PLN Pekanbaru Matikan Listrik Karena Pelanggan Lambat Bayar, ikan Koi Belasan Juta Mati
Editor: Bambang | Reporter : Antara Riau
Minggu, 30 Juni 2024 | 17:13:56
Ikan koi milik warga di Jalan Sempurna, Kota Pekanbaru, yang mati usai meteran listrik dimatikan petugas PLN. (ANTARA/dok)

PEKANBARU - Petugas PT PLN di Kota Pekanbaru mematikan meteran listrik milik seorang pelanggan karena lambat bayar tagihan listrik pada Jumat (28/6/2024) lalu tanpa konfirmasi.  Akibatnya,  12 ekor ikan koi bernilai sekitar Rp15 juta mati karena mesin penyalur oksigen di kolam tak berfungsi semenjak aliran listrik dipadamkan sementara.

Saat meteran listrik dipadamkan, rumah di Jalan Sempurna, Kota Pekanbaru, tersebut dalam keadaan kosong karena pemilik rumah sedang bekerja di luar kota.

Begitu pemilik rumah pulang pada petang hari, ia kaget mendapati 12 ikan koi kesayangannya mati karena diduga kuat kehabisan oksigen.

Dody, selaku suami pemilik rumah yang juga sedang berada di luar kota mengaku sedih mendapat kabar tersebut dari istrinya.

"Seharusnya tidak begitulah tindakan petugas PLN di lapangan," keluh Dody yang juga berharap ada kompensasi terhadap kerugian yang ditimbulkan akibat tindakan petugas PLN di lapangan tersebut.

Namun demikian, ia juga mengakui lupa membayar tagihan listrik bulan Juni 2024 karena kesibukannya. Selama ini, tagihan listrik di rumahnya selalu dibayar tak pernah terlambat.

Sebelumnya, surat pemberitahuan pemutusan listrik sementara dari PLN sebenarnya sudah dikirim perusahaan BUMN tersebut namun baru sampai pada Jumat (28/6).

Saat dikonfirmasi, Sabtu (29/6), Manajer PT PLN ULP Pekanbaru Kota Barat Zulfendi mengaku pihaknya telah menyampaikan dua surat yakni invoice berupa informasi tagihan dan tanggal jatuh tempo pembayaran, serta surat pemutusan sementara diberikan setelah tanggal jatuh tempo.

Terkait kejadian itu, Zulfendi mengatakan pihak PLN ULP Pekanbaru Kota Barat, menyampaikan permohonan maaf akibat tindakan petugas di lapangan yang kurang arif, dan hal ini akan menjadi perhatian khusus agar insiden serupa tidak terulang lagi.

Dia juga berharap bisa menjalin komunikasi dengan pelanggan yang merasa dirugikan melalui saluran komunikasi yang disepakati bersama. (**)

Zona
hukum
Bisnis
Wisata Edukasi di Perpustakaan Soeman HS

Senin, 7 November 2022 | 22:26:22
Mal Pelayanan Publik Kota Pekanbaru

Senin, 7 November 2022 | 22:24:20
nasional
internasional
profil
otomotif
Artikel Pilihan
REDAKSI77.CO |PLN Pekanbaru Matikan Listrik Karena Pelanggan Lambat Bayar, ikan Koi Belasan Juta Mati
×
Home /pekanbaru
PLN Pekanbaru Matikan Listrik Karena Pelanggan Lambat Bayar, ikan Koi Belasan Juta Mati
Editor : Bambang | Penulis: Antara Riau
Minggu, 30 Juni 2024 | 17:13:56
Ikan koi milik warga di Jalan Sempurna, Kota Pekanbaru, yang mati usai meteran listrik dimatikan petugas PLN. (ANTARA/dok)

PEKANBARU - Petugas PT PLN di Kota Pekanbaru mematikan meteran listrik milik seorang pelanggan karena lambat bayar tagihan listrik pada Jumat (28/6/2024) lalu tanpa konfirmasi.  Akibatnya,  12 ekor ikan koi bernilai sekitar Rp15 juta mati karena mesin penyalur oksigen di kolam tak berfungsi semenjak aliran listrik dipadamkan sementara.

Saat meteran listrik dipadamkan, rumah di Jalan Sempurna, Kota Pekanbaru, tersebut dalam keadaan kosong karena pemilik rumah sedang bekerja di luar kota.

Begitu pemilik rumah pulang pada petang hari, ia kaget mendapati 12 ikan koi kesayangannya mati karena diduga kuat kehabisan oksigen.

Dody, selaku suami pemilik rumah yang juga sedang berada di luar kota mengaku sedih mendapat kabar tersebut dari istrinya.

"Seharusnya tidak begitulah tindakan petugas PLN di lapangan," keluh Dody yang juga berharap ada kompensasi terhadap kerugian yang ditimbulkan akibat tindakan petugas PLN di lapangan tersebut.

Namun demikian, ia juga mengakui lupa membayar tagihan listrik bulan Juni 2024 karena kesibukannya. Selama ini, tagihan listrik di rumahnya selalu dibayar tak pernah terlambat.

Sebelumnya, surat pemberitahuan pemutusan listrik sementara dari PLN sebenarnya sudah dikirim perusahaan BUMN tersebut namun baru sampai pada Jumat (28/6).

Saat dikonfirmasi, Sabtu (29/6), Manajer PT PLN ULP Pekanbaru Kota Barat Zulfendi mengaku pihaknya telah menyampaikan dua surat yakni invoice berupa informasi tagihan dan tanggal jatuh tempo pembayaran, serta surat pemutusan sementara diberikan setelah tanggal jatuh tempo.

Terkait kejadian itu, Zulfendi mengatakan pihak PLN ULP Pekanbaru Kota Barat, menyampaikan permohonan maaf akibat tindakan petugas di lapangan yang kurang arif, dan hal ini akan menjadi perhatian khusus agar insiden serupa tidak terulang lagi.

Dia juga berharap bisa menjalin komunikasi dengan pelanggan yang merasa dirugikan melalui saluran komunikasi yang disepakati bersama. (**)

Pilihan Editor
Komitmen DPD RI Lindungi Pekerja Migran...

Minggu, 21 Juli 2024 | 22:09:09
Artikel Populer
Wisata Edukasi di Perpustakaan Soeman HS
Mal Pelayanan Publik Kota Pekanbaru
Investasi Kawasan Industri Tenayan Pekanbaru
Protokol Isolasi Mandiri