
| |
Jajaran Koramil 0321-05/RM Ringkus Tiga Pelaku Penyalahgunaan Narkoba di Wilayah Bangko Lestari
Kamis, 8 Januari 2026 | 08:09:50 |
|---|
| |
Seleksi Ulang Direksi BRK Syariah Mesti Transparan dan Panselnya Independen
Rabu, 7 Januari 2026 | 14:49:44 |
|---|
| |
Ribuan Massa Kubu Rohil Siap Duduki Pinang GS, Bakal Dirikan Tenda Hingga Tuntutan Jalan Dipenuhi PHR
Selasa, 6 Januari 2026 | 20:38:29 |
|---|
| |
Sungai Siak Meluap di Kelurahan Meranti Pandak, Pemko Pekanbaru Dirikan Tenda Penampungan Warga Terdampak
Jumat, 9 Januari 2026 | 11:44:32 |
|---|
| |
Peningkatan Cuaca Ekstrem Berpotensi Terjadi di Sumatera, Pakar: Langkah Mitigasi Mesti Menjadi Prioritas
Selasa, 30 Desember 2025 | 18:21:06 |
|---|
| |
10 Orang Terluka dalam Ledakan Pipa Gas PT TGI di Inhil, Enam Korban Alami Luka Bakar Serius
Minggu, 4 Januari 2026 | 19:31:39 |
|---|
JAKARTA – Komite III DPD RI menggelar Rapat Kerja dengan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana untuk mengevaluasi pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG), Selasa (21/1/2025). Ketua Komite III DPD RI Filep Wamafma mengatakan bahwa meskipun program ini merupakan upaya strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia yang sejalan dengan Visi Indonesia Emas 2045, terdapat berbagai tantangan yang dihadapi dalam pelaksanaan program, termasuk permasalahan teknis, kebijakan, dan pengelolaan anggaran.
“Melalui rapat kerja ini, diharapkan dapat terjalin koordinasi dan sinergi yang lebih kuat antara Komite III DPD RI dengan Badan Gizi Nasional RI dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia lebih baik. Hasil-hasil yang dicapai dalam rapat kerja ini nantinya akan menjadi landasan penting dalam perumusan kebijakan terhadap kebutuhan dan aspirasi daerah,” ujar Filep yang didampingi oleh Wakil Ketua Komite III DPD RI Dailami Firdaus dan Jelita Donal.
Dalam raker tersebut, Kepala BGN Dadan Hindayana menyampaikan bahwa Program MBG dirancang tidak hanya untuk meningkatkan gizi masyarakat, tetapi juga memberdayakan ekonomi lokal. BGN juga memandang program ini sebagai tulang punggung utama dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia. “Program ini dirancang untuk melibatkan UMKM, koperasi, dan BUMDes sebagai penyedia bahan baku guna menciptakan dampak ekonomi lokal,” jelasnya.
Menanggapi paparan dari Dadan, Anggota DPD RI dari Papua Pegunungan Arianto Kogoya mengapresiasi program MBG sebagai upaya memperbaiki gizi anak-anak Indonesia. Ia berharap agar program ini dapat segera berjalan di provinsinya. “Memang tantangan geografisnya luar biasa, kami harapkan untuk keadilan, anak-anak di Papua Pegunungan harus merasakan program ini,” harapnya.
Anggota DPD RI dari Gorontalo Jasin U Dilo menyoroti pentingnya memprioritaskan pelaksanaan program MBG di daerah pedalaman. “Di pedalaman, banyak masyarakat tidak mampu, apalagi anak-anak yatim ataupun yatim piatu yang sangat membutuhkan makanan bergizi,” jelasnya.
Terkait pembiayaan, Anggota DPD RI dari Maluku Utara Hasby Yusuf berharap program MBG tetap sepenuhnya menggunakan APBN dan tidak membebani APBD. Hal ini juga diamini oleh Anggota DPD RI dari Riau Sewitri yang menilai bahwa beban anggaran di daerah sudah cukup berat. “Saya harap anggaran Makan Bergizi Gratis tetap dari pusat, jangan ditimpakan ke kami di daerah. Di Riau saat ini anggaran defisit dan masih ada yang tunda bayar,” imbuhnya.
