
| |
Ketika Taman Nasional Tesso Nilo Menyempit, Kematian Gajah Semakin Meningkat
Kamis, 29 Januari 2026 | 14:54:22 |
|---|
| |
Bawa Nama RANS, Wanita Ini Diduga Tipu Investor Bisnis Toko Kecantikan Hingga Rp6,8 Miliar
Rabu, 14 Januari 2026 | 14:56:54 |
|---|
| |
Dua Pecatan Polri Terlibat Jaringan Ekstasi di Pekanbaru, Lima Tersangka Dicokok Polisi di Rumah Kos
Sabtu, 24 Januari 2026 | 15:10:33 |
|---|
| |
Jadi Sorotan Publik Pekanbaru, Selegram Adil Atra Dkk Bebas dari Jerat Hukum Usai Digerebek Pesta Narkoba
Minggu, 25 Januari 2026 | 15:14:17 |
|---|
| |
Langkah Nyata Green Policing, Binmas Polsek Payung Sekaki Gelar Penanaman Pohon Bersama Masyarakat
Kamis, 22 Januari 2026 | 10:55:38 |
|---|
| |
Jaga Ketahanan Ekologi Desa, Ketua DPD RI dan Mendes Sepakat Adakan Lomba ''Green Village''
Kamis, 15 Januari 2026 | 13:44:51 |
|---|
PEKANBARU – Polsek Payung Sekaki menjadi sorotan setelah diduga melepaskan belasan pemuda yang sebelumnya diamankan oleh anggota Samapta Polda Riau pada Minggu (09/12/2024) dini hari. Para pemuda tersebut diduga terlibat dalam aktivitas geng motor dengan ditemukannya berbagai senjata tajam.
Penangkapan bermula saat patroli Perintis Presisi oleh Samapta Polda Riau di Jalan Arengka, Kota Pekanbaru. Mereka menerima laporan adanya keributan yang melibatkan puluhan anggota geng motor. Dalam penindakan, polisi berhasil mengamankan 2 tongkat bisbol, 2 celurit, satu samurai, serta senjata tajam lainnya. Belasan pemuda tersebut kemudian diserahkan ke Polsek Payung Sekaki untuk penyelidikan lebih lanjut.
Namun, langkah Polsek Payung Sekaki memulangkan para pemuda kepada orangtua masing-masing menuai kritik. Polsek Payung Sekaki beralasan tidak memiliki informasi lengkap terkait kasus tersebut.
Kanit Reskrim Polsek Payung Sekaki, IPDA Irfan Siswanto, membantah bahwa pihaknya "melepaskan" para pemuda tersebut. "Bukan kita lepaskan, tapi dipulangkan dan dikembalikan kepada orangtuanya masing-masing," jelasnya pada Selasa (10/12/2024).
IPDA Irfan menambahkan bahwa saat penyerahan terjadi, tim Reskrim tidak berada di Mapolsek karena sedang menyelidiki kasus penggelapan mobil. Selain itu, lokasi penangkapan para pemuda tersebut berada di luar wilayah hukum Polsek Payung Sekaki, yakni di Garuda Sakti, Kubang, dan Kualu.
“Kami hanya bisa mengedukasi mereka dan memulangkan mereka ke orangtuanya. Senjata tajam tetap kami sita,” ujar IPDA Irfan. Ia juga menegaskan bahwa Samapta Polda Riau tidak memberikan penjelasan detail terkait penangkapan tersebut.
“Samapta tiba-tiba menyerahkan mereka kepada kami lalu pergi tanpa memberikan penjelasan. Kami bingung, karena mereka tidak saling mengenal dan tidak ada bukti kuat bahwa mereka anggota geng motor,” tambahnya.
Keputusan untuk memulangkan para pemuda itu menimbulkan perdebatan di kalangan masyarakat. Sebagian pihak menilai polisi seharusnya melakukan penyelidikan lebih mendalam untuk memastikan keterlibatan para pemuda tersebut dalam aktivitas geng motor. (rco)
| |
AMPLANG, KULINER KHAS INHIL - PESONA WISATA KULINER
Kamis, 2 Maret 2023 | 21:37:48 |
|---|
| |
Wisata Edukasi di Perpustakaan Soeman HS
Senin, 7 November 2022 | 22:26:22 |
|---|
| |
Mal Pelayanan Publik Kota Pekanbaru
Senin, 7 November 2022 | 22:24:20 |
|---|
| ☰ | |
×
|
|---|
PEKANBARU – Polsek Payung Sekaki menjadi sorotan setelah diduga melepaskan belasan pemuda yang sebelumnya diamankan oleh anggota Samapta Polda Riau pada Minggu (09/12/2024) dini hari. Para pemuda tersebut diduga terlibat dalam aktivitas geng motor dengan ditemukannya berbagai senjata tajam.
