Diperiksa 10 Jam Kasus SPPD Fiktif, Mantan Pj Walikota Pekanbaru Muflihun Keluar Dengan Wajah Lesu
Editor: tun_akhyar | Reporter : Rico
Senin, 1 Juli 2024 | 21:19:14
Muflihun dengan wajah lesu menjawab pertanyaan yang diajukan wartawan usai diperiksa 10 jam di Polda Riau.

PEKANBARU - Setelah dicecar dengan 50  pertanyaan selama 10 jam, mantan PJ Walikota Pekanbaru Muflihun keluar dari ruang pemeriksaan Ditreskrimsus Polda Riau dengan wajah lesu pada Senin (1/7/2024) malam pukul 20.30 WIB.

"Saya hadir disini untuk memenuhi panggilan karena kita sebagai warga Indonesia yang taat hukum. Saya dimintai keterangan terkait dengan tupoksi kami sebagai Setwan (DPRD Riau)," katanya.

Muflihun menjelaskan dari hasil pemeriksaan yang dilakukan Subdit III Ditreskrimsus Polda Riau dirinya dicecar 50 pertanyaan.

"Itu kurang lebih ada 50 pertanyaan yang ditanyakan kepada saya. Saya diperiksa dari pukul 10.00 WIB," ungkap Muflihun.

"Yang jelas saya ditanya terkait SPPD fiktif di Setwan DPRD Riau. Tidak ada sampai situ (tiket maskapai)," tutup Muflihun.

Sebelumnya Direktorat Kriminal Khusus Polda Riau yang menemukan SPPD atau surat perjalanan dinas fiktif pada masa  menjabat sebagai Setwan DPRD Provinsi Riau Tahun 2020-2021 mulai memeriksa Muflihun pada Senin (1/7/2024) pagi. 

Pemanggilan mantan PJ Walikota tersebut dibenarkan Direktur Reskrimsus Polda Riau Kombes Nasriadi saat dijumpai pers usai melaksanakan kegiatan apel upacara Hut Bhayangkara ke-78 di Halaman Kantor Gubernur Riau.

"Ya benar kita melakukan pemanggilan terhadap Muflihun saat menjadi Setwan pada periode tahun 2020-2021," ungkap Kombes Nasriadi, siang tadi. 

Terkait kasus dugaan SPPD Fiktif di sekretariat DPRD Riau itu, sampai saat ini, kata Nasriadi, sudah 30 orang yang menjalani pemeriksaan. Selain itu,  mengetahui berapa banyak kerugian negara, menurut Nasriadi, timnya tengah melakukan koordinasi dengan BPKP.

"Dari keterangan mereka sudah kita temukan memang ada beberapa perjalanan dinas yang fiktif, dikarenakan pada tahun 2020 memang tidak ada pesawat yang terbang, karena pada masa COVID-19, tapi masih kita temukan perjalanan dinas yang dibuat saat itu," kata Nasriadi.

Dari temuan itu, Tim Ditreskrimsus Polda Riau melakukan pengecekan hingga ke maskapai dan ditemukan benar tidak adanya penerbangan yang tercantum dalam surat tersebut.

Diketahui saat ini masih dalam proses penyelidikan, jika telah selesai dilakukan penyelidikan dan ditemukan unsur pidana maka akan dilakukan gelar perkara.

Sebelumnya Muflihun juga sudah dipanggil penyidik Polda Riau pada Kamis (27/06/2024) lalu. Namun yang bersangkutan berhalangan hadir karena sedang berada di Jakarta untuk berobat.

"Hari ini dikonfirmasi (Muflihun) hadir memenuhi panggilan, tapi kita liat nanti siang atau besok pagi apakah dia sudah kembali dari Jakarta," tambah Dirkrimsus Kombes Nasriadi.

Diketahui apabila sekali lagi mangkir dalam pemanggilan, maka petugas akan melakukan penjemputan paksa Mantan PJ Walikota Pekanbaru Muflihun. (rco)

Zona
hukum
Bisnis
Wisata Edukasi di Perpustakaan Soeman HS

Senin, 7 November 2022 | 22:26:22
Mal Pelayanan Publik Kota Pekanbaru

Senin, 7 November 2022 | 22:24:20
nasional
internasional
profil
otomotif
Artikel Pilihan
REDAKSI77.CO |Diperiksa 10 Jam Kasus SPPD Fiktif, Mantan Pj Walikota Pekanbaru Muflihun Keluar Dengan Wajah Lesu
×
Home /hukum
Diperiksa 10 Jam Kasus SPPD Fiktif, Mantan Pj Walikota Pekanbaru Muflihun Keluar Dengan Wajah Lesu
Editor : tun_akhyar | Penulis: Rico
Senin, 1 Juli 2024 | 21:19:14
Muflihun dengan wajah lesu menjawab pertanyaan yang diajukan wartawan usai diperiksa 10 jam di Polda Riau.

PEKANBARU - Setelah dicecar dengan 50  pertanyaan selama 10 jam, mantan PJ Walikota Pekanbaru Muflihun keluar dari ruang pemeriksaan Ditreskrimsus Polda Riau dengan wajah lesu pada Senin (1/7/2024) malam pukul 20.30 WIB.

"Saya hadir disini untuk memenuhi panggilan karena kita sebagai warga Indonesia yang taat hukum. Saya dimintai keterangan terkait dengan tupoksi kami sebagai Setwan (DPRD Riau)," katanya.

Muflihun menjelaskan dari hasil pemeriksaan yang dilakukan Subdit III Ditreskrimsus Polda Riau dirinya dicecar 50 pertanyaan.

"Itu kurang lebih ada 50 pertanyaan yang ditanyakan kepada saya. Saya diperiksa dari pukul 10.00 WIB," ungkap Muflihun.

"Yang jelas saya ditanya terkait SPPD fiktif di Setwan DPRD Riau. Tidak ada sampai situ (tiket maskapai)," tutup Muflihun.

Sebelumnya Direktorat Kriminal Khusus Polda Riau yang menemukan SPPD atau surat perjalanan dinas fiktif pada masa  menjabat sebagai Setwan DPRD Provinsi Riau Tahun 2020-2021 mulai memeriksa Muflihun pada Senin (1/7/2024) pagi. 

Pemanggilan mantan PJ Walikota tersebut dibenarkan Direktur Reskrimsus Polda Riau Kombes Nasriadi saat dijumpai pers usai melaksanakan kegiatan apel upacara Hut Bhayangkara ke-78 di Halaman Kantor Gubernur Riau.

"Ya benar kita melakukan pemanggilan terhadap Muflihun saat menjadi Setwan pada periode tahun 2020-2021," ungkap Kombes Nasriadi, siang tadi. 

Terkait kasus dugaan SPPD Fiktif di sekretariat DPRD Riau itu, sampai saat ini, kata Nasriadi, sudah 30 orang yang menjalani pemeriksaan. Selain itu,  mengetahui berapa banyak kerugian negara, menurut Nasriadi, timnya tengah melakukan koordinasi dengan BPKP.

"Dari keterangan mereka sudah kita temukan memang ada beberapa perjalanan dinas yang fiktif, dikarenakan pada tahun 2020 memang tidak ada pesawat yang terbang, karena pada masa COVID-19, tapi masih kita temukan perjalanan dinas yang dibuat saat itu," kata Nasriadi.

Dari temuan itu, Tim Ditreskrimsus Polda Riau melakukan pengecekan hingga ke maskapai dan ditemukan benar tidak adanya penerbangan yang tercantum dalam surat tersebut.

Diketahui saat ini masih dalam proses penyelidikan, jika telah selesai dilakukan penyelidikan dan ditemukan unsur pidana maka akan dilakukan gelar perkara.

Sebelumnya Muflihun juga sudah dipanggil penyidik Polda Riau pada Kamis (27/06/2024) lalu. Namun yang bersangkutan berhalangan hadir karena sedang berada di Jakarta untuk berobat.

"Hari ini dikonfirmasi (Muflihun) hadir memenuhi panggilan, tapi kita liat nanti siang atau besok pagi apakah dia sudah kembali dari Jakarta," tambah Dirkrimsus Kombes Nasriadi.

Diketahui apabila sekali lagi mangkir dalam pemanggilan, maka petugas akan melakukan penjemputan paksa Mantan PJ Walikota Pekanbaru Muflihun. (rco)

Pilihan Editor
Komitmen DPD RI Lindungi Pekerja Migran...

Minggu, 21 Juli 2024 | 22:09:09
Artikel Populer
Wisata Edukasi di Perpustakaan Soeman HS
Mal Pelayanan Publik Kota Pekanbaru
Investasi Kawasan Industri Tenayan Pekanbaru
Protokol Isolasi Mandiri