Dalam kesempatan yang sama, beberapa Anggota DPD RI menyoroti pentingnya pengaturan sistem distribusi yang baik untuk daerah kepulauan. Anggota DPD RI dari Kalimantan Barat, Erlinawati, menambahkan bahwa makanan dalam program MBG harus dipastikan tetap segar dan layak konsumsi ketika sampai di tangan anak-anak. Senada, Anggota DPD RI dari Maluku Anna Latuconsina menekankan kebutuhan dapur umum yang lebih banyak di wilayahnya. “Maluku punya sebelas kabupaten/kota yang dipisahkan oleh lautan, sehingga dapur umum perlu lebih banyak dibanding daerah lain. Misalnya, makanan yang dikirim dari Ambon ke Kecamatan Saparua menggunakan speedboat, apakah dijamin makanan itu bisa tiba dengan kondisi yang masih baik?” ujarnya.
Menutup Raker, Filep menegaskan bahwa perubahan perilaku masyarakat Indonesia dalam tata kelola makanan oleh keluarga yang meliputi kebersihan, memilih bahan makanan yang sehat dan memasak dengan benar, juga harus menjadi tujuan program MBG. Selain itu dirinya juga memastikan sikap dan dukungan DPD RI pada program MBG, salah satunya melalui tugas dan fungsi pengawasan yang dilakukan oleh DPD RI sebagaimana diamanatkan oleh Konstitusi serta dalam bentuk kolaborasi dan kerjasama lainnya. (**)
| |
AMPLANG, KULINER KHAS INHIL - PESONA WISATA KULINER
Kamis, 2 Maret 2023 | 21:37:48 |
|---|
| |
Wisata Edukasi di Perpustakaan Soeman HS
Senin, 7 November 2022 | 22:26:22 |
|---|
| |
Mal Pelayanan Publik Kota Pekanbaru
Senin, 7 November 2022 | 22:24:20 |
|---|
| ☰ | |
×
|
|---|
JAKARTA – Komite III DPD RI menggelar Rapat Kerja dengan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana untuk mengevaluasi pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG), Selasa (21/1/2025). Ketua Komite III DPD RI Filep Wamafma mengatakan bahwa meskipun program ini merupakan upaya strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia yang sejalan dengan Visi Indonesia Emas 2045, terdapat berbagai tantangan yang dihadapi dalam pelaksanaan program, termasuk permasalahan teknis, kebijakan, dan pengelolaan anggaran.
“Melalui rapat kerja ini, diharapkan dapat terjalin koordinasi dan sinergi yang lebih kuat antara Komite III DPD RI dengan Badan Gizi Nasional RI dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia lebih baik. Hasil-hasil yang dicapai dalam rapat kerja ini nantinya akan menjadi landasan penting dalam perumusan kebijakan terhadap kebutuhan dan aspirasi daerah,” ujar Filep yang didampingi oleh Wakil Ketua Komite III DPD RI Dailami Firdaus dan Jelita Donal.
Dalam raker tersebut, Kepala BGN Dadan Hindayana menyampaikan bahwa Program MBG dirancang tidak hanya untuk meningkatkan gizi masyarakat, tetapi juga memberdayakan ekonomi lokal. BGN juga memandang program ini sebagai tulang punggung utama dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia. “Program ini dirancang untuk melibatkan UMKM, koperasi, dan BUMDes sebagai penyedia bahan baku guna menciptakan dampak ekonomi lokal,” jelasnya.
Menanggapi paparan dari Dadan, Anggota DPD RI dari Papua Pegunungan Arianto Kogoya mengapresiasi program MBG sebagai upaya memperbaiki gizi anak-anak Indonesia. Ia berharap agar program ini dapat segera berjalan di provinsinya. “Memang tantangan geografisnya luar biasa, kami harapkan untuk keadilan, anak-anak di Papua Pegunungan harus merasakan program ini,” harapnya.
