
| |
Laporan Dicabut, Polda Riau Pastikan Kasus Dugaan Penganiayaan Mahasiswa Tetap Diproses
Selasa, 14 Juli 2026 | 19:17:18 |
|---|
| |
Gudang Narkoba di Pekanbaru Digerebek, Kurir Ditangkap dengan 4 Kg Sabu dan Puluhan Ribu Ekstasi
Jumat, 24 Juli 2026 | 10:24:11 |
|---|
| |
Truk Bermuatan 40 Ton Lintasi Jalan Kelas III, Fahrizal Minta Izin PT Ekasapta Paramita Energi Dicabut
Jumat, 24 Juli 2026 | 10:21:31 |
|---|
| |
Bacakan Pledoi: Abdul Wahid Bantah Semua Dakwaan JPU, Klaim Tak Pernah Memeras dan Minta Uang
Senin, 20 Juli 2026 | 19:47:31 |
|---|
| |
Dokter Magang Ditemukan Tewas di Samping RSUD Siak, Polisi Selidiki Penyebab Kematian
Selasa, 14 Juli 2026 | 19:14:29 |
|---|
| |
Jaksa Tak Ajukan Replik Tertulis atas Pledoi Dani Nursalam, Sidang Vonis Dijadwalkan 30 Juli
Rabu, 22 Juli 2026 | 18:32:46 |
|---|
JAKARTA – Menyikapi lambannya penanganan kasus dugaan pemborosan uang negara, Forum Transparansi 08 Astacita kini mengajukan laporan resmi ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI. Laporan ini menyoroti proyek mangkrak Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) 2x3 MW di Kabupaten Siak, Riau, yang telah menyedot anggaran fantastis sebesar Rp91 miliar sejak 2007 namun hingga kini terbengkalai.
Langkah ini merupakan eskalasi setelah sebelumnya, pada 12 Juni 2025, FTA-08 melaporkan kasus yang sama ke Kejaksaan Agung (Kejagung). Koordinator Umum FTA-08, Rifky R.Z., S.H., menegaskan pelaporan ke KPK bukan bentuk ketidakpuasan, melainkan upaya mempercepat pengungkapan kebenaran.
"Kami ingin melihat, siapa penegak hukum yang paling cepat dan serius menindaklanjuti laporan ini. Kami masyarakat sudah terlalu lama menunggu keadilan dan kejelasan atas proyek yang gagal total ini," tegas Rifky saat konferensi pers di salah satu Cafe di Jakarta, Senin (14/7/2025).
Rifky kembali menyoroti besarnya kerugian negara yang dianggap nyata meski hasil audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) menyatakan sebaliknya.
"Sangat tidak masuk akal BPKP menyatakan tidak ada kerugian negara saat proyek senilai Rp91 miliar mangkrak bertahun-tahun. Uang rakyat menguap, Ini adalah bentuk kerugian negara yang paling nyata," paparnya dengan nada tinggi.
Dalam laporan ke KPK, FT-08 AstaCita kembali mendesak agar kasus yang terjadi di era kepemimpinan mantan Bupati Siak, Arwin As, diusut tuntas.
"Lingkungan kepemimpinan seperti apa yang terjadi saat proyek vital ini mangkrak? Kami menduga kuat ada kelalaian berat, dugaan penyimpangan prosedur, bahkan potensi tindak pidana korupsi di balik kegagalan ini," imbuhnya.
FT-08 Astacita juga menyertakan permintaan khusus kepada Presiden RI, Prabowo Subianto. "Kami meminta Presiden turun tangan dan memastikan kasus ini mendapat perhatian serius. Ini ujian bagi komitmen pemerintah dalam pemberantasan korupsi dan penegakan hukum," seru Rifky.
Ancaman Turun ke Jalan
Rifky mengungkapkan kesabaran masyarakat dan FT-08 Astacita mulai menipis. Dia menyatakan bahwa pihaknya tidak akan tinggal diam jika tidak ada langkah konkret dan progresif dari penegak hukum dalam waktu dekat.
"Jika tidak ada tindakan nyata dan cepat dari Kejagung maupun KPK, kami tidak punya pilihan selain mengerahkan dukungan publik secara masif. Dalam waktu dekat, Forum Transparansi 08 Astacita akan menggelar aksi demonstrasi untuk menuntut pengusutan yang transparan dan adil," ancam Rifky, menegaskan bahwa aksi akan dilakukan untuk memperjuangkan hak masyarakat atas akuntabilitas pengelolaan anggaran negara.
