
| |
Sidang Dugaan Korupsi Riau, Saksi Tegaskan Proses Anggaran Berjalan Sesuai Regulasi
Rabu, 6 Mei 2026 | 19:42:53 |
|---|
| |
Terungkap dalam Sidang: Pernyataan Abdul Wahid Soal "Matahari Hanya Satu" Bikin Kepala UPT di PUPR Riau Tertekan
Rabu, 22 April 2026 | 17:20:44 |
|---|
| |
Saksi Ferry Yunanda hingga Sopir Eks Kadis PUPR Dihadirkan Besok dalam Lanjutan Sidang Abdul Wahid
Selasa, 28 April 2026 | 20:47:12 |
|---|
| |
Kuasa Hukum Soroti Kejanggalan di Sidang Gubri Nonaktif: BAP Sejumlah Saksi Seragam!
Jumat, 24 April 2026 | 00:29:51 |
|---|
| |
Kesaksian di Sidang Tipikor PUPR Riau Kian Mengerucut: Tekanan “Matahari Satu” hingga Dugaan Aliran Fee
Jumat, 24 April 2026 | 00:35:05 |
|---|
| |
Viral di Medsos, Oknum Berseragam PLN Diduga Curi Sekeranjang Ayam di Pekanbaru
Senin, 20 April 2026 | 21:57:05 |
|---|
BANDA ACEH - Ratusan masyarakat dan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Aceh menggelar aksi demonstrasi di halaman Kantor Gubernur Aceh, Banda Aceh, Senin (16/6/2025) siang. Mereka menuntut pengembalian empat pulau yang kini secara administratif tercatat sebagai bagian dari wilayah Sumatera Utara (Sumut).
Dikutip dari pemberitaan media RMOLAceh, massa yang tergabung dalam aliansi Gerakan Aceh Melawan mulai memadati kawasan kantor gubernur sejak pukul 12.30 WIB. Massa membawa atribut seperti bendera Bulan Bintang, mengenakan berbagai almamater kampus, serta mengusung spanduk bertuliskan “Referendum”.
Aksi ini merupakan bentuk penolakan terhadap Keputusan Menteri Dalam Negeri (Kepmendagri) Nomor 300.2.2-2138 Tahun 2025 yang menetapkan Pulau Panjang, Pulau Lipan, Pulau Mangkir Gadang, dan Pulau Mangkir Ketek sebagai wilayah administratif Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara.
Dalam orasinya, M. Rizki selaku orator aksi menyatakan bahwa keputusan pemerintah pusat telah mengkhianati Aceh.
“Republik Indonesia selalu mengingkari janji dari masa Soekarno hingga hari ini. Empat pulau kami dicaplok Sumut dan ditetapkan oleh Tito Karnavian. Kami minta Tito dicopot dari jabatan Menteri!” serunya lantang.
Selain berorasi, massa juga menyanyikan lagu “Aceh Pusaka Nanggroe” dan “Syahid Aceh” sebagai bentuk simbolik dari perjuangan dan penolakan mereka terhadap keputusan pemerintah pusat.
Aparat kepolisian dan petugas Satpol PP dikerahkan untuk mengawal ketat dan mengamankan jalannya aksi. Sejumlah peserta aksi terlihat membawa properti berbentuk senjata mainan dan pelatuk tembakan yang menyerupai alat perang.
Hingga berita ini diterbitkan, aksi masih berlangsung. Situasi di lokasi terpantau tertib, meskipun suasana dipenuhi ketegangan. (**)
| |
AMPLANG, KULINER KHAS INHIL - PESONA WISATA KULINER
Kamis, 2 Maret 2023 | 21:37:48 |
|---|
| |
Wisata Edukasi di Perpustakaan Soeman HS
Senin, 7 November 2022 | 22:26:22 |
|---|
| |
Mal Pelayanan Publik Kota Pekanbaru
Senin, 7 November 2022 | 22:24:20 |
|---|
| ☰ | |
×
|
|---|
BANDA ACEH - Ratusan masyarakat dan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Aceh menggelar aksi demonstrasi di halaman Kantor Gubernur Aceh, Banda Aceh, Senin (16/6/2025) siang. Mereka menuntut pengembalian empat pulau yang kini secara administratif tercatat sebagai bagian dari wilayah Sumatera Utara (Sumut).