Anggota DPD RI dari Gorontalo Jasin U Dilo menyoroti pentingnya memprioritaskan pelaksanaan program MBG di daerah pedalaman. “Di pedalaman, banyak masyarakat tidak mampu, apalagi anak-anak yatim ataupun yatim piatu yang sangat membutuhkan makanan bergizi,” jelasnya.
Terkait pembiayaan, Anggota DPD RI dari Maluku Utara Hasby Yusuf berharap program MBG tetap sepenuhnya menggunakan APBN dan tidak membebani APBD. Hal ini juga diamini oleh Anggota DPD RI dari Riau Sewitri yang menilai bahwa beban anggaran di daerah sudah cukup berat. “Saya harap anggaran Makan Bergizi Gratis tetap dari pusat, jangan ditimpakan ke kami di daerah. Di Riau saat ini anggaran defisit dan masih ada yang tunda bayar,” imbuhnya.
Dalam kesempatan yang sama, beberapa Anggota DPD RI menyoroti pentingnya pengaturan sistem distribusi yang baik untuk daerah kepulauan. Anggota DPD RI dari Kalimantan Barat, Erlinawati, menambahkan bahwa makanan dalam program MBG harus dipastikan tetap segar dan layak konsumsi ketika sampai di tangan anak-anak. Senada, Anggota DPD RI dari Maluku Anna Latuconsina menekankan kebutuhan dapur umum yang lebih banyak di wilayahnya. “Maluku punya sebelas kabupaten/kota yang dipisahkan oleh lautan, sehingga dapur umum perlu lebih banyak dibanding daerah lain. Misalnya, makanan yang dikirim dari Ambon ke Kecamatan Saparua menggunakan speedboat, apakah dijamin makanan itu bisa tiba dengan kondisi yang masih baik?” ujarnya.
Menutup Raker, Filep menegaskan bahwa perubahan perilaku masyarakat Indonesia dalam tata kelola makanan oleh keluarga yang meliputi kebersihan, memilih bahan makanan yang sehat dan memasak dengan benar, juga harus menjadi tujuan program MBG. Selain itu dirinya juga memastikan sikap dan dukungan DPD RI pada program MBG, salah satunya melalui tugas dan fungsi pengawasan yang dilakukan oleh DPD RI sebagaimana diamanatkan oleh Konstitusi serta dalam bentuk kolaborasi dan kerjasama lainnya. (**)
| |
Polda Riau Tetapkan 9 Tersangka Pengrusakan dan...
Rabu, 21 Januari 2026 | 16:37:55
|
|---|
| |
Polisi Gerebek Pesta Narkoba di Baliview...
Rabu, 21 Januari 2026 | 16:29:14
|
|---|
| |
Penegasan MK: Sanksi Pidana dan Perdata Tak Boleh...
Senin, 19 Januari 2026 | 14:49:41
|
|---|
| |
Kisah Mengharukan dari Inhil: Kakek Bertarung...
Senin, 19 Januari 2026 | 14:27:23
|
|---|
| Dalih 'Ultimum Remedium' Cukong TNTN Dinilai Sesat Fikir, Pengamat: Ini Extraordinary Environmental Crime!
Kamis, 22 Januari 2026 | 14:13:42
|
|
|---|
| Kasubbagbin dan Kasi Intel Kejari Pekanbaru Resmi Dilantik, Integritas Jadi Penekanan
Kamis, 22 Januari 2026 | 14:02:11
|
|
|---|
| Langkah Nyata Green Policing, Binmas Polsek Payung Sekaki Gelar Penanaman Pohon Bersama Masyarakat
Kamis, 22 Januari 2026 | 10:55:38
|
|
|---|
| Dua Tersangka Cukong TNTN Tak Kunjung Ditahan, Pengamat: Jangan Jadikan Pengembalian Lahan ''Tiket Bebas Penjara''
Rabu, 21 Januari 2026 | 17:00:49
|
|
|---|
| Polda Riau Tetapkan 9 Tersangka Pengrusakan dan Perambahan Kawasan Konservasi TNTN
Rabu, 21 Januari 2026 | 16:37:55
|
|
|---|
| Dalih 'Ultimum Remedium' Cukong TNTN Dinilai Sesat Fikir, Pengamat: Ini Extraordinary Environmental Crime!