Dengan dilaporkannya kasus ini ke dua lembaga penegak hukum tertinggi, FT-08 Astacita berharap terjadi percepatan proses hukum. Masyarakat Kabupaten Siak menanti kejelasan nasib proyek yang diharapkan menjadi solusi energi, namun justru berubah menjadi monumen pemborosan uang rakyat. Tekanan untuk mengungkap kebenaran dan mempertanggungjawabkan pihak-pihak yang bersalah kini semakin besar. (arf)
| |
AMPLANG, KULINER KHAS INHIL - PESONA WISATA KULINER
Kamis, 2 Maret 2023 | 21:37:48 |
|---|
| |
Wisata Edukasi di Perpustakaan Soeman HS
Senin, 7 November 2022 | 22:26:22 |
|---|
| |
Mal Pelayanan Publik Kota Pekanbaru
Senin, 7 November 2022 | 22:24:20 |
|---|
| ☰ | |
×
|
|---|
JAKARTA – Menyikapi lambannya penanganan kasus dugaan pemborosan uang negara, Forum Transparansi 08 Astacita kini mengajukan laporan resmi ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI. Laporan ini menyoroti proyek mangkrak Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) 2x3 MW di Kabupaten Siak, Riau, yang telah menyedot anggaran fantastis sebesar Rp91 miliar sejak 2007 namun hingga kini terbengkalai.
Langkah ini merupakan eskalasi setelah sebelumnya, pada 12 Juni 2025, FTA-08 melaporkan kasus yang sama ke Kejaksaan Agung (Kejagung). Koordinator Umum FTA-08, Rifky R.Z., S.H., menegaskan pelaporan ke KPK bukan bentuk ketidakpuasan, melainkan upaya mempercepat pengungkapan kebenaran.
"Kami ingin melihat, siapa penegak hukum yang paling cepat dan serius menindaklanjuti laporan ini. Kami masyarakat sudah terlalu lama menunggu keadilan dan kejelasan atas proyek yang gagal total ini," tegas Rifky saat konferensi pers di salah satu Cafe di Jakarta, Senin (14/7/2025).
Rifky kembali menyoroti besarnya kerugian negara yang dianggap nyata meski hasil audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) menyatakan sebaliknya.
"Sangat tidak masuk akal BPKP menyatakan tidak ada kerugian negara saat proyek senilai Rp91 miliar mangkrak bertahun-tahun. Uang rakyat menguap, Ini adalah bentuk kerugian negara yang paling nyata," paparnya dengan nada tinggi.
Dalam laporan ke KPK, FT-08 AstaCita kembali mendesak agar kasus yang terjadi di era kepemimpinan mantan Bupati Siak, Arwin As, diusut tuntas.
"Lingkungan kepemimpinan seperti apa yang terjadi saat proyek vital ini mangkrak? Kami menduga kuat ada kelalaian berat, dugaan penyimpangan prosedur, bahkan potensi tindak pidana korupsi di balik kegagalan ini," imbuhnya.
FT-08 Astacita juga menyertakan permintaan khusus kepada Presiden RI, Prabowo Subianto. "Kami meminta Presiden turun tangan dan memastikan kasus ini mendapat perhatian serius. Ini ujian bagi komitmen pemerintah dalam pemberantasan korupsi dan penegakan hukum," seru Rifky.
Ancaman Turun ke Jalan
Rifky mengungkapkan kesabaran masyarakat dan FT-08 Astacita mulai menipis. Dia menyatakan bahwa pihaknya tidak akan tinggal diam jika tidak ada langkah konkret dan progresif dari penegak hukum dalam waktu dekat.
"Jika tidak ada tindakan nyata dan cepat dari Kejagung maupun KPK, kami tidak punya pilihan selain mengerahkan dukungan publik secara masif. Dalam waktu dekat, Forum Transparansi 08 Astacita akan menggelar aksi demonstrasi untuk menuntut pengusutan yang transparan dan adil," ancam Rifky, menegaskan bahwa aksi akan dilakukan untuk memperjuangkan hak masyarakat atas akuntabilitas pengelolaan anggaran negara.
Dengan dilaporkannya kasus ini ke dua lembaga penegak hukum tertinggi, FT-08 Astacita berharap terjadi percepatan proses hukum. Masyarakat Kabupaten Siak menanti kejelasan nasib proyek yang diharapkan menjadi solusi energi, namun justru berubah menjadi monumen pemborosan uang rakyat. Tekanan untuk mengungkap kebenaran dan mempertanggungjawabkan pihak-pihak yang bersalah kini semakin besar. (arf)
| |
Transaksi Narkoba di Pelalawan Digerebek,...
Jumat, 7 Agustus 2026 | 22:26:29
|
|---|
| |
Cair Mulai Hari Ini, 490 Pemda Bersiap Terima...
Jumat, 7 Agustus 2026 | 22:19:14
|
|---|
| |
Polda Riau Tangkap 6 Penambang Emas Ilegal di...
Jumat, 7 Agustus 2026 | 22:13:34
|
|---|
| |
Padang Dikepung Banjir: Ketinggian Air 1,5 Meter,...
