Tergiur Harta, Supir Tega Bunuh Pensiunan BUMN
Editor: Bambang | Reporter : rico
Kamis, 20 Juni 2024 | 13:34:37
Pelaku pembunuhan pensiunan BUMN di Pekanbaru, RS berhasil ditangkap di Banyuwangi setelah sempat kabur selama dua pekan. (Foto : Rico)

PEKANBARU - Setelah sempat kabur selama dua pekan, supir pensiunan BUMN di Pekanbaru, akhirnya berhasil dibekuk polisi di Provinsi Jawa Timur. Pelaku tega membunuh majikannya karena tergiur ingin menguasai harta korban.

Upaya melarikan diri pelaku pembunuhan inisial RS ke pulau Jawa akhirnya berakhir. RS yang tidak lain supir pribadi korban Saiwan, seorang pensiunan BUMN di Pekanbaru, berhasil diringkus Satreskrim Polresta Pekanbaru bersama Jatanras Polda Jawa Timur dan Polresta Banyuwangi. Pelaku ditangkap saat berada di sebuah rumah kos di Banyuwangi, Jawa Timur, Kamis (13/6/2024) lalu.

Wakapolresta Pekanbaru AKBP Henky Poerwanto, Rabu (19/6/2024) mengatakan, pelaku sempat beberapa kali menarik uang di ATM milik korban Saiwan.

"Pelaku mengetahui pin ATM milik korban, setelah mereset ATM dari handphone korban dan menerima OTP melalui handphone tersebut. Kami mengetahui posisi pelaku berkat CCTV di ATM. Besaran uang korban yang berhasil dikuras pelaku RS selama pelarian mencapai Rp140  juta," papar AKBP Hengky.


 
Sebelum ditangkap, posisi pelaku selalu berpindah-pindah dari Jakarta hingga ke Banyuwangi. Polisi juga mengamankan barang bukti satu unit mobil minibus Suzuki Ertiga yang dititipkan kepada teman pelaku di Bengkulu. Selain itu, polisi juga menyita buku tabungan, handphone dan ATM milik korban yang dibawa kabur pelaku.

Wakapolres menjelaskan, kejadian bermula pada Rabu (29/5/2024) lalu di Perumahan Mandala Garden, Kecamatan Tuah Madnai, Pekanbaru. Pelaku yang diketahui baru bekerja selama empat bulan bersama korban, tega membunuh majikannya sendiri lantaran tergiur untuk menguasai harta pensiunan BUMN tersebut. 

"Pelaku melakukan pembunuhan dengan cara memukul kepala korban dari belakang dengan menggunakan asbak rokok saat berada di rumahnya. Usai korban terkapar dengan bersimbah darah, pelaku juga mencekik leher korban. Untuk memastikan korban sudah meninggal dunia, pelaku langsung membekap korban dengan bantal," kata AKBP Hengky.

Dijelaskannnya lagi, usai korban meninggal dunia, pelaku kemudian menguras ATM korban serta membawa kabur mobil milik korban dan dititipkan di Bengkulu. Pembunuhan Saiwan baru diketahui setelah anak korban curiga karena tidak ada kabar dari orang tuanya. Bersama warga sekitar, anak korban mengecek rumah dan mendapati korban terbungkus dengan kain.

"Saat dilakukan penangkapan, pelaku sempat melawan petugas sehingga diberikan tindakan tegas dan terukur," tegas AKBP Hengky.