Dikutip dari pemberitaan media RMOLAceh, massa yang tergabung dalam aliansi Gerakan Aceh Melawan mulai memadati kawasan kantor gubernur sejak pukul 12.30 WIB. Massa membawa atribut seperti bendera Bulan Bintang, mengenakan berbagai almamater kampus, serta mengusung spanduk bertuliskan “Referendum”.
Aksi ini merupakan bentuk penolakan terhadap Keputusan Menteri Dalam Negeri (Kepmendagri) Nomor 300.2.2-2138 Tahun 2025 yang menetapkan Pulau Panjang, Pulau Lipan, Pulau Mangkir Gadang, dan Pulau Mangkir Ketek sebagai wilayah administratif Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara.
Dalam orasinya, M. Rizki selaku orator aksi menyatakan bahwa keputusan pemerintah pusat telah mengkhianati Aceh.
“Republik Indonesia selalu mengingkari janji dari masa Soekarno hingga hari ini. Empat pulau kami dicaplok Sumut dan ditetapkan oleh Tito Karnavian. Kami minta Tito dicopot dari jabatan Menteri!” serunya lantang.
Selain berorasi, massa juga menyanyikan lagu “Aceh Pusaka Nanggroe” dan “Syahid Aceh” sebagai bentuk simbolik dari perjuangan dan penolakan mereka terhadap keputusan pemerintah pusat.
Aparat kepolisian dan petugas Satpol PP dikerahkan untuk mengawal ketat dan mengamankan jalannya aksi. Sejumlah peserta aksi terlihat membawa properti berbentuk senjata mainan dan pelatuk tembakan yang menyerupai alat perang.
Hingga berita ini diterbitkan, aksi masih berlangsung. Situasi di lokasi terpantau tertib, meskipun suasana dipenuhi ketegangan. (**)
| |
Belasan Ribu Ijazah SMA-SMK Riau Mengendap di...
Jumat, 15 Mei 2026 | 20:39:37
|
|---|
| |
Korupsi KUR Rp1,9 Miliar di Pekanbaru Segera...
Kamis, 14 Mei 2026 | 20:58:06
|
|---|
| |
Calo PMI Ilegal Ditangkap di Dumai, Polisi Ungkap...
Kamis, 14 Mei 2026 | 20:55:32
|
|---|
| |
Polda Riau Ungkap 435 Kasus Narkoba Selama...
Selasa, 12 Mei 2026 | 21:08:23
|
|---|
| INFO HAJI: Tangis Haru Jemaah Pecah Saat Dikunjungi Wawako Pekanbaru di Makkah
Jumat, 15 Mei 2026 | 20:44:30
|
|
|---|
| Belasan Ribu Ijazah SMA-SMK Riau Mengendap di Sekolah, Ombudsman RI Temukan Fakta Ini
Jumat, 15 Mei 2026 | 20:39:37
|
|
|---|
| Tragis! Pelajar 13 Tahun Meregang Nyawa Usai Jatuh Saat Salip Dump Truck di Palas Rumbai
Jumat, 15 Mei 2026 | 20:36:04
|
|
|---|
| Korupsi KUR Rp1,9 Miliar di Pekanbaru Segera Disidang, 4 Tersangka Dilimpahkan ke JPU
Kamis, 14 Mei 2026 | 20:58:06
|
|
|---|
| Calo PMI Ilegal Ditangkap di Dumai, Polisi Ungkap Dugaan Jaringan TPPO Lintas Daerah
Kamis, 14 Mei 2026 | 20:55:32
|
|
|---|