Senin, 3 Agustus 2026 | 20:11:19
|
|---|
| Transaksi Narkoba di Pelalawan Digerebek, Tersangka Panik dan Buang "BB' Sabu ke Belakang Pondok
Jumat, 7 Agustus 2026 | 22:26:29
|
|
|---|
| Cair Mulai Hari Ini, 490 Pemda Bersiap Terima Dana Bantuan Pusat dengan Total Rp20,5 Triliun
Jumat, 7 Agustus 2026 | 22:19:14
|
|
|---|
| Dua Pelaku Curanmor Spesialis Kos-kosan Diringkus Reskrim Polsek Sukajadi
Jumat, 7 Agustus 2026 | 22:15:55
|
|
|---|
| Polda Riau Tangkap 6 Penambang Emas Ilegal di Kuansing, Pemodal Diburu
Jumat, 7 Agustus 2026 | 22:13:34
|
|
|---|
| Padang Dikepung Banjir: Ketinggian Air 1,5 Meter, Warga Terjebak, Evakuasi Terus Berlangsung
Senin, 3 Agustus 2026 | 20:11:19
|
|
|---|
| Transaksi Narkoba di Pelalawan Digerebek, Tersangka Panik dan Buang "BB' Sabu ke Belakang Pondok
Jumat, 7 Agustus 2026 | 22:26:29
|
|
|---|
| Cair Mulai Hari Ini, 490 Pemda Bersiap Terima Dana Bantuan Pusat dengan Total Rp20,5 Triliun
Jumat, 7 Agustus 2026 | 22:19:14
|
|
|---|
| Dua Pelaku Curanmor Spesialis Kos-kosan Diringkus Reskrim Polsek Sukajadi
Jumat, 7 Agustus 2026 | 22:15:55
|
|
|---|
| Polda Riau Tangkap 6 Penambang Emas Ilegal di Kuansing, Pemodal Diburu
Jumat, 7 Agustus 2026 | 22:13:34
|
|
|---|
| VIRAL, Motor Nyasar Masuk Tol Pekanbaru-Dumai, Polisi: Pengendara Diduga Alami Gangguan
Senin, 3 Agustus 2026 | 20:05:24
|
|---|
| Padang Dikepung Banjir: Ketinggian Air 1,5 Meter, Warga Terjebak, Evakuasi Terus Berlangsung
Senin, 3 Agustus 2026 | 20:11:19
|
|---|
| Motor Petani di Pelalawan Dicuri Saat Subuh, Polisi Tangkap Satu Pelaku dan Kejar Rekannya
Senin, 3 Agustus 2026 | 20:08:06
|
|---|
| Transaksi Narkoba di Pelalawan Digerebek, Tersangka Panik dan Buang "BB' Sabu ke Belakang Pondok
Jumat, 7 Agustus 2026 | 22:26:29
|
|---|
| Motor Petani di Pelalawan Dicuri Saat Subuh, Polisi Tangkap Satu Pelaku dan Kejar Rekannya
Senin, 3 Agustus 2026 | 20:08:06
|
|
|---|
| VIRAL, Motor Nyasar Masuk Tol Pekanbaru-Dumai, Polisi: Pengendara Diduga Alami Gangguan
Senin, 3 Agustus 2026 | 20:05:24
|
|
|---|
| Divonis 2 Tahun, Arief Setiawan Pikir-pikir Banding, Dani Nursalam Langsung Terima Putusan
Kamis, 30 Juli 2026 | 18:31:16
|
|
|---|
| Terbukti Bersalah, Abdul Wahid Divonis 2 Tahun Penjara dan Denda Rp200 Juta
Kamis, 30 Juli 2026 | 18:27:14
|
|
|---|
| Dani M Nursalam Divonis 2 Tahun, Kuasa Hukum: Keterangan sebagai Saksi Mahkota Terbukti
Kamis, 30 Juli 2026 | 18:23:34
|
|
|---|
Wisata Edukasi di Perpustakaan Soeman HS |
Mal Pelayanan Publik Kota Pekanbaru |
|---|---|
Investasi Kawasan Industri Tenayan Pekanbaru
| Protokol Isolasi Mandiri |
| Pengakuan Tersangka Narkoba: Napi Kabur Diduga Rutin Keluar Lapas, Sipir Disebut Terima Rp30 Juta per Bulan
Senin, 27 Juli 2026 | 20:55:36
|
|
|---|
| Napi Kabur dari Lapas Pekanbaru Diduga "Otak" Penyelundupan Sabu di Bandara SSK II
Senin, 27 Juli 2026 | 20:51:59
|
|
|---|
| Gudang Narkoba di Pekanbaru Digerebek, Kurir Ditangkap dengan 4 Kg Sabu dan Puluhan Ribu Ekstasi
Jumat, 24 Juli 2026 | 10:24:11
|
|
|---|
| Truk Bermuatan 40 Ton Lintasi Jalan Kelas III, Fahrizal Minta Izin PT Ekasapta Paramita Energi Dicabut
Jumat, 24 Juli 2026 | 10:21:31
|
|
|---|
| Pelajar Tewas Usai Perkelahian di Pekanbaru, Keluarga Desak Polda Riau Percepat Penyidikan
Rabu, 22 Juli 2026 | 18:36:41
|
|
|---|