Kamis, 22 Januari 2026 | 14:13:42
|
|
|---|
| Kasubbagbin dan Kasi Intel Kejari Pekanbaru Resmi Dilantik, Integritas Jadi Penekanan
Kamis, 22 Januari 2026 | 14:02:11
|
|
|---|
| Langkah Nyata Green Policing, Binmas Polsek Payung Sekaki Gelar Penanaman Pohon Bersama Masyarakat
Kamis, 22 Januari 2026 | 10:55:38
|
|
|---|
| Dua Tersangka Cukong TNTN Tak Kunjung Ditahan, Pengamat: Jangan Jadikan Pengembalian Lahan ''Tiket Bebas Penjara''
Rabu, 21 Januari 2026 | 17:00:49
|
|
|---|
| Langkah Nyata Green Policing, Binmas Polsek Payung Sekaki Gelar Penanaman Pohon Bersama Masyarakat
Kamis, 22 Januari 2026 | 10:55:38
|
|---|
| Dua Tersangka Cukong TNTN Tak Kunjung Ditahan, Pengamat: Jangan Jadikan Pengembalian Lahan ''Tiket Bebas Penjara''
Rabu, 21 Januari 2026 | 17:00:49
|
|---|
| Polisi Gerebek Pesta Narkoba di Baliview Pekanbaru, 7 Orang Diamankan, Satu Pemasok Ikut Diciduk
Rabu, 21 Januari 2026 | 16:29:14
|
|---|
| Luruskan Informasi Simpang Siur, DPR-Pemerintah Sepakat Tak Ada Revisi UU Pilkada Tahun Ini
Senin, 19 Januari 2026 | 14:38:10
|
|---|
| Polisi Gerebek Pesta Narkoba di Baliview Pekanbaru, 7 Orang Diamankan, Satu Pemasok Ikut Diciduk
Rabu, 21 Januari 2026 | 16:29:14
|
|
|---|
| Percepatan Pemulihan TNTN, Pemprov Riau Fokus Pendataan dan Lahan Pengganti
Selasa, 20 Januari 2026 | 14:06:08
|
|
|---|
| Jauhi Permukiman, Tim BBKSDA Riau Giring Induk dan Anak Harimau Kembali ke Hutan Pelalawan
Selasa, 20 Januari 2026 | 13:58:15
|
|
|---|
| Residivis Bobol Rumah di Pekanbaru Ditangkap Setelah 7 Bulan Buron, Ditembak Saat Melawan
Selasa, 20 Januari 2026 | 07:35:52
|
|
|---|
| Penegasan MK: Sanksi Pidana dan Perdata Tak Boleh Jadi Instrumen Utama Sengketa Pers
Senin, 19 Januari 2026 | 14:49:41
|
|
|---|
Wisata Edukasi di Perpustakaan Soeman HS |
Mal Pelayanan Publik Kota Pekanbaru |
|---|---|
Investasi Kawasan Industri Tenayan Pekanbaru
| Protokol Isolasi Mandiri |
| Luruskan Informasi Simpang Siur, DPR-Pemerintah Sepakat Tak Ada Revisi UU Pilkada Tahun Ini
Senin, 19 Januari 2026 | 14:38:10
|
|
|---|
| Kisah Mengharukan dari Inhil: Kakek Bertarung Nyawa dengan Buaya di Tengah Sungai Selamatkan Isteri
Senin, 19 Januari 2026 | 14:27:23
|
|
|---|
| Polisi Buru Pelaku Balap Liar, 12 Motor Berknalpot Brong Disita di Pekanbaru
Minggu, 18 Januari 2026 | 14:41:54
|
|
|---|
| Bangunkan Subuh Berjamaah, Wakapolda Riau Sosialisasi Kamtibmas hingga Green Policing
Sabtu, 17 Januari 2026 | 15:46:33
|
|
|---|
| Wakapolda Riau Brigjen Hengki Haryadi Soal Premanisme: Kita Gunakan Cara-cara Gila untuk Menangkapnya
Kamis, 15 Januari 2026 | 14:11:58
|
|
|---|