Bawa Bendera Bulan Bintang dan Spanduk Referendum, Massa di Aceh Gelar Aksi Demo Rebut 4 Pulau
Editor: Redaktur Nasional | Reporter : RMOLAceh
Senin, 16 Juni 2025 | 13:37:01
Massa aksi memadati halaman kantor Gubernur Aceh, Banda Aceh pada Senin, 16 Juni 2025, dengan membawa bendera bulan bintang dan spanduk Referendum saat unjuk rasa menuntut pengembalian empat pulau milik Aceh yang dicaplok Sumut. Foto: (Dok.RMOLAceh)

BANDA ACEH - Ratusan masyarakat dan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Aceh menggelar aksi demonstrasi di halaman Kantor Gubernur Aceh, Banda Aceh, Senin (16/6/2025) siang. Mereka menuntut pengembalian empat pulau yang kini secara administratif tercatat sebagai bagian dari wilayah Sumatera Utara (Sumut).

Dikutip dari pemberitaan media RMOLAceh, massa yang tergabung dalam aliansi Gerakan Aceh Melawan mulai memadati kawasan kantor gubernur sejak pukul 12.30 WIB. Massa membawa atribut seperti bendera Bulan Bintang, mengenakan berbagai almamater kampus, serta mengusung spanduk bertuliskan “Referendum”.

Aksi ini merupakan bentuk penolakan terhadap Keputusan Menteri Dalam Negeri (Kepmendagri) Nomor 300.2.2-2138 Tahun 2025 yang menetapkan Pulau Panjang, Pulau Lipan, Pulau Mangkir Gadang, dan Pulau Mangkir Ketek sebagai wilayah administratif Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara.

Dalam orasinya, M. Rizki selaku orator aksi menyatakan bahwa keputusan pemerintah pusat telah mengkhianati Aceh.

“Republik Indonesia selalu mengingkari janji dari masa Soekarno hingga hari ini. Empat pulau kami dicaplok Sumut dan ditetapkan oleh Tito Karnavian. Kami minta Tito dicopot dari jabatan Menteri!” serunya lantang.

Selain berorasi, massa juga menyanyikan lagu “Aceh Pusaka Nanggroe” dan “Syahid Aceh” sebagai bentuk simbolik dari perjuangan dan penolakan mereka terhadap keputusan pemerintah pusat.

Aparat kepolisian dan petugas Satpol PP dikerahkan untuk mengawal ketat dan mengamankan jalannya aksi. Sejumlah peserta aksi terlihat membawa properti berbentuk senjata mainan dan pelatuk tembakan yang menyerupai alat perang.

Hingga berita ini diterbitkan, aksi masih berlangsung. Situasi di lokasi terpantau tertib, meskipun suasana dipenuhi ketegangan. (**)

Zona
hukum
Bisnis
Wisata Edukasi di Perpustakaan Soeman HS

Senin, 7 November 2022 | 22:26:22
Mal Pelayanan Publik Kota Pekanbaru

Senin, 7 November 2022 | 22:24:20
nasional
internasional
profil
otomotif
Artikel Pilihan
Bawa Bendera Bulan Bintang dan Spanduk Referendum, Massa di Aceh Gelar Aksi Demo Rebut 4 Pulau | Redaksi77.co
×
Home /nasional
Bawa Bendera Bulan Bintang dan Spanduk Referendum, Massa di Aceh Gelar Aksi Demo Rebut 4 Pulau
Editor : Redaktur Nasional | Penulis: RMOLAceh
Senin, 16 Juni 2025 | 13:37:01
Massa aksi memadati halaman kantor Gubernur Aceh, Banda Aceh pada Senin, 16 Juni 2025, dengan membawa bendera bulan bintang dan spanduk Referendum saat unjuk rasa menuntut pengembalian empat pulau milik Aceh yang dicaplok Sumut. Foto: (Dok.RMOLAceh)

BANDA ACEH - Ratusan masyarakat dan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Aceh menggelar aksi demonstrasi di halaman Kantor Gubernur Aceh, Banda Aceh, Senin (16/6/2025) siang. Mereka menuntut pengembalian empat pulau yang kini secara administratif tercatat sebagai bagian dari wilayah Sumatera Utara (Sumut).

Dikutip dari pemberitaan media RMOLAceh, massa yang tergabung dalam aliansi Gerakan Aceh Melawan mulai memadati kawasan kantor gubernur sejak pukul 12.30 WIB. Massa membawa atribut seperti bendera Bulan Bintang, mengenakan berbagai almamater kampus, serta mengusung spanduk bertuliskan “Referendum”.

Aksi ini merupakan bentuk penolakan terhadap Keputusan Menteri Dalam Negeri (Kepmendagri) Nomor 300.2.2-2138 Tahun 2025 yang menetapkan Pulau Panjang, Pulau Lipan, Pulau Mangkir Gadang, dan Pulau Mangkir Ketek sebagai wilayah administratif Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara.

Dalam orasinya, M. Rizki selaku orator aksi menyatakan bahwa keputusan pemerintah pusat telah mengkhianati Aceh.

“Republik Indonesia selalu mengingkari janji dari masa Soekarno hingga hari ini. Empat pulau kami dicaplok Sumut dan ditetapkan oleh Tito Karnavian. Kami minta Tito dicopot dari jabatan Menteri!” serunya lantang.

Selain berorasi, massa juga menyanyikan lagu “Aceh Pusaka Nanggroe” dan “Syahid Aceh” sebagai bentuk simbolik dari perjuangan dan penolakan mereka terhadap keputusan pemerintah pusat.

Aparat kepolisian dan petugas Satpol PP dikerahkan untuk mengawal ketat dan mengamankan jalannya aksi. Sejumlah peserta aksi terlihat membawa properti berbentuk senjata mainan dan pelatuk tembakan yang menyerupai alat perang.

Hingga berita ini diterbitkan, aksi masih berlangsung. Situasi di lokasi terpantau tertib, meskipun suasana dipenuhi ketegangan. (**)

Pilihan Editor
Artikel Populer
Wisata Edukasi di Perpustakaan Soeman HS
Mal Pelayanan Publik Kota Pekanbaru
Investasi Kawasan Industri Tenayan Pekanbaru
Protokol Isolasi Mandiri