| INFO HAJI: Tangis Haru Jemaah Pecah Saat Dikunjungi Wawako Pekanbaru di Makkah
Jumat, 15 Mei 2026 | 20:44:30
|
|
|---|
| Belasan Ribu Ijazah SMA-SMK Riau Mengendap di Sekolah, Ombudsman RI Temukan Fakta Ini
Jumat, 15 Mei 2026 | 20:39:37
|
|
|---|
| Tragis! Pelajar 13 Tahun Meregang Nyawa Usai Jatuh Saat Salip Dump Truck di Palas Rumbai
Jumat, 15 Mei 2026 | 20:36:04
|
|
|---|
| Korupsi KUR Rp1,9 Miliar di Pekanbaru Segera Disidang, 4 Tersangka Dilimpahkan ke JPU
Kamis, 14 Mei 2026 | 20:58:06
|
|
|---|
| Kajati Riau Lantik Pejabat Baru, Sejumlah Jabatan Strategis Berganti
Selasa, 12 Mei 2026 | 21:03:35
|
|---|
| Polda Riau Ungkap 435 Kasus Narkoba Selama Operasi Antik Lancang Kuning 2026, 557 Tersangka Diamankan
Selasa, 12 Mei 2026 | 21:08:23
|
|---|
| Kasus Kuota Haji: KPK Dalami Sosok “ZA” dan Dugaan Aliran 1 Juta Dolar AS ke Pansus DPR
Selasa, 12 Mei 2026 | 21:12:31
|
|---|
| Korupsi KUR Rp1,9 Miliar di Pekanbaru Segera Disidang, 4 Tersangka Dilimpahkan ke JPU
Kamis, 14 Mei 2026 | 20:58:06
|
|---|
| Kasus Kuota Haji: KPK Dalami Sosok “ZA” dan Dugaan Aliran 1 Juta Dolar AS ke Pansus DPR
Selasa, 12 Mei 2026 | 21:12:31
|
|
|---|
| Polda Riau Ungkap 435 Kasus Narkoba Selama Operasi Antik Lancang Kuning 2026, 557 Tersangka Diamankan
Selasa, 12 Mei 2026 | 21:08:23
|
|
|---|
| Kajati Riau Lantik Pejabat Baru, Sejumlah Jabatan Strategis Berganti
Selasa, 12 Mei 2026 | 21:03:35
|
|
|---|
| Razia Kampung Dalam: Dua Pengguna Narkoba Ditangkap, Barang Bukti Diduga Sabu Negatif
Kamis, 7 Mei 2026 | 20:14:03
|
|
|---|
| Nama SF Hariyanto Kerap Disebut, Kuasa Hukum Abdul Wahid Minta Dihadirkan di Sidang
Kamis, 7 Mei 2026 | 20:11:51
|
|
|---|
Wisata Edukasi di Perpustakaan Soeman HS |
Mal Pelayanan Publik Kota Pekanbaru |
|---|---|
Investasi Kawasan Industri Tenayan Pekanbaru
| Protokol Isolasi Mandiri |
| Penggeledahan Kedua Disdikbud Rohil, Kejati Riau Telusuri Pola Berulang Dugaan Korupsi Proyek Sekolah
Rabu, 6 Mei 2026 | 19:49:28
|
|
|---|
| War on Drugs! Kampung Dalam Disisir Dalam Ops Antik, Dua Orang dan Sejumlah Barang Bukti Diamankan
Rabu, 6 Mei 2026 | 19:45:58
|
|
|---|
| Sidang Dugaan Korupsi Riau, Saksi Tegaskan Proses Anggaran Berjalan Sesuai Regulasi
Rabu, 6 Mei 2026 | 19:42:53
|
|
|---|
| Polda Riau Bongkar 2.506 Kasus Narkoba, Sita Lebih 1 Ton Barang Bukti dari Sabu hingga Heroin
Selasa, 5 Mei 2026 | 18:12:15
|
|
|---|
| Tabrakan dengan Truk, Pengendara Motor Tewas di Jalan Soekarno Hatta Pekanbaru
Selasa, 5 Mei 2026 | 18:09:41
|
|
|---|