, Satu Pekerja Koperasi Tewas dan Lima Orang Terluka
Senin, 9 Februari 2026 | 09:18:22
|
|
|---|
| Kematian Gajah di Area Konsesi RAPP, Jikalahari: Bencana Ekologi di Lanskap TNTN
Jumat, 6 Februari 2026 | 15:40:26
|
|---|
| Gajah Sumatera Ditemukan Mati dengan Kepala Terpotong, Lokasi Areal Hutan Konsesi RAPP di Pelalawan
Kamis, 5 Februari 2026 | 21:27:40
|
|---|
| Motor Ditumpangi 3 Pelajar Tabrak Truk Parkir di Rumbai, Bocah 13 Tahun Tewas di Tempat
Minggu, 8 Februari 2026 | 19:21:16
|
|---|
| Bukti Forensik Pastikan Kematian Gajah Sumatera di Areal HTI RAPP Akibat Luka Tembak, Ada 2 Proyektil di Bagian Tengkorak
Jumat, 6 Februari 2026 | 16:39:00
|
|---|
| Polresta Pekanbaru Tangkap Pengedar Ekstasi di Taman Kaca Mayang, Puluhan Butir Ekstasi Disita
Minggu, 8 Februari 2026 | 16:06:48
|
|
|---|
| Kerumitan di TNTN: Izin, Klaim, dan Negara yang Datang Terlambat
Sabtu, 7 Februari 2026 | 12:27:28
|
|
|---|
| Bukti Forensik Pastikan Kematian Gajah Sumatera di Areal HTI RAPP Akibat Luka Tembak, Ada 2 Proyektil di Bagian Tengkorak
Jumat, 6 Februari 2026 | 16:39:00
|
|
|---|
| Kematian Gajah di Area Konsesi RAPP, Jikalahari: Bencana Ekologi di Lanskap TNTN
Jumat, 6 Februari 2026 | 15:40:26
|
|
|---|
| Penyebab Kematian Gajah di Ukui Belum Ada Titik Terang, RAPP Dukung Seluruh Rangkaian Penyelidikan
Jumat, 6 Februari 2026 | 11:57:10
|
|
|---|
Wisata Edukasi di Perpustakaan Soeman HS |
Mal Pelayanan Publik Kota Pekanbaru |
|---|---|
Investasi Kawasan Industri Tenayan Pekanbaru
| Protokol Isolasi Mandiri |
| Tindak Lanjut Arahan Presiden, Polda Riau dan Pemko Pekanbaru Kick-Off Gotong Royong Serentak
Jumat, 6 Februari 2026 | 10:28:27
|
|
|---|
| Gajah Sumatera Ditemukan Mati dengan Kepala Terpotong, Lokasi Areal Hutan Konsesi RAPP di Pelalawan
Kamis, 5 Februari 2026 | 21:27:40
|
|
|---|
| Jelang Ramadhan, FKIP UIR Hadirkan Konser Orkestra Religi Spektakuler di Pekanbaru
Kamis, 5 Februari 2026 | 17:24:26
|
|
|---|
| Tol Sicincin-Bukittinggi Segera Dibangun, Ada Terowongan 5,85 Km dan Jembatan 2,71 Kilometer
Kamis, 5 Februari 2026 | 15:18:48
|
|
|---|
| Ketika Keseimbangan Ekosistem Rusak, Satwa Pun Terdorong Keluar dari Kawasan Konservasi TNTN
Kamis, 5 Februari 2026 | 14:37:23
|
|
|---|