Penangkapan bermula saat patroli Perintis Presisi oleh Samapta Polda Riau di Jalan Arengka, Kota Pekanbaru. Mereka menerima laporan adanya keributan yang melibatkan puluhan anggota geng motor. Dalam penindakan, polisi berhasil mengamankan 2 tongkat bisbol, 2 celurit, satu samurai, serta senjata tajam lainnya. Belasan pemuda tersebut kemudian diserahkan ke Polsek Payung Sekaki untuk penyelidikan lebih lanjut.
Namun, langkah Polsek Payung Sekaki memulangkan para pemuda kepada orangtua masing-masing menuai kritik. Polsek Payung Sekaki beralasan tidak memiliki informasi lengkap terkait kasus tersebut.
Kanit Reskrim Polsek Payung Sekaki, IPDA Irfan Siswanto, membantah bahwa pihaknya "melepaskan" para pemuda tersebut. "Bukan kita lepaskan, tapi dipulangkan dan dikembalikan kepada orangtuanya masing-masing," jelasnya pada Selasa (10/12/2024).
IPDA Irfan menambahkan bahwa saat penyerahan terjadi, tim Reskrim tidak berada di Mapolsek karena sedang menyelidiki kasus penggelapan mobil. Selain itu, lokasi penangkapan para pemuda tersebut berada di luar wilayah hukum Polsek Payung Sekaki, yakni di Garuda Sakti, Kubang, dan Kualu.
“Kami hanya bisa mengedukasi mereka dan memulangkan mereka ke orangtuanya. Senjata tajam tetap kami sita,” ujar IPDA Irfan. Ia juga menegaskan bahwa Samapta Polda Riau tidak memberikan penjelasan detail terkait penangkapan tersebut.
“Samapta tiba-tiba menyerahkan mereka kepada kami lalu pergi tanpa memberikan penjelasan. Kami bingung, karena mereka tidak saling mengenal dan tidak ada bukti kuat bahwa mereka anggota geng motor,” tambahnya.
Keputusan untuk memulangkan para pemuda itu menimbulkan perdebatan di kalangan masyarakat. Sebagian pihak menilai polisi seharusnya melakukan penyelidikan lebih mendalam untuk memastikan keterlibatan para pemuda tersebut dalam aktivitas geng motor. (rco)
| |
Kapolda Tinjau TKP Kematian Gajah di Areal HTI...
Senin, 9 Februari 2026 | 17:18:53
|
|---|
| |
Bentrok Berdarah di Perkebunan Eks PT BS Rohul,...
Senin, 9 Februari 2026 | 09:18:22
|
|---|
| |
Bukti Forensik Pastikan Kematian Gajah Sumatera...
Jumat, 6 Februari 2026 | 16:39:00
|
|---|
| |
Kematian Gajah di Area Konsesi RAPP, Jikalahari:...
