Hari Ketiga Operasi Patuh Lancang Kuning 2025, Ditlantas Polda Riau Giatkan Edukasi dan Sosialisasi Lalu Lintas
Editor: Redaktur Hukrim | Reporter : Rico
Rabu, 16 Juli 2025 | 17:45:57

PEKANBARU  – Memasuki hari ketiga pelaksanaan Operasi Patuh Lancang Kuning 2025, Direktorat Lalu Lintas Polda Riau terus menggencarkan sosialisasi dan edukasi kepada pengendara serta pengguna jalan lainnya. Operasi yang digelar selama 14 hari, sejak 14 hingga 27 Juli 2025 ini, bertujuan untuk menekan angka pelanggaran dan kecelakaan, sekaligus membangun kesadaran kolektif dalam berlalu lintas yang aman dan tertib.

Operasi dilakukan dengan pendekatan edukatif dan humanis, namun tetap tegas terhadap berbagai pelanggaran yang berpotensi membahayakan keselamatan. Sasaran utama meliputi pengendara di bawah umur, pelanggaran penggunaan helm dan sabuk pengaman, penggunaan ponsel saat berkendara, melawan arus, mengemudi dalam pengaruh alkohol, berboncengan lebih dari dua orang, serta melebihi batas kecepatan.

Sebanyak 971 personel gabungan dikerahkan dari jajaran Polda hingga Polres, yang terbagi dalam empat satuan tugas: Preemtif, Preventif, Gakkum, dan Banops. Masing-masing satgas menjalankan peran strategis dalam menciptakan kondisi lalu lintas yang lebih tertib dan berkeselamatan.

Direktur Lalu Lintas Polda Riau, Kombes Pol Taufiq Lukman Nurhidayat, menegaskan bahwa menciptakan budaya tertib berlalu lintas bukan hanya tanggung jawab aparat, tetapi memerlukan kesadaran dari setiap individu serta kolaborasi seluruh elemen masyarakat.

“Keselamatan di jalan dimulai dari diri sendiri. Pastikan kendaraan dalam kondisi prima, patuhi rambu dan aturan lalu lintas, serta dahulukan keselamatan daripada kecepatan. Sinergi antara masyarakat dan petugas menjadi kunci terwujudnya lalu lintas yang aman, tertib, dan lancar,” ujarnya.

Sebagai bagian dari strategi preemtif, Ditlantas Polda Riau tak hanya menggelar sosialisasi langsung di lapangan, tapi juga memanfaatkan berbagai media untuk menjangkau masyarakat secara luas. Edukasi dilakukan melalui siaran talk show di radio, live streaming televisi lokal, serta publikasi di media cetak dan daring.

Pemasangan spanduk dan papan imbauan di titik-titik strategis juga dilakukan secara serentak oleh Satlantas di jajaran Polres/Ta. Sementara itu, di lokasi-lokasi padat lalu lintas seperti traffic light Mal SKA, simpang Purna MTQ Jalan Sudirman, simpang Yos Sudarso, Tugu Perjuangan, dan Tugu Zapin, personel Ditlantas aktif menyampaikan edukasi secara langsung kepada pengguna jalan.

Kegiatan ini dipimpin oleh Kasubdit Kamsel, AKBP Dasril, yang turut membagikan brosur keselamatan, spanduk, dan papan gimik dengan pesan-pesan edukatif yang mudah dipahami dan menarik perhatian masyarakat.

Dengan kombinasi pendekatan persuasif, edukatif, serta penegakan hukum yang tegas namun humanis, Polda Riau berharap Operasi Patuh Lancang Kuning 2025 dapat membentuk budaya tertib berlalu lintas sebagai kesadaran kolektif demi keselamatan bersama di jalan raya. (rco)

Zona
hukum
Bisnis
Wisata Edukasi di Perpustakaan Soeman HS

Senin, 7 November 2022 | 22:26:22
Mal Pelayanan Publik Kota Pekanbaru

Senin, 7 November 2022 | 22:24:20
nasional
internasional
profil
otomotif
Artikel Pilihan
Hari Ketiga Operasi Patuh Lancang Kuning 2025, Ditlantas Polda Riau Giatkan Edukasi dan Sosialisasi Lalu Lintas | Redaksi77.co
×
Home /hukum
Hari Ketiga Operasi Patuh Lancang Kuning 2025, Ditlantas Polda Riau Giatkan Edukasi dan Sosialisasi Lalu Lintas
Editor : Redaktur Hukrim | Penulis: Rico
Rabu, 16 Juli 2025 | 17:45:57

PEKANBARU  – Memasuki hari ketiga pelaksanaan Operasi Patuh Lancang Kuning 2025, Direktorat Lalu Lintas Polda Riau terus menggencarkan sosialisasi dan edukasi kepada pengendara serta pengguna jalan lainnya. Operasi yang digelar selama 14 hari, sejak 14 hingga 27 Juli 2025 ini, bertujuan untuk menekan angka pelanggaran dan kecelakaan, sekaligus membangun kesadaran kolektif dalam berlalu lintas yang aman dan tertib.

Operasi dilakukan dengan pendekatan edukatif dan humanis, namun tetap tegas terhadap berbagai pelanggaran yang berpotensi membahayakan keselamatan. Sasaran utama meliputi pengendara di bawah umur, pelanggaran penggunaan helm dan sabuk pengaman, penggunaan ponsel saat berkendara, melawan arus, mengemudi dalam pengaruh alkohol, berboncengan lebih dari dua orang, serta melebihi batas kecepatan.

Sebanyak 971 personel gabungan dikerahkan dari jajaran Polda hingga Polres, yang terbagi dalam empat satuan tugas: Preemtif, Preventif, Gakkum, dan Banops. Masing-masing satgas menjalankan peran strategis dalam menciptakan kondisi lalu lintas yang lebih tertib dan berkeselamatan.

Direktur Lalu Lintas Polda Riau, Kombes Pol Taufiq Lukman Nurhidayat, menegaskan bahwa menciptakan budaya tertib berlalu lintas bukan hanya tanggung jawab aparat, tetapi memerlukan kesadaran dari setiap individu serta kolaborasi seluruh elemen masyarakat.

“Keselamatan di jalan dimulai dari diri sendiri. Pastikan kendaraan dalam kondisi prima, patuhi rambu dan aturan lalu lintas, serta dahulukan keselamatan daripada kecepatan. Sinergi antara masyarakat dan petugas menjadi kunci terwujudnya lalu lintas yang aman, tertib, dan lancar,” ujarnya.

Sebagai bagian dari strategi preemtif, Ditlantas Polda Riau tak hanya menggelar sosialisasi langsung di lapangan, tapi juga memanfaatkan berbagai media untuk menjangkau masyarakat secara luas. Edukasi dilakukan melalui siaran talk show di radio, live streaming televisi lokal, serta publikasi di media cetak dan daring.

Pemasangan spanduk dan papan imbauan di titik-titik strategis juga dilakukan secara serentak oleh Satlantas di jajaran Polres/Ta. Sementara itu, di lokasi-lokasi padat lalu lintas seperti traffic light Mal SKA, simpang Purna MTQ Jalan Sudirman, simpang Yos Sudarso, Tugu Perjuangan, dan Tugu Zapin, personel Ditlantas aktif menyampaikan edukasi secara langsung kepada pengguna jalan.

Kegiatan ini dipimpin oleh Kasubdit Kamsel, AKBP Dasril, yang turut membagikan brosur keselamatan, spanduk, dan papan gimik dengan pesan-pesan edukatif yang mudah dipahami dan menarik perhatian masyarakat.

Dengan kombinasi pendekatan persuasif, edukatif, serta penegakan hukum yang tegas namun humanis, Polda Riau berharap Operasi Patuh Lancang Kuning 2025 dapat membentuk budaya tertib berlalu lintas sebagai kesadaran kolektif demi keselamatan bersama di jalan raya. (rco)

Pilihan Editor
Artikel Populer
Wisata Edukasi di Perpustakaan Soeman HS
Mal Pelayanan Publik Kota Pekanbaru
Investasi Kawasan Industri Tenayan Pekanbaru
Protokol Isolasi Mandiri