Pelaku kini dijerat dengan pasal 340 KUHP Juncto Pasal 365 KUHPidana dengan ancaman pidana mati atau seumur hidup. (rico)

Zona
hukum
Bisnis
Wisata Edukasi di Perpustakaan Soeman HS

Senin, 7 November 2022 | 22:26:22
Mal Pelayanan Publik Kota Pekanbaru

Senin, 7 November 2022 | 22:24:20
nasional
internasional
profil
otomotif
Artikel Pilihan
REDAKSI77.CO |Tergiur Harta, Supir Tega Bunuh Pensiunan BUMN
×
Home /pekanbaru
Tergiur Harta, Supir Tega Bunuh Pensiunan BUMN
Editor : Bambang | Penulis: rico
Kamis, 20 Juni 2024 | 13:34:37
Pelaku pembunuhan pensiunan BUMN di Pekanbaru, RS berhasil ditangkap di Banyuwangi setelah sempat kabur selama dua pekan. (Foto : Rico)

PEKANBARU - Setelah sempat kabur selama dua pekan, supir pensiunan BUMN di Pekanbaru, akhirnya berhasil dibekuk polisi di Provinsi Jawa Timur. Pelaku tega membunuh majikannya karena tergiur ingin menguasai harta korban.

Upaya melarikan diri pelaku pembunuhan inisial RS ke pulau Jawa akhirnya berakhir. RS yang tidak lain supir pribadi korban Saiwan, seorang pensiunan BUMN di Pekanbaru, berhasil diringkus Satreskrim Polresta Pekanbaru bersama Jatanras Polda Jawa Timur dan Polresta Banyuwangi. Pelaku ditangkap saat berada di sebuah rumah kos di Banyuwangi, Jawa Timur, Kamis (13/6/2024) lalu.

Wakapolresta Pekanbaru AKBP Henky Poerwanto, Rabu (19/6/2024) mengatakan, pelaku sempat beberapa kali menarik uang di ATM milik korban Saiwan.

"Pelaku mengetahui pin ATM milik korban, setelah mereset ATM dari handphone korban dan menerima OTP melalui handphone tersebut. Kami mengetahui posisi pelaku berkat CCTV di ATM. Besaran uang korban yang berhasil dikuras pelaku RS selama pelarian mencapai Rp140  juta," papar AKBP Hengky.


 
Sebelum ditangkap, posisi pelaku selalu berpindah-pindah dari Jakarta hingga ke Banyuwangi. Polisi juga mengamankan barang bukti satu unit mobil minibus Suzuki Ertiga yang dititipkan kepada teman pelaku di Bengkulu. Selain itu, polisi juga menyita buku tabungan, handphone dan ATM milik korban yang dibawa kabur pelaku.

Wakapolres menjelaskan, kejadian bermula pada Rabu (29/5/2024) lalu di Perumahan Mandala Garden, Kecamatan Tuah Madnai, Pekanbaru. Pelaku yang diketahui baru bekerja selama empat bulan bersama korban, tega membunuh majikannya sendiri lantaran tergiur untuk menguasai harta pensiunan BUMN tersebut. 

"Pelaku melakukan pembunuhan dengan cara memukul kepala korban dari belakang dengan menggunakan asbak rokok saat berada di rumahnya. Usai korban terkapar dengan bersimbah darah, pelaku juga mencekik leher korban. Untuk memastikan korban sudah meninggal dunia, pelaku langsung membekap korban dengan bantal," kata AKBP Hengky.

Dijelaskannnya lagi, usai korban meninggal dunia, pelaku kemudian menguras ATM korban serta membawa kabur mobil milik korban dan dititipkan di Bengkulu. Pembunuhan Saiwan baru diketahui setelah anak korban curiga karena tidak ada kabar dari orang tuanya. Bersama warga sekitar, anak korban mengecek rumah dan mendapati korban terbungkus dengan kain.

"Saat dilakukan penangkapan, pelaku sempat melawan petugas sehingga diberikan tindakan tegas dan terukur," tegas AKBP Hengky.

Pelaku kini dijerat dengan pasal 340 KUHP Juncto Pasal 365 KUHPidana dengan ancaman pidana mati atau seumur hidup. (rico)

Pilihan Editor
Komitmen DPD RI Lindungi Pekerja Migran...

Minggu, 21 Juli 2024 | 22:09:09
Artikel Populer
Wisata Edukasi di Perpustakaan Soeman HS
Mal Pelayanan Publik Kota Pekanbaru
Investasi Kawasan Industri Tenayan Pekanbaru
Protokol Isolasi Mandiri