Jumat, 6 Februari 2026 | 15:40:26
|
|---|
| Ruang yang Dibiarkan Kosong: Ketika Konflik Diketahui, tapi Tak Segera Ditangani
Senin, 9 Februari 2026 | 17:35:48
|
|
|---|
| Kapolda Tinjau TKP Kematian Gajah di Areal HTI RAPP Ukui, WALHI dan Jikalahari Desak Penegakan Hukum
Senin, 9 Februari 2026 | 17:18:53
|
|
|---|
| Tanggapi Kematian Gajah Sumatera di Area HTI, Walhi Riau: PT RAPP Harus Tanggung Jawab
Senin, 9 Februari 2026 | 13:22:44
|
|
|---|
| Bentrok Berdarah di Perkebunan Eks PT BS Rohul, Satu Pekerja Koperasi Tewas dan Lima Orang Terluka
Senin, 9 Februari 2026 | 09:18:22
|
|
|---|
| Motor Ditumpangi 3 Pelajar Tabrak Truk Parkir di Rumbai, Bocah 13 Tahun Tewas di Tempat
Minggu, 8 Februari 2026 | 19:21:16
|
|
|---|
| Ruang yang Dibiarkan Kosong: Ketika Konflik Diketahui, tapi Tak Segera Ditangani
Senin, 9 Februari 2026 | 17:35:48
|
|
|---|
| Kapolda Tinjau TKP Kematian Gajah di Areal HTI RAPP Ukui, WALHI dan Jikalahari Desak Penegakan Hukum
Senin, 9 Februari 2026 | 17:18:53
|
|
|---|
| Tanggapi Kematian Gajah Sumatera di Area HTI, Walhi Riau: PT RAPP Harus Tanggung Jawab
Senin, 9 Februari 2026 | 13:22:44
|
|
|---|
| Bentrok Berdarah di Perkebunan Eks PT BS Rohul, Satu Pekerja Koperasi Tewas dan Lima Orang Terluka
Senin, 9 Februari 2026 | 09:18:22
|
|
|---|
| Kematian Gajah di Area Konsesi RAPP, Jikalahari: Bencana Ekologi di Lanskap TNTN
Jumat, 6 Februari 2026 | 15:40:26
|
|---|
| Gajah Sumatera Ditemukan Mati dengan Kepala Terpotong, Lokasi Areal Hutan Konsesi RAPP di Pelalawan
Kamis, 5 Februari 2026 | 21:27:40
|
|---|
| Motor Ditumpangi 3 Pelajar Tabrak Truk Parkir di Rumbai, Bocah 13 Tahun Tewas di Tempat
Minggu, 8 Februari 2026 | 19:21:16
|
|---|
| Bukti Forensik Pastikan Kematian Gajah Sumatera di Areal HTI RAPP Akibat Luka Tembak, Ada 2 Proyektil di Bagian Tengkorak
Jumat, 6 Februari 2026 | 16:39:00
|
|---|
| Polresta Pekanbaru Tangkap Pengedar Ekstasi di Taman Kaca Mayang, Puluhan Butir Ekstasi Disita
Minggu, 8 Februari 2026 | 16:06:48
|
|
|---|
| Kerumitan di TNTN: Izin, Klaim, dan Negara yang Datang Terlambat
Sabtu, 7 Februari 2026 | 12:27:28
|
|
|---|
| Bukti Forensik Pastikan Kematian Gajah Sumatera di Areal HTI RAPP Akibat Luka Tembak, Ada 2 Proyektil di Bagian Tengkorak
Jumat, 6 Februari 2026 | 16:39:00
|
|
|---|
| Kematian Gajah di Area Konsesi RAPP, Jikalahari: Bencana Ekologi di Lanskap TNTN
Jumat, 6 Februari 2026 | 15:40:26
|
|
|---|
| Penyebab Kematian Gajah di Ukui Belum Ada Titik Terang, RAPP Dukung Seluruh Rangkaian Penyelidikan
Jumat, 6 Februari 2026 | 11:57:10
|
|
|---|
Wisata Edukasi di Perpustakaan Soeman HS |
Mal Pelayanan Publik Kota Pekanbaru |
|---|---|
Investasi Kawasan Industri Tenayan Pekanbaru
| Protokol Isolasi Mandiri |
| Tindak Lanjut Arahan Presiden, Polda Riau dan Pemko Pekanbaru Kick-Off Gotong Royong Serentak
Jumat, 6 Februari 2026 | 10:28:27
|
|
|---|
| Gajah Sumatera Ditemukan Mati dengan Kepala Terpotong, Lokasi Areal Hutan Konsesi RAPP di Pelalawan
Kamis, 5 Februari 2026 | 21:27:40
|
|
|---|
| Jelang Ramadhan, FKIP UIR Hadirkan Konser Orkestra Religi Spektakuler di Pekanbaru
Kamis, 5 Februari 2026 | 17:24:26
|
|
|---|
| Tol Sicincin-Bukittinggi Segera Dibangun, Ada Terowongan 5,85 Km dan Jembatan 2,71 Kilometer
Kamis, 5 Februari 2026 | 15:18:48
|
|
|---|
| Ketika Keseimbangan Ekosistem Rusak, Satwa Pun Terdorong Keluar dari Kawasan Konservasi TNTN
Kamis, 5 Februari 2026 | 14:37:23
|